Login to Bakisah
icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Suamiku yang Lumpuh Adalah Taipan Misterius

Suamiku yang Lumpuh Adalah Taipan Misterius

ASHLEY AMARI

5.0
Komentar
531.6K
Penayangan
355
Bab

Ditinggalkan oleh ibunya pada malam dia dilahirkan, Lana dibawa dan dibesarkan oleh neneknya di pedesaan. Kehidupannya damai dan tenang sampai suatu hari, tepat sebelum dia berusia dua puluh tahun, sekelompok orang datang ke rumahnya dan memberitahukan tentang identitas aslinya. Ternyata dia adalah putri dari keluarga Rahayu yang kaya raya, dan orang tuanya tiba-tiba ingin membawanya kembali. Dia mengira bahwa mereka akan menebus waktu yang hilang, tetapi yang membuatnya kecewa, mereka menginginkannya kembali hanya agar dia bisa menggantikan putri mereka yang lain, Saras, untuk menikahi seorang pria cacat. Mereka bahkan menggunakan neneknya yang tua dan lelah sebagai alat tawar-menawar untuk memaksanya. Jehan awalnya adalah pewaris Keluarga Sahid yang kuat, tetapi keluarganya sekarang berada di ambang kebangkrutan. Seolah-olah itu belum cukup buruk, dalam sebuah kecelakaan mobil, pria itu menjadi cacat dan harus menggunakan kursi roda. Untuk lepas dari penderitaan ini, dia menikahi Lana. Namun, pada malam pernikahan mereka, Jehan dan Lana menandatangani perjanjian, setuju untuk bercerai setelah dua tahun. Apakah pernikahan ini benar-benar akan bertahan selama dua tahun? Apakah Jehan akan mengetahui bahwa istrinya bukanlah seorang putri kaya yang dimanjakan, melainkan seorang gadis desa yang sederhana? Antara pengejarnya yang gigih dan suaminya yang dingin, siapa yang akan dipilih Lana?

Bab 1 Pengantin Pengganti

Mobil pengantin yang dihias dengan cantik melaju ke sebuah vila yang sunyi sendirian. Seharusnya ini adalah hari yang membahagiakan, penuh dengan suka cita dan tawa. Akan tetapi, suasananya menyedihkan layaknya pemakaman.

Lana Rahayu memandang ke depan dengan dagu yang terangkat tinggi dan punggung tegak, berusaha terlihat tegar dan percaya diri. Dia ingat apa yang dikatakan ibunya, Arini Guritno, sebelum dia masuk ke mobil pengantin ini. "Jika kamu mempermalukan nama Keluarga Rahayu, aku akan menendang wanita tua itu dari rumah sakit."

Yang dimaksud Arini adalah nenek Lana. Meski Lana tahu dia dan neneknya tidak memiliki hubungan darah, dia tetap mencintai wanita itu dengan sepenuh hati.

Sebulan yang lalu, Lana hanyalah seorang gadis desa biasa.

Suatu hari, sekelompok pria berbaju hitam membawa polisi ke rumah Lana, mengatakan bahwa dia adalah putri dari Keluarga Rahayu yang telah hilang selama dua puluh tahun. Seseorang keliru membawa Lana pergi dari rumah sakit setelah dia lahir. Kini, orang tuanya mengetahui kebenaran itu dan ingin mengambil kembali Lana.

Lana memang selalu ingin bertemu kedua orang tuanya dan mendapatkan cinta serta perhatian mereka. Berpikir bahwa Tuhan akhirnya mendengar doanya, Lana memutuskan untuk ikut bersama para pria itu ke vila Keluarga Rahayu. Namun, hatinya tenggelam dalam kekecewaan ketika bertemu orang tua kandungnya, Arini dan Yudi Rahayu.

"Ini anak itu?" Arini memandangnya dari atas ke bawah, mengerutkan hidungnya dengan jijik. "Astaga, lihat kulitnya. Mengerikan. Beri dia perawatan tubuh terlebih dahulu."

