MRS LEE
3 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita MRS LEE
Terpaksa Menikah Dengan Pria Buta
Romantis Bagaimana rasanya jadi pria buta?
Bagaimana rasanya menjadi orang yang tidak berarti buat keluarganya?
Semua di rasakan oleh Cho Bae-Hyun, seorang pria tampan, kaya raya dan dikenal sebagai orang terpandang karena pria itu berasal dari keluarga Bae.
Tapi sayang, fisiknya tidak sempurna, dia mengalami buta permanen. Sehingga keluarganya memutuskan untuk menikahkan pria itu dengan gadis muda dari keluarga Eun. Karena bagi keluarganya, Bae-Hyun hanyalah seorang yang menyulitkan bagi mereka.
Meskipun ia ingin membalas semua, ada seorang yang menahannya untuk tidak melakukan hal yang tidak diinginkan.
Bae-Hyun kira setelah menikah, dirinya akan menjadi beban untuk gadis itu. Ternyata salah, gadis itu menjadi pengganti Kakeknya dan matanya. Dia yang selalu menemaninya setiap dia berada.
Bukan sampai di situ saja, banyak masalah, cacian, siksaan, yang harus mereka lewati. Apa mereka akan bertahan sampai masalah mereka terpecahkan satu-persatu? Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.