icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pasutri Jadi-Jadian

Bab 6 Saat Bendera Putih Berkibar

Jumlah Kata:1386    |    Dirilis Pada: 27/07/2023

uka lebar. Menatap bintang-bintang di langit malam dalam d

amarnya mirip kapal pecah, Bu Parmi tak akan heran. Tapi. Nuning yang hi

seperti setrika yang sedang meluruskan baju yang k

obinya yang suka menyamar jadi setan buat menakuti anak-anak pulang mengaji, bikin para setan tak bisa membedakan lagi Nun

empat untuk berbagi uneg-uneg dengan suami, kalau berbagi duit sih Bu Parmi oga

ng? Maunya Emak nih macam gimana sih? Ya wajarlah namanya manusia y

ekolah. Bahkan sudah tiga bulan ini Emak nggak pernah dipanggil ngadep kepala sekolah lagi. Luar biasa tho? Nah, sekarang kok tiba-tiba dia jadi pemurung begini? Padahal biasanya ny

. Mikir yang nggak-nggak aja. Lagian nggak ada yang namanya tiba-tiba, Mak. Se

ut Bapak se

g mulai dingin. "Jaka tadi ke

yain Jaka ...?" Bu Parmi terdiam sesaat, kemudian mengangguk-angguk paham.

gadis normal ya, Pak! Kayaknya bener dugaan

k. Cinta datang karena terbiasa. Wajarlah, sejak ke

Mereka pasti jatuh cinta karena kebiasaan main bareng. Bukan cuma main bareng sih, tapi juga teman ngibrit

bikin badannya kurus. Malah tambah gendut karena kekenyangan 'makan hati', kenyang mengomel, kenyang menelan kenyata

, Pak? Tapi marahannya kok lama banget ya? Udah seminggu ini Jaka nggak kel

juga baikan lagi. Kayak

a. Mana ada sih pemuda normal yang mau memacari perawan gesrek macam anaknya selain Jaka? Toh Jaka juga nggak jelek. Aslinya anak itu cakep, cuma karena terlalu sering gaul sama Nuni

merestui jika Nuning dan J

*

palagi sejak kejadian Erna menangkap basah mereka berduaan di kamar Jaka. Seketika itu juga Erna berlari pulang sambil

tak Jaka marah sambil meng

acuh tak acuh. Tiada iba dalam hatiny

-ngejar dia? Biar apa git

Nuning justru membalasnya

," Jaka men

n disemburkannya, tapi entah kenapa c

ka mengganjal pintu dengan tubuhnya hingga Nuning hany

terlalu sumpek dengan kehidupannya di kampung yang monoton dan membosankan. Dan ikut suami menjadi alasan kuat dan satu-satunya, agar dia

faatkan sedemikian rupa. Bisa saja Jaka bersikap keras lalu meninggalkannya. Tapi sahabatnya itu memilih bersab

embolos ke mana dia? Nuning jadi gusar memikirkannya. Lalu dia bersitatap dengan Erna yang juga sedang mencuri lihat ke

ilet tapi ternyata ingin membolos, langsung memanjat dan melompat pagar. Lalu berlari menuju ru

r dari kebun ke kebun. Naik-turun dari satu pohon ke pohon. Mencari Jaka sudah seperti

alah balik kebingungan. Kalau Nuning teman

rambutan. Sempat bikin kaget yang punya pohon karena dikira ada lutung masuk kampung. Untung yang punya pohon tak marah saat memergoki Nuning nangkring di pohonnya sambil menggasak buahnya, se

in

ental ke kampung sebelah saking kagetnya melihat penampakan Ja

meninju-ninju kecil lengan sahabatnya yang seminggu ini me

ang cara paling nyaman untuk menunjukkan suasana hatinya yang gembira. "C

nya lagi saat Nuning t

saat bertemu tatap dengan bola mata gelap Jaka yang penuh

apa,

ti bibirnya p

. Nggak semestinya aku maksa-maksa kamu buat nikahin aku. Aku janji nggak akan gangguin kamu lagi soal itu. Asal ki

