āDasar anak gak berguna, uang segini mana cukup buat memenuhi kebutuhan sebulan!ā maki seorang wanita paruh baya bernama Elma kepada putrinya yang bernama Niela.
āAda apa lagi sih ini?ā tanya Ferdi yang baru saja pulang bekerja, dia adalah ayahnya Niela.
Ā āAnak kamu ini gak berguna, dari dulu sudah aku katakan tinggalkan dia di tempat sampah itu kenapa kamu membawa dia pulang!ā jawab Elma dengan berapi-api.
Ā āCukup Elma! Semakin hari kamu semakin melampaui batas semenjak aku membawa Niela ke sini sikapmu tidak pernah berubah!ā ucap Ferdi tak kalah sengitnya.
Ā āTerus aja bela dia, dia itu bukan anak kandung kita!ā bentak Elma lagi.
Ā āKAU ....ā
Ā āAyah udah, jangan bertengkar lagi sama Ibu lebih baik sekarang Ayah istirahat aku bikinin teh buat Ayah ya,ā ucap Niela mencoba untuk meredam amarah sang ayah.
Ā Ferdi hanya mengepalkan tangannya dengan kuat menahan amarah kepada Elma. Memang bukan rahasia lagi jika Draniela Grizelle atau Niela, bukanlah anak kandung mereka bahkan sampai saat ini Ferdi dan Elma tidak memiliki anak kandung.
Ā āAyo Yah!ā ajak Niela lagi sambil menggamit lengan ayahnya menuju dapur sederhana rumah mereka.
Ā āAyah mau aku siapin air hangat buat mandi?ā tanya Niela yang mulai memasak air untuk menyeduh teh.
Ā āGak usah, kamu juga pasti capek pulang kuliah langsung kerja sampai di rumah harus masak kerjain lagi pekerjaan rumah gara-gara ibu kamu,ā jawab Ferdi.
Ā āAku gak capek kok Yah, aku malah senang bisa masakin buat Ayah sama ibu, nanti kalau aku udah menikah aku gak mungkin kan tinggal di sini lagi,ā ucapan Niela membuat kening Ferdi berkerut karena tak biasanya sang putri membahas soal pernikahan.
Ā āMenikah? Hmm apa putri Ayah ini udah punya pacar dan siap untuk menikah?ā tanya Ferdi menggoda sang putri.
Ā āEh ... bu-bukan gitu Yah, aku gak punya pacar,ā jawab Niela dengan gugup dan wajah yang mulai memerah.
Ā āTerus selama ini kamu jalan sama Tian gak ada hubungan apa-apa gitu?ā tanya Ferdi.
Ā āAku sama Tian Cuma temenan Yah, gak ada hubungan apa-apa,ā jawab Niela.
Ā āGak ada hubungan apa-apa, tapi kencan setiap hari,ā ucap Ferdi yang semakin gencar menggoda Niela.
Ā āAyah udah ah, sekarang Ayah mandi aku mau masak,ā ucap Niela.
Ā āOke, Ayah mandi dulu.ā Ferdi segera berlalu ke kamarnya, sedangkan Niela langsung mengambil bahan untuk memasak makan malam mereka.
Ā Niela menyiangi sayuran sambil mengingat lagi kejadian saat dia di kampus tadi, Niela hampir saja dilecehkan oleh temannya hanya karena Niela tinggal di daerah pesisian kota Jakarta yang terkenal dengan hingar bingar kehidupan malamnya. Bahkan sebelum Elma menikah dengan Ferdi, Elma pernah menjalani pekerjaan sebagai wanita panggilan di sana mungkin sekarang juga dia masih melakukan pekerjaan itu tanpa sepengetahuan Ferdi.
āAyolah jangan munafik Niela, aku tau kamu lagi butuh uang buat biaya kuliah, ayahmu pasti tidak bisa membayar biaya kuliahmu, jadi kita bersenang-senang malam ini,ā ucap Arvan teman kuliah Niela yang selalu berbuat seenaknya kepada mahasiswi dan mahasiswa di kampus mereka.
āCih ... aku bukan wanita panggilan!ā maki Niela dengan tatapan nyalangnya.