Para pelayan segera membawa Lana ke sebuah kamar untuk melakukan perawatan kecantikan. Tempat tidur nyaman dan pijatan yang menenangkan membuatnya mengantuk. Saat matanya terpejam dan dia hampir tertidur, dia mendengar para pelayan saling berbisik.

"Apa ini gadis desa yang akan menggantikan Nona Saras menikah?"

"Ya. Kasihan sekali. Aku mendengar bahwa putra tertua dari Keluarga Sahid adalah pria lumpuh dan memiliki temperamen yang buruk. Sekarang, Keluarga Sahid berada di ambang kebangkrutan. Mereka meminjam uang di mana-mana. Nyonya Arini tidak ingin Nona Saras menderita, jadi dia membawa gadis desa ini kembali untuk menikah dengannya. Dia adalah pengantin pengganti."

"Yang kudengar, Nona Saras jatuh cinta dengan putra sulung dari Keluarga Lingga. Apa itu benar? Kalau begitu ceritanya, mengapa Tuan Yudi tidak membatalkan pertunangan dengan Keluarga Sahid saja?" tanya salah satu pelayan.

"Apa kamu bodoh? Tuan Yudi sangat peduli tentang citra dirinya di mata orang-orang. Bagaimana dia bisa membatalkan pertunangan dan mempermalukan dirinya sendiri?"

Mata Lana tiba-tiba terbuka. Perasaan ditipu merayap dari dasar perutnya dan amarah mengalir lewat nadi-nadinya. Saat itu juga, dia bangkit dan berjalan menuju pintu.

Dia ingin kembali ke desanya. Tempat ini bukanlah rumahnya. Mereka bukan orang tuanya! Mereka hanya menganggapnya sebagai seorang pengganti. Tidak lebih!

Tak disangka, ketika dia keluar dari kamar tersebut, dia melihat Arini sedang berdiri di depan pintu. Seolah-olah sudah mengantisipasi reaksi seperti itu dari Lana, Arini melemparkan sebuah hasil diagnosis padanya.

"Baca itu."

Lana mengerutkan kening dan mengambilnya. Hatinya langsung bergetar hebat ketika melihat nama yang tertera di sana.

Itu adalah neneknya. Dia didiagnosis menderita kardiomiopati primer stadium lanjut. Perkiraan biaya operasinya adalah satu miliar rupiah. Lana tertegun. Di mana dia bisa mendapatkan uang sebanyak itu?

"Jika kamu menggantikan Saras menikah dengan Keluarga Sahid, aku akan membayar biaya pengobatan wanita tua itu."

Wanita yang mengaku sebagai ibu kandung Lana ini bahkan tidak mau repot-repot berpura-pura baik padanya. Dia langsung mengusulkan sebuah kesepakatan, sangat yakin bahwa Lana akan melakukan apa saja untuk menyelamatkan nyawa neneknya.

"Nyonya, kita sudah sampai."

Mobil pengantin berhenti, dan suara sang pengemudi menyentak Lana dari lamunannya.

"Oke."

Dia buru-buru meraih ujung gaun pengantinnya dan merunduk keluar dari mobil. Sayangnya, kepalanya menabrak atap mobil. Dia mendongak dan melihat para pelayan menatapnya dengan ejekan. Melonggarkan cengkeramannya pada ujung gaun, dia memelototi mereka, lalu menarik napas dalam-dalam dan melangkah maju.

"Srek ...." Tumit sepatu hak tingginya yang tajam tidak sengaja menginjak ujung gaunnya, merobeknya.

Lana kehilangan keseimbangan dan jatuh ke belakang.

Dia memejamkan mata, menunggu punggungnya membentur tanah dengan keras. Namun, dia tidak kunjung merasakan sakit apa pun.

Lana membuka matanya dengan perlahan. Kerutan membentuk di dahinya ketika dia mendapati dirinya berada di pelukan pria yang tidak dikenalnya. Dia mengangkat wajah kecilnya dan menemukan mata dalam sang pria tertuju padanya.

Pria itu tampak muram. Dia duduk di kursi roda, mengenakan jas pernikahan. Saputangan sutra putih terlihat mengintip dari saku dadanya.

Apa pria ini adalah Jehan Sahid, calon suaminya?

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku