icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pasutri Jadi-Jadian

Bab 4 Jomblo Kena Tikung

Jumlah Kata:1557    |    Dirilis Pada: 27/07/2023

in layangan. Angin pun tampaknya enggan bertiup sejak Nuning mulai ngaco m

api sayang mainnya nggak bisa kalem. Jadinya dia sering nggasruk jatuh mencium lapangan karena tendangannya malah mencangkul tanah. Teman-temannya juga pil

ng senyum-senyum horor ngajakin kawin. Jaka pun panik mengucek mata, bikin pandangannya jadi blawur, bolanya pun beranak ban

! Matamu

ga gawang bertubuh jangkung, tapi menangkap b

g punya masalah gawat darurat da

lapangan daripada menerima lebih banyak lagi c

an sambil menepuk pundaknya yang berkeringat, la

aka menerima dan

, tengik! Malah dihabisin, yang punya malah kagak keba

gak sih?"

api ya nggak gini juga k

biar minumanmu balik? N

n meninju lengannya s

eh kanan-kiri, mencari makhluk dekil yan

t Jaka sambil

ang lagi mara

g marah, aku

acaran aja sama si Nuning. Jangan-janga

aku? Gini-gini aku masih normal, nggak bakal macarin cewek gila kayak dia.

, sih? Ngomongin sohib sendiri kok gitu banget. Bisa-b

, tapi kan Nunin

tipemu kayak

ng kulitnya putih, ngg

ng!" celetuk Parman lalu terb

h cantik Erna yang sudah sejangkauan mata, tapi tak bisa diraihnya gara-gara ancaman Nuning. Cinta pertamanya kandas di tangan sahabat baikn

lak yang ekornya keinjek. Sekali gigit bikin rabies. Tapi kalau sama kamu, kayaknya dia lumayan manut. Timbang situ jomblonya kagak kelar-kelar, kenapa nggak pacarin aja sekal

a gajah belang-belang dan ada zebra berhidung panjang, baru kukawinin dia. Yang artinya, itu semua mustahil. Nggak mungkin. Lagian berani-beraninya

ung kita, jangan sampai ketambahan. Kasihan anak-anak pulan

a belum pernah ada yang nyoba jadi ge

t karena gatal ingin main bola lagi. "Dah, aku main dulu, ya. Baek-baek, jangan ngelamun ..., ntar

gat. Bukan karena gatal. Tapi pusing. K

*

saja terlihat cantik, apalagi kalau sedang senyum. Bikin cowok normal kebelet menoleh barang sekejap buat menikmati keindahan wajahnya yang paripurna. Tak terkecuali Jaka. Bikin Nuning

Jaka. Bikin cowok itu besar kepala dan ketagihan menatapnya, bagai menatap ranumnya buah mangg

lah dan terkaget-kaget kala bertemu tatap dengan sepasang mata Nuning yang memandanginya dengan lirikan

berteman, bukan pacaran! Kenapa dia setakut ini? Jaka ingin bersik

t yang paling dibenci Nuning. Sebab Nuning alergi melihat buku yang berbaris rapi di sana, seakan aura buku-buku itu

a berstandard tinggi, seperti Erna. Dan perhatiannya pada Erna si kembang sek

in aku aja, kamu terima beres!" rayunya biar Nuning lekas enyah saja. Jauh-jauh dari kelas, jauh

k Erna bergabung. Membuat jantung Jaka kebat-kebit senang. Mengira Nuning bersedia menerima keberadaan E

gkan kodok ke dalam tas Erna. Bikin cewek itu menjerit syok saat me

tabrak, saling injak, saling sikut. Menghindari si kodok yang ugal-ugalan mencari jalan keluar. Terjebak dalam

ama kali mengecup wajah cantiknya, bukannya cowok ganteng seperti Jaka

u takutnya? Takut tuh sama Tuhan, jangan sama kodok!" ledeknya puas melihat kegaduhan kelasnya yang tak kunjung us

ak dengan kegembira

uning yang sedang asyik tertawa, lalu menariknya menuju parkiran yang sepi dengan wajah merah padam men