āHahaha that so funny, kau pikir aku tidak tau apa pekerjaan ibumu, kau pun tinggal di tempat yang terkenal penuh dengan kesenangan malam jadi kau sama dengan mereka, ayahmu tidak akan keberatan jika kau tidur denganku malam ini dia pasti senang karena anaknya bisa menghasilkan uang yang sangat banyak dalam satu malam,ā ejek Arvan.
Ā PLAAK
Ā Satu tamparan dari tangan mulus Niela mendarat di pipi Arvan, tamparan yang cukup keras hingga membuat pipi Arvan terasa sangat panas. Arvan mengepalkan tangannya dan menatap Niela dengan nyalang.
āJangan pernah menghina ayah dan ibuku!ā maki Niela.
āKamu!ā pekik Arvan dengan jari yang menunjuk tepat di hadapan wajah Niela.
āAPA? KAMU PIKIR AKU TAKUT, HUH?ā tanya Niela dengan sengit hal itu membuat Arvan semakin naik pitam karena ini sudah yang ke sekian kalinya dia ditolak oleh Niela.
āWanita murahan tidak tau diri!ā jawab Arvan dengan nyalang tangannya terangkat siap untuk menampar Niela, namun ....
āHei Bung, lo gak malu mau mukul cewek!ā ucap Tian dengan tubuh yang dia bentengi di hadapan Niela, dia adalah sahabat Niela.
āMinggir, gak usah ikut campur urusan gue sama wanita murahan ini,ā ucap Arvan sambil menepiskan lengan Tian.
āSiapa? Wanita murahan?ā tanya Tian dengan tatapan tajamnya.
āDia itu memang wanita murahan, tapi dia ....ā
/0/5568/coverorgin.jpg?v=8003d9a209d09a79020781c190e17ef8&imageMogr2/format/webp)
/0/2983/coverorgin.jpg?v=0b1e8dbecc33d2678ce9ef94a4c0ded1&imageMogr2/format/webp)
/0/14064/coverorgin.jpg?v=47e9031b9221cf7fb44b043b76672b6f&imageMogr2/format/webp)
/0/23913/coverorgin.jpg?v=78ce5c6226ba83fd281cd350e04f6dc1&imageMogr2/format/webp)
/0/13435/coverorgin.jpg?v=b1f0165ac2936ce2f86b499f2b11694c&imageMogr2/format/webp)
/0/2775/coverorgin.jpg?v=152f2734eaccb1a5db6eb42759481e20&imageMogr2/format/webp)
/0/7742/coverorgin.jpg?v=10e0a64533605f8b3dfd0663f7864d5a&imageMogr2/format/webp)
/0/13425/coverorgin.jpg?v=cc79d261688970c755e29079f0bc74c5&imageMogr2/format/webp)
/0/18602/coverorgin.jpg?v=6fb48e03f44cd2ceeaa5efa26bf5a88e&imageMogr2/format/webp)
/0/17625/coverorgin.jpg?v=4227a89dd21dfe90a36cc06bb019bb43&imageMogr2/format/webp)
/0/5842/coverorgin.jpg?v=6bca322e6302fcbc373878aa6a6a44ff&imageMogr2/format/webp)
/0/17365/coverorgin.jpg?v=6db8622c3069ac6f74d1e2e5fb155f63&imageMogr2/format/webp)
/0/16463/coverorgin.jpg?v=83f6dd3af71ea3068b6d2868bc1debf9&imageMogr2/format/webp)
/0/2562/coverorgin.jpg?v=1c0bc876cf31e2917d8e16ad7eb33bc5&imageMogr2/format/webp)
/0/5715/coverorgin.jpg?v=a434b913e9c44fad1ab8c1500c38b6d6&imageMogr2/format/webp)
/0/4247/coverorgin.jpg?v=084a3a9b57319d8195e2577f605c01bc&imageMogr2/format/webp)
/0/12466/coverorgin.jpg?v=9708eb3a96ea70a88003a6546546066e&imageMogr2/format/webp)
/0/17322/coverorgin.jpg?v=42ab220d18228ed2cbfbbe34b318616c&imageMogr2/format/webp)
/0/6480/coverorgin.jpg?v=7b42e334b6b42ad5c0d3092eaacb4684&imageMogr2/format/webp)
/0/5817/coverorgin.jpg?v=5ef438976c051573a4e21b55f5f410c1&imageMogr2/format/webp)