icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Bab 4
Ibu Tiri Seksi
Jumlah Kata:1019    |    Dirilis Pada:27/06/2022

“Kalau seperti itu, lalu kenapa saya dipersilakan masuk dan diantarkan kemari tadi? Kenapa tidak dijelaskan kalau dia tidak membutuhkan pengasuh, tapi simpanan?” cecar Laura.

“Simpanan?” senyum masih ditunjukkan kepala pelayan. “Sepertinya Anda salah menangkap semua kejadian hari ini. Silakan ikut saya, atau Anda bisa melakukannya sendiri saja. Saya permisi.”

“Saya ikut!” kata Laura segera berdiri.

Kepala pelayan itu menoleh, dia hanya membungkukkan sedikit tubuh. Tak ingin menjelaskan atau menjawab apa pun, dia memilih pergi saja, dari pada semua akan menjadi panjang. Simpanan yang terdengar begitu menggelitik telinga, mana mungkin seorang Grey mencari simpanan dari jalanan.

Setidaknya, ada beberapa kualitas yang harus dipenuhi, jika ingin menjadi kekasih satu malam. Apa lagi itu simpanan, tentu akan sangat banyak runtutan kriteria yang mungkin daftarnya tidak akan cukup dalam satu lembar bolak-balik kertas ukuran a4.

Laura memasuki sebuah kamar bersama kepala pelayan. Ada seorang pelayan lain menantikan di depan pintu, langsung membukakan tanpa aba-aba. Sekali lagi rasa takjub tak mampu disembunyikan olehnya, begitu melihat kamar yang lebih mirip satu bangunan rumah sederhana dengan dua kamar dan satu kamar mandi.

“Apa ini kamar?” gumam Laura, sempat memutar tubuh untuk mengagumi.

“Itu adalah pakaian yang harus Anda kenakan selama satu minggu, saat menemui tuan Grey. Dan, itu adalah pakaian yang harus Anda kenakan saat menemui tuan Noah.” Kepala pelayan menunjukkan dua baris pakaian pada gantungan beroda yang ditarik oleh pelayan lain.

“Di sana ada perlengkapan make up, parfum dan semua. Anda harus memakainya saat menemui tuan Grey.” Katanya lagi, mata Laura berpindah pada sebuah meja rias mewah berwarna hitam, lengkap semua tersusun di rak meja.

“Peraturan untuk boleh dan tidak, semua tertulis rinci di dalam sini. Anda bisa mempelajarinya,” menyodorkan lembaran-lembaran kertas putih yang diambilkan oleh pelayan.

“Dia yang akan membantu Anda untuk malam ini, selanjutnya Anda bisa melakukannya sendiri.” Menunjuk seorang pelayan yang berdiri di dalam ruangan sama, menumpuk tangan di depan tubuh. “Ada pertanyaan?”

“Ya. Banyak,” sahut Laura. “A-apa saya harus mengenakan pakaian seksi dan tipis di sana?” menunjuk pada gantungan-gantungan pakaian, lebih banyak lingerie.

Kepala pelayan tersenyum, menyentuh pundak Laura dan mengangkat tangan kiri, mengisyaratkan agar tiga pelayan dalam ruangan ikut pergi dengannya, meninggalkan satu peayan yang harus membantu Laura bersiap.

Itu sudah menjadi perintah yang diterimanya hari ini, dan disampaikan sangat rinci. Semua perlengkapan memang ada, Grey memiliki koleksi gaun tidur yang sangat banyak, sesuai dengan fantasi diinginkan.

Grey tak pernah mau melihat gaun sama di malam berikutnya, dia selalu membuang semua pakaian dan mengganti baru. Semua dipesan khusus pada seorang desainer ternama, memenuhi gairah bercinta serta fantasi liarnya di atas ranjang.

Tentang peraturan di dalam rumah, Grey pun telah meminta sekretaris pribadinya untuk menuliskan rinci tanpa ada satu hal kecil terlewatkan. Itu selalu diberikan pada perempuan yang datang ke rumah, entah hanya untuk satu malam atau tiga hari, karena Grey memberikan waktu paling lama hanya tiga hari bersama perempuan.

Jelas berbeda ketika dia menemukan gadis perawan seperti halnya Laura, masa berlaku hubungan adalah satu minggu, sampai dia benar-benar tidak ingin lagi mengobrak-abrik barang sempit. Satu lagi, Grey tidak menyukai barang sisa.

Ketika perempuan sudah tak suci, dia akan menjelajahi dulu jejaknya selama setahun terakhir. Jika sudah pernah melakukan hubungan dengan pria dalam satu tahun ke belakang, dia tidak akan pernah sudi menyentuh atau sekedar memandang.