ning mengibarkan bendera putih dalam hatinya, menyerah. Tapi i

uning lurus-lurus dan membuat Nuning mematung. "Ning," ujarnya seraya meraih tangan g

rrr

dari orbit bumi, lalu n

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pasutri Jadi-Jadian
Pasutri Jadi-Jadian
“Jaka dan Nuning bersahabat sejak kelas 4 SD. Cuma sahabat. Jaka tak pernah berpikir menikahi Nuning meskipun cuma dalam mimpi. Nuning itu gesreknya 'naudzubillah' dan sama sekali bukan tipenya. Cewek itu cuma cocok dijadikan 'partner in crime' mencuri mangganya Mbah Surip, atau dijadikan umpan pemancing keributan di kelas untuk melancarkan aksi bolosnya. Tapi demi apa, tak ada angin tiada hujan, tiba-tiba saja Nuning minta dinikahi selulusnya mereka dari SMA. Ternyata. Alasannya ngehek banget! "Biar orangtuaku ngijinin aku pindah ke Jakarta bareng kamu, Jak. Aku kan nggak mau selamanya jadi orang kampung!" Sial. Kemerdekaan Jaka sebagai jomblo langsung dihabisi. Nuning bikin pengumuman di sekolah bahwa Jaka itu calon suaminya. Bikin Jaka mati pasaran di depan gebetannya. Makin ditolak, Nuning makin brutal mengejar Jaka macam banteng lihat kain merah. Bahkan cewek gebetan Jaka pun tak luput jadi sasaran. Namun, Jaka tak sudi menyerah, pokoknya Nuning pilihan terakhir baginya kalau sudah tak ada lagi cewek yang bisa dinikahinya di bumi. Titik! Tapi, bukan Nuning namanya kalau menyerah begitu saja. Jaka adalah tiket emasnya ke Jakarta. Iapun mengerahkan jurus 'pepet, dempet, srempet' untuk mendapatkannya. Ternyata, Jaka sama tangguhnya. Cowok itu gesit licin bagai belut menghindarinya. Lalu tiba-tiba menghilang. Nuning ugal-ugalan mencarinya, namun Jaka tiada ditemukan. Saat Nuning menyerah, tiba-tiba saja Jaka kembali muncul di depannya dan berkata, "Oke, kita nikah!" Wah! Apa sih yang membuat Jaka tiba-tiba mau menikahinya? Ah. Nuning tak peduli! Pokoknya menikah saja dulu, soal cinta urusan belakangan!”
1 Bab 1 Biang Kerok2 Bab 2 Partner in Crime3 Bab 3 Nikah, Yuk!4 Bab 4 Jomblo Kena Tikung5 Bab 5 Teman Tapi Kejam6 Bab 6 Saat Bendera Putih Berkibar7 Bab 7 Sah!8 Bab 8 Malam Pertama Itu Hoax9 Bab 9 Berangkat ke Jakarta10 Bab 10 Omelan Mertua11 Bab 11 Drama Mertua12 Bab 12 Probabilitas Kehidupan13 Bab 13 Tetap Selow14 Bab 14 Ulat Bulu Jadi Kupu-Kupu15 Bab 15 Mbah Sum16 Bab 16 Suamiku Jagoanku17 Bab 17 Bayar Utang18 Bab 18 Demi Sebuah Obsesi19 Bab 19 Telanjur Utang Janji20 Bab 20 Tapi Aku Baik-Baik Saja21 Bab 21 Rumput Liar Ketiban Sial22 Bab 22 Hati yang Gembira adalah Obat23 Bab 23 Hero Padahal Zero24 Bab 24 Simbiosis Mutualisme25 Bab 25 Status Palsu26 Bab 26 Cinderella Tanah Abang27 Bab 27 Tak Kenal Makanya Kenalan28 Bab 28 Demi Kentutmu yang Bau29 Bab 29 Selamat Tinggal Masa Lalu30 Bab 30 Harus Apple to Apple