icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Pasutri Jadi-Jadian

Pasutri Jadi-Jadian

Penulis: Indy Shinta
icon

Bab 1 Biang Kerok

Jumlah Kata:1524    |    Dirilis Pada: 26/07/2023

Mengguncang lantai. Dan menggoyang kasur Bu Parmi yang tengah asyik leyeh-leyeh di kamarnya. Perem

ak?" Bu Parmi kebingungan melihat isi

ambil bersendawa, mengelus perutnya yang kekenyangan usai menyikat habis isi meja

" omel Bu Parmi sambil menuding ana

ninggalkan emaknya yang ngomel-ngomel di belakangnya, ngepot-ngepot mengejarnya sambil mengacung-acun

burkan jutaan ketombe di udara. Gadis itu menerobos jemuran tetangga dengan rusuhnya. Biki

a aman dari kejaran makhluk berdas

at lagi habis?" tegur Jaka sambil

dengan permen kojek yang baru keluar dari mulutnya. Dia mengumpat sa

mpet? Kayak habis ma

g tak boleh dilewatkan. Meskipun sudah berseragam putih abu-abu, tapi layangan tetap menjadi hib

bah Surip udah pada mateng?" ta

ang langsung berjatuhan. Posisinya yang di pinggir jalan bikin mereka kebiasaan nyolong sambil lewat. Salah sendiri yang punya

ke diumpetin segala. Nggak adil namanya, masa anaknya disuruh makan tempe bapaknya makan aya

Nggak kapok apa uang ja

uning mengalungkan len

kayak kentut, lega di kamu tapi bikin eneg yang denger," cebiknya jengkel. "Seratus ribuku yang kema

kin kamu aja bisa kaya, ngapain jug

dikepret!" ge

ung Jaka yang otomatis memeganginya. "Burua

ng tertawa merdeka di gendongan belakang. Orang-orang kampung sudah tak an

pura-pura menyamar jadi Kunti, gelantungan di pohon pakai

kses membuat takut anak-anak. Bikin duo setan jadi-jadian itu senang, sementara setan bet

minder karena kalah skill nyolong. Mbah Surip pun cuma bis

*

rpapasan dengannya. Mungkin karena kebiasaan orang tua mereka yang suka menakuti anak-anaknya pakai nama Pak Priyo. "Awas loh kalau nakal, ntar ditangkap Pak Pri!" begitu kata emak-e

ntot justru sering bikin ulah yang bikin Pak Priyo sepaneng. Bikin Bu Parmi mengelus dada dan berpikir keras du

k!" keluh Bambang, si anak sulun

gu lalu sudah dua kali dipanggil kepala sekolah karena Nuning tawuran dan mengun

luh Bambang sambil membanting tas sekolahnya ke kursi. Lalu mengh

ana ikut suaminya. Serah mau ke mana. Ke hutan kek, kebun binatang kek, ke dunia lain kek,"

apat hukuman karena suka datang terlambat, tapi tak pernah kapok dapat hukuman keliling lapangan sambil berjongkok. Nuning juga suka mengompori teman-temannya mengosongkan kelas saat pelajaran. Lalu jadi komando teman-temanny

S. Bagaimana mau digubris warga sekolah kalau mengurus satu adik perempuan saja tak be

n kamu, lah bapakmu aja ikut mu

u, kawinin aja

mpung," cebik Bu Parmi ngenes sendiri memikirkan masa depan anak gadisnya yang su

awatir Nuning bisa makan apa nggak, karena suaminya kaya, kan bisa ngasih makan yang banyak. Dia

mbah. Herannya badan adiknya tetap mungil dan tak bisa gendut meskipun suka makan

dia adikmu! Sabar-sabar aja,

h dosa dan penyakit

emakai seragamnya yang warnanya tak putih abu-abu lagi. Tapi Bambang akan lebih heran kalau rok adiknya belepotan dengan darah mens ketimba

ak gadis jaman sekarang wangi-wangi, rapi-rapi. Begitu duduk di bangku SMP umumnya sudah pada sadar ke

ena gangguan jiwa. Kalau nggak, bisa aku yang lam

aun sih aku mau aja. Soalnya psikiater kan adanya cuma di kota. Ntar sekalian mampir deh ke mall, jalan-jalan. Bosen tau di kamp