as coret-coretan siswa iseng. "Apaan sih? Bercanda doang. Kayak kamu nggak perna

ereka pernah melakukan keisengan yang lebih parah dari ini. Tapi kenapa dia beg

lihat Nuning masih memegangi bahunya yang terbentur dinding karena dorongannya tadi ya

r. "Yang suka sama dia kan kamu, bukan aku," ke

bnya dengan nada yang direndahkan lagi. Minta pen

uning datar seraya menusu

. Sebab suara Nuning yang sedatar ini terasa lebih angker ke

Erna jadi pengec

mu dariku! Kamu ... mau main mata sama dia lagi di belakangku? Ber

s ngg

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pasutri Jadi-Jadian
Pasutri Jadi-Jadian
“Jaka dan Nuning bersahabat sejak kelas 4 SD. Cuma sahabat. Jaka tak pernah berpikir menikahi Nuning meskipun cuma dalam mimpi. Nuning itu gesreknya 'naudzubillah' dan sama sekali bukan tipenya. Cewek itu cuma cocok dijadikan 'partner in crime' mencuri mangganya Mbah Surip, atau dijadikan umpan pemancing keributan di kelas untuk melancarkan aksi bolosnya. Tapi demi apa, tak ada angin tiada hujan, tiba-tiba saja Nuning minta dinikahi selulusnya mereka dari SMA. Ternyata. Alasannya ngehek banget! "Biar orangtuaku ngijinin aku pindah ke Jakarta bareng kamu, Jak. Aku kan nggak mau selamanya jadi orang kampung!" Sial. Kemerdekaan Jaka sebagai jomblo langsung dihabisi. Nuning bikin pengumuman di sekolah bahwa Jaka itu calon suaminya. Bikin Jaka mati pasaran di depan gebetannya. Makin ditolak, Nuning makin brutal mengejar Jaka macam banteng lihat kain merah. Bahkan cewek gebetan Jaka pun tak luput jadi sasaran. Namun, Jaka tak sudi menyerah, pokoknya Nuning pilihan terakhir baginya kalau sudah tak ada lagi cewek yang bisa dinikahinya di bumi. Titik! Tapi, bukan Nuning namanya kalau menyerah begitu saja. Jaka adalah tiket emasnya ke Jakarta. Iapun mengerahkan jurus 'pepet, dempet, srempet' untuk mendapatkannya. Ternyata, Jaka sama tangguhnya. Cowok itu gesit licin bagai belut menghindarinya. Lalu tiba-tiba menghilang. Nuning ugal-ugalan mencarinya, namun Jaka tiada ditemukan. Saat Nuning menyerah, tiba-tiba saja Jaka kembali muncul di depannya dan berkata, "Oke, kita nikah!" Wah! Apa sih yang membuat Jaka tiba-tiba mau menikahinya? Ah. Nuning tak peduli! Pokoknya menikah saja dulu, soal cinta urusan belakangan!”
1 Bab 1 Biang Kerok2 Bab 2 Partner in Crime3 Bab 3 Nikah, Yuk!4 Bab 4 Jomblo Kena Tikung5 Bab 5 Teman Tapi Kejam6 Bab 6 Saat Bendera Putih Berkibar7 Bab 7 Sah!8 Bab 8 Malam Pertama Itu Hoax9 Bab 9 Berangkat ke Jakarta10 Bab 10 Omelan Mertua11 Bab 11 Drama Mertua12 Bab 12 Probabilitas Kehidupan13 Bab 13 Tetap Selow14 Bab 14 Ulat Bulu Jadi Kupu-Kupu15 Bab 15 Mbah Sum16 Bab 16 Suamiku Jagoanku17 Bab 17 Bayar Utang18 Bab 18 Demi Sebuah Obsesi19 Bab 19 Telanjur Utang Janji20 Bab 20 Tapi Aku Baik-Baik Saja21 Bab 21 Rumput Liar Ketiban Sial22 Bab 22 Hati yang Gembira adalah Obat23 Bab 23 Hero Padahal Zero24 Bab 24 Simbiosis Mutualisme25 Bab 25 Status Palsu26 Bab 26 Cinderella Tanah Abang27 Bab 27 Tak Kenal Makanya Kenalan28 Bab 28 Demi Kentutmu yang Bau29 Bab 29 Selamat Tinggal Masa Lalu30 Bab 30 Harus Apple to Apple