icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Pasutri Jadi-Jadian

Bab 8 Malam Pertama Itu Hoax

Jumlah Kata:1612    |    Dirilis Pada: 27/07/2023

tak seasyik ledekan teman-teman yang ketika kondangan berisik 'cie-cie' kepada

itu. Memangnya mereka lupa ya, siapa cewek yang dinikahi Jaka? Ce

ng-tendang selama mereka tidur bareng. "Sana aaahhh. Sempit akutuu," omel Nuning sambil

uning yang bau banget! Jangan-jangan ampasnya ikut keluar juga tuh? Bikin per

eeek

n jiwa. Masa malam pertama boboknya misah? Malam ini nggak bisa diulang loh seumur hidup, ntar kamu nyesel," kata ibu mert

uncak emasnya berkilau diterpa cahaya mentari. Nuning tak sabar ingin menggapainya. Ingin melongok isinya. Tugu Monas sangatlah tinggi, Nuning tak tahu kalau naik M

eniup ruangan cumalah kipas angin tua yang sudah bengek. Lalu, masih dengan mata terpejam, Nuning melepas

ketulungan karena bau kutang istri

*

ngerok punggungnya tak kira-kira, "Aduuu

ngan mulu. Udah tahu lapan

terbang. Kalau layangannya bisa terbang pake angin kentut

aki mah kalem aja dong ngomongnya, nggak usah ngegas!" gerutunya jengkel. "Udah tahu semalam habis begadang, ma

risik kayak knalpot bajay pretetetetetetettt. Kentut perawan kok nggak elegan blasss. Makanya aku butuh udara sega

ekan koinnya lebih keras ke punggung Jaka yang mulai bergambar tulang ikan ke

ongnya ikut panas ditaboki Nuning kalau mengaduh lagi. Tubuhnya pun menggeliat-ge

edangkan Pak Priyo pura-pura asyik menonton tivi. Mereka saling memandang lagi, karena suara desah dan erangan Jaka yang kian keras serasa mendobrak dinding kamar.

lau masih pake yang lama, bisa-bisa ambruk sam

linu belakangan ini karena keseringan disuruh tidur di lantai sama istrinya,

kehebohan suara dari kamar pengantin baru. "Weleh, mauanteppp! Sampai Jaka ampun-ampun gitu ya?" P

api nggak kelar-kelar. Hebattt. Kayaknya dia beneran minum obat kuat yang Wahyu kadoin kemarin," bisi

a Bu Parmi tiba-tiba ter

jungkal menghindari cahaya lampu

oooo

at Pak Priyo mengacungkan pentunga

*

but Parman sambil mengulur tali layangan. Dii

ngngesan. "Udah kepake be

ngat sekotak kondom

ndel-ondel habis sunat gitu, kayaknya sih udah kela

Budi dan Parma

ok-olokan mereka semua. "Bacooot!" semprotn

ak pernah ada. Apalagi sebelum menikah, Nuning punya satu permintaan.

seleranya! Tentu saja J

saja bersiul-siul usil

amat yang

is begadang main bol

bilang kalau

n-jangan 'a

ah, kayaknya lagi ke

n kena kart

al malam pertamanya bagai membicarakan bol

ek Jaka sampai kupingnya panas, seorang gadis tiba-tiba

kaget, tak menyangka gadi

i mengolok-olok. Dengan sendirinya ketiga jomblo kampung itu pura-pura sibuk

n tangan dan Jaka gugup menyambutnya. "Maaf aku nggak datang

hnya yang mendada

keputusan Nuning. Jaka jadi tak enak dan bingung m

u sama sekali nggak nyangka kalau tern

mana? T

a orang-o

tak bukan pasti dari Nuning. Dasar lambe turah!'

i kuping Jaka justru seperti suara ingin menangis. Tapi kemudian cewek tinggi berkulit kuning langsat

eakan perlu mengkonfirmasi. Dia tak ingin Erna merasa salah paham. Cewek itu harus tahu perhatian Jaka kepadanya dulu bukan halu

ingin kasih selamat buat

am

ah. Aku gagal masuk kampus negeri, tapi

t ya! Sukses

padahal kan kamu pintar. Kalau ada kesempatan,

k dengan semangatnya yan

ga kamu suka." Lalu Erna mengulurkan sebungku

kamu kasih, a

menebak drama yang sedang terjadi. Ini si

m laku, tapi temannya yang jelas-jelas sudah jadi suami orang dan sudah puas '