iar seluruh dunia menertawakan atau meledeknya. Dia memiliki dunia sendiri. Punya ca

apan yuk Mak kita ke Jakarta

ahiran," sahut Bu Parmi asal. Memang

yang sering bolak-balik liat Monas?" p

Damri? Ya emang trayek

Sampai-sampai Bambang menggulung buku lalu menggeplak kepala adiknya supaya berhenti bertingkah macam

ama kalinya magic com mereka penuh. Tapi bukannya

dengan

*

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Pasutri Jadi-Jadian
Pasutri Jadi-Jadian
“Jaka dan Nuning bersahabat sejak kelas 4 SD. Cuma sahabat. Jaka tak pernah berpikir menikahi Nuning meskipun cuma dalam mimpi. Nuning itu gesreknya 'naudzubillah' dan sama sekali bukan tipenya. Cewek itu cuma cocok dijadikan 'partner in crime' mencuri mangganya Mbah Surip, atau dijadikan umpan pemancing keributan di kelas untuk melancarkan aksi bolosnya. Tapi demi apa, tak ada angin tiada hujan, tiba-tiba saja Nuning minta dinikahi selulusnya mereka dari SMA. Ternyata. Alasannya ngehek banget! "Biar orangtuaku ngijinin aku pindah ke Jakarta bareng kamu, Jak. Aku kan nggak mau selamanya jadi orang kampung!" Sial. Kemerdekaan Jaka sebagai jomblo langsung dihabisi. Nuning bikin pengumuman di sekolah bahwa Jaka itu calon suaminya. Bikin Jaka mati pasaran di depan gebetannya. Makin ditolak, Nuning makin brutal mengejar Jaka macam banteng lihat kain merah. Bahkan cewek gebetan Jaka pun tak luput jadi sasaran. Namun, Jaka tak sudi menyerah, pokoknya Nuning pilihan terakhir baginya kalau sudah tak ada lagi cewek yang bisa dinikahinya di bumi. Titik! Tapi, bukan Nuning namanya kalau menyerah begitu saja. Jaka adalah tiket emasnya ke Jakarta. Iapun mengerahkan jurus 'pepet, dempet, srempet' untuk mendapatkannya. Ternyata, Jaka sama tangguhnya. Cowok itu gesit licin bagai belut menghindarinya. Lalu tiba-tiba menghilang. Nuning ugal-ugalan mencarinya, namun Jaka tiada ditemukan. Saat Nuning menyerah, tiba-tiba saja Jaka kembali muncul di depannya dan berkata, "Oke, kita nikah!" Wah! Apa sih yang membuat Jaka tiba-tiba mau menikahinya? Ah. Nuning tak peduli! Pokoknya menikah saja dulu, soal cinta urusan belakangan!”
1 Bab 1 Biang Kerok2 Bab 2 Partner in Crime3 Bab 3 Nikah, Yuk!4 Bab 4 Jomblo Kena Tikung5 Bab 5 Teman Tapi Kejam6 Bab 6 Saat Bendera Putih Berkibar7 Bab 7 Sah!8 Bab 8 Malam Pertama Itu Hoax9 Bab 9 Berangkat ke Jakarta10 Bab 10 Omelan Mertua11 Bab 11 Drama Mertua12 Bab 12 Probabilitas Kehidupan13 Bab 13 Tetap Selow14 Bab 14 Ulat Bulu Jadi Kupu-Kupu15 Bab 15 Mbah Sum16 Bab 16 Suamiku Jagoanku17 Bab 17 Bayar Utang18 Bab 18 Demi Sebuah Obsesi19 Bab 19 Telanjur Utang Janji20 Bab 20 Tapi Aku Baik-Baik Saja21 Bab 21 Rumput Liar Ketiban Sial22 Bab 22 Hati yang Gembira adalah Obat23 Bab 23 Hero Padahal Zero24 Bab 24 Simbiosis Mutualisme25 Bab 25 Status Palsu26 Bab 26 Cinderella Tanah Abang27 Bab 27 Tak Kenal Makanya Kenalan28 Bab 28 Demi Kentutmu yang Bau29 Bab 29 Selamat Tinggal Masa Lalu30 Bab 30 Harus Apple to Apple