Ya, itulah sedikit tentangnya yang kini berbaring di kamar lain, membiarkan kamarnya dibersihkan dari kekacauan dibuat oleh putranya. Pintu terketuk dari luar, masuk seorang perempuan cantik dengan tubuh indah menawan.

Itu adalah Nora, perempuan cantik pemilik tubuh melebihi biola. Perempuan berambut panjang curly itu mendekat, berdiri melipat tangan di samping ranjang. “Noah lagi?” tanyanya.

“Apa yang bisa membuatku gila kalau bukan dia?! Ah, aku bahkan tidak pernah bisa benar-benar menghukumnya!” jawab lelaki tengah memijat kening itu.

Nora menghela napas, kemudian duduk di tepi ranjang. “Aku dengar ada pengasuh baru, apa kau sudah mencobanya?” tanya kembali Nora, lirikan malas diberikan oleh Grey. “Noah tidak membutuhkan pengasuh, dia membutuhkan seorang ibu, keluarga. Tidakkah kamu ingin mempertimbangkan hal itu?”

“Oh, ayolah! Aku tidak menyukai pembahasan bodoh ini lagi! Aku memanggilmu bukan untuk itu, tapi untuk memijat tubuhku!” kata Grey, dipukul kencang lengannya. “Sakit!” protesnya membeliak, mengusap lengan.

“Apa aku terlihat seperti tukang pijat untukmu?! Menikahlah, dan akhiri semua kegilaanmu dengan semua perempuan tidak berguna itu! Berikan Noah keluarga, kalau memang kau ingin membuatnya jadi anak penurut! Dia membutuhkan sentuhan ibu, mengertilah hal itu, Grey!”

“Ya, asal kau mau menikah denganku selama tiga bulan, aku akan memberinya ibu!” jawab asal Grey.

“Ya, silakan katakan hal itu pada daddy mu, maka aku akan bersedia melakukannya!” tegas Nora.

“Tua bangka itu?! Thanks! Never!” kata Grey cepat. “Ah, bagaimana bisa kau menikah dengan orang tua sepertinya, apa dia bahkan bisa memuaskanmu? Aku rasa, dia akan nyeri otot di ronde pertama!” bergumam pelan.

“Dia memberikanku kepuasan yang lebih, dia bahkan bisa melakukannya dengan sangat baik setiap hari. Untuk itulah aku tidak pernah ingin berselingkuh darinya, meski kau sering menawarkannya padaku!” sahut Nora. “Berbaringlah, aku akan membantumu lebih rileks!”

Grey menuruti, dia tengkurap di atas ranjang, sementara Nora melepaskan blazer putih menutupi tubuhnya. Nira adalah ibu Grey, ibu tiri tepatnya. Tapi, dia sangat muda dan cantik, hingga tak pernah diakui sebagai ibu olehnya.

Hubungan Grey dengan ayahnya tak pernah baik selama ini, keduanya kerap bertentangan dan masih saja bersaing dalam bisnis. Tentu saja, Grey selalu dapat memenangkan, karena dia membenarkan segala cara untuk hasil memuaskan.

Nora semula adalah dokter pribadi Grey, selalu mengecek kesehatan rutin dan mampu membuatnya nyaman dengan titik-titik akupunktur tersentuh tangan. Dia serba bisa, bahkan saat belaian tangan menyentuh kepala ketika dirinya insomnia.

Mungkin karena hal itu pula hubungan bersama sang ayah tak pernah membaik, terlebih ketika Nora hadir di tengah keluarga dan Grey tak pernah mau mengubah sikapnya. Kapan pun, dia akan memanggil Nora dan memaksanya datang, tanpa peduli dengan siapa dan apa dilakukan olehnya.

Sekedar memberikan sentuhan lembut pada punggung seperti sekarang, Grey tak pernah ingin itu digantikan oleh orang lain. “Bisakah tidur di atas punggungku? Aku lebih suka dipijat dengan benda lunak!” menoleh Grey.

“Haruskah? Sekarang? Apa kau siap dihabisi daddymu sendiri?” sahut Nora.

“Ah, setidaknya naiklah ke atas tubuhku, duduk di sana agar lebih nyaman! Tubuhmu terlalu miring, dan itu menambah rasa sakit untuk punggungku!” sarkas Grey.