asib. Tapi kemudian pura-pura bego keti

a kompak sambil melipir k

gan keramahannya, tapi Nuni

gil emak, diajakin makan!" ketusnya dengan menaikkan kedua alis,

menghujaninya dengan makanan yang bisa membuat perutnya meletus kenyang. Tap

an nyesel kalau jatahmu kuhabisin." L

u. Saking buru-burunya, lupa pamit kepada Erna yan

ma roman picisan barusan cuma bi

akdir. Padahal nasib Jaka lagi bagus-bagusnya dicintai sama Erna yang cant

an. Ckckck. Padahal belum sampai ada gajah yang belang-belang dan zebra

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pasutri Jadi-Jadian
Pasutri Jadi-Jadian
“Jaka dan Nuning bersahabat sejak kelas 4 SD. Cuma sahabat. Jaka tak pernah berpikir menikahi Nuning meskipun cuma dalam mimpi. Nuning itu gesreknya 'naudzubillah' dan sama sekali bukan tipenya. Cewek itu cuma cocok dijadikan 'partner in crime' mencuri mangganya Mbah Surip, atau dijadikan umpan pemancing keributan di kelas untuk melancarkan aksi bolosnya. Tapi demi apa, tak ada angin tiada hujan, tiba-tiba saja Nuning minta dinikahi selulusnya mereka dari SMA. Ternyata. Alasannya ngehek banget! "Biar orangtuaku ngijinin aku pindah ke Jakarta bareng kamu, Jak. Aku kan nggak mau selamanya jadi orang kampung!" Sial. Kemerdekaan Jaka sebagai jomblo langsung dihabisi. Nuning bikin pengumuman di sekolah bahwa Jaka itu calon suaminya. Bikin Jaka mati pasaran di depan gebetannya. Makin ditolak, Nuning makin brutal mengejar Jaka macam banteng lihat kain merah. Bahkan cewek gebetan Jaka pun tak luput jadi sasaran. Namun, Jaka tak sudi menyerah, pokoknya Nuning pilihan terakhir baginya kalau sudah tak ada lagi cewek yang bisa dinikahinya di bumi. Titik! Tapi, bukan Nuning namanya kalau menyerah begitu saja. Jaka adalah tiket emasnya ke Jakarta. Iapun mengerahkan jurus 'pepet, dempet, srempet' untuk mendapatkannya. Ternyata, Jaka sama tangguhnya. Cowok itu gesit licin bagai belut menghindarinya. Lalu tiba-tiba menghilang. Nuning ugal-ugalan mencarinya, namun Jaka tiada ditemukan. Saat Nuning menyerah, tiba-tiba saja Jaka kembali muncul di depannya dan berkata, "Oke, kita nikah!" Wah! Apa sih yang membuat Jaka tiba-tiba mau menikahinya? Ah. Nuning tak peduli! Pokoknya menikah saja dulu, soal cinta urusan belakangan!”
1 Bab 1 Biang Kerok2 Bab 2 Partner in Crime3 Bab 3 Nikah, Yuk!4 Bab 4 Jomblo Kena Tikung5 Bab 5 Teman Tapi Kejam6 Bab 6 Saat Bendera Putih Berkibar7 Bab 7 Sah!8 Bab 8 Malam Pertama Itu Hoax9 Bab 9 Berangkat ke Jakarta10 Bab 10 Omelan Mertua11 Bab 11 Drama Mertua12 Bab 12 Probabilitas Kehidupan13 Bab 13 Tetap Selow14 Bab 14 Ulat Bulu Jadi Kupu-Kupu15 Bab 15 Mbah Sum16 Bab 16 Suamiku Jagoanku17 Bab 17 Bayar Utang18 Bab 18 Demi Sebuah Obsesi19 Bab 19 Telanjur Utang Janji20 Bab 20 Tapi Aku Baik-Baik Saja21 Bab 21 Rumput Liar Ketiban Sial22 Bab 22 Hati yang Gembira adalah Obat23 Bab 23 Hero Padahal Zero24 Bab 24 Simbiosis Mutualisme25 Bab 25 Status Palsu26 Bab 26 Cinderella Tanah Abang27 Bab 27 Tak Kenal Makanya Kenalan28 Bab 28 Demi Kentutmu yang Bau29 Bab 29 Selamat Tinggal Masa Lalu30 Bab 30 Harus Apple to Apple