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Virgin 2 Bab 2 Usir Dia!3 Bab 3 Sebatas Boneka 4 Bab 4 Ibu Tiri Seksi5 Bab 5 Perintah Gila!6 Bab 6 Like Father, Like Son 7 Bab 7 Haus Kasih Sayang8 Bab 8 Habisi Dia!9 Bab 9 Calon Istri 10 Bab 10 Informasi Rinci!11 Bab 11 Menjadi Gila Dalam Sehari12 Bab 12 Jangan Naik Ranjangku!13 Bab 13 Kau Mencintaiku 14 Bab 14 Beri Aku Ibu!15 Bab 15 Cara Memiliki Adik Bayi16 Bab 16 Perjanjian atau Penipuan 17 Bab 17 Tak Ingin Berbagi18 Bab 18 Luka Dari Laura Untuk Grey19 Bab 19 Kapan Akan Mengingat 20 Bab 20 Jangan Disini!21 Bab 21 Kau Hanya Milikku, Sampai Aku Bosan!22 Bab 22 Dibuang Saat Tak Dibutuhkan!23 Bab 23 Mengenalnya 24 Bab 24 Terpaksa Membohongi25 Bab 25 Campur Tangan Musuh Bebuyutan!26 Bab 26 Menjadi Simpanan !27 Bab 27 Di mana Noah !28 Bab 28 Dewa Maut29 Bab 29 Selamatkan Dia!30 Bab 30 Lawan Seimbang31 Bab 31 Rantai Saling Berhubungan32 Bab 32 Penjelasan Laura33 Bab 33 Kau Hanya Pemuas!34 Bab 34 Sapaan Tuan Muda35 Bab 35 Rahasia dan Alasan 36 Bab 36 Tolong Lepaskan Aku37 Bab 37 Sebuah Awal38 Bab 38 Tak Jauh Berbeda39 Bab 39 Rumah Kenangan40 Bab 40 Seperti Penggoda41 Bab 41 Foto Lama Mengundang Tanya42 Bab 42 Jangan Pernah Mengandung Anakku43 Bab 43 Peringatan William Pada Laura44 Bab 44 Tertembaknya Greyson45 Bab 45 Harus Selamat!46 Bab 46 Harus Mengatasi Laura.47 Bab 47 Kebohongan Atau Kebenaran 48 Bab 48 Terlalu Membenci Laura 49 Bab 49 Pergi Untuk Menikah50 Bab 50 Budak Ranjang51 Bab 51 Kebersamaan Hangat52 Bab 52 Kecurigaan 53 Bab 53 Alat Tes Kehamilan Siapa !54 Bab 54 Demi Kebaikan 55 Bab 55 Bersiap Kesepian56 Bab 56 Harus Apa 57 Bab 57 Penculikan Noah dan Laura 58 Bab 58 Bawa Mereka!59 Bab 59 Kisah Berulang60 Bab 60 Tetaplah Mencintaiku61 Bab 61 Greyson VS Noah62 Bab 62 Mungkinkah 63 Bab 63 Ingin Memahami Lebih64 Bab 64 Tak Memedulikan Lagi65 Bab 65 Akan Tinggal Bersama 66 Bab 66 Sikap Manja Bella67 Bab 67 Kematian Noah dan Laura68 Bab 68 Duka Mendalam69 Bab 69 Menjual Anak Demi Hidup Enak 70 Bab 70 Mendatanginya71 Bab 71 Jangan Akhiri 72 Bab 72 Merasa Tak Berguna 73 Bab 73 Dasar Gembel!74 Bab 74 Kedatangan Samuel 75 Bab 75 Melompat Kegirangan76 Bab 76 Adik Kakak Sama Saja77 Bab 77 Kelembutan Greyson78 Bab 78 Kebersamaan Terhangat79 Bab 79 Ingin Bersama atau Berpisah 80 Bab 80 Memori Menyakitkan81 Bab 81 Hanya Dia82 Bab 82 Tinggal Bersama dan Menjadi Keluarga83 Bab 83 Harus Malu atau Berterimakasih 84 Bab 84 Dilema85 Bab 85 Dua Setengah Tahun86 Bab 86 Ulah Samuel dan Noah87 Bab 87 Menikah 88 Bab 88 Sakit Tak Berdarah89 Bab 89 Dekapan Menenangkan90 Bab 90 Jati Diri Laura91 Bab 91 Ide Gila Samuel92 Bab 92 Alasan Pergi Meninggalkan93 Bab 93 I Love You94 Bab 94 Love is Crazy 95 Bab 95 Kehangatan Keluarga96 Bab 96 Tak Ada yang Bisa Menghalangi97 Bab 97 Dia Istriku98 Bab 98 Meminta Bukti Pernikahan99 Bab 99 Bukan Anak Kecil100 Bab 100 Wanita Cantik dari Masa Lalu