Gavin
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Gavin
Janjinya, Penjaranya
Romantis Di hari aku bebas dari penjara, tunanganku, Dion Sanjaya, sudah menungguku. Dia berjanji hidup kami akhirnya akan dimulai.
Tujuh tahun lalu, dia dan orang tuaku memohon agar aku mau menanggung kejahatan yang dilakukan oleh kakak angkatku, Keysha. Dia mabuk saat menyetir, menabrak seseorang, lalu kabur begitu saja.
Kata mereka, Keysha terlalu rapuh untuk dipenjara. Mereka menyebut hukuman tujuh tahunku sebagai pengorbanan kecil.
Tapi begitu kami tiba di rumah mewah keluarga, ponsel Dion berdering. Keysha sedang mengalami salah satu "masalahnya" lagi, dan Dion meninggalkanku sendirian di lobi megah untuk bergegas ke sisinya.
Kepala pelayan kemudian memberitahuku bahwa aku harus tinggal di gudang berdebu di lantai tiga. Perintah orang tuaku. Mereka tidak ingin aku membuat Keysha kesal saat dia kembali.
Selalu saja Keysha. Dialah alasan mereka mengambil dana beasiswa kuliahku, dan dialah alasan aku kehilangan tujuh tahun hidupku. Aku putri kandung mereka, tapi aku hanyalah alat yang bisa dipakai lalu dibuang.
Malam itu, sendirian di kamar sempit itu, sebuah ponsel murah pemberian seorang penjaga penjara bergetar karena ada email masuk. Itu adalah tawaran pekerjaan untuk posisi rahasia yang telah aku lamar delapan tahun lalu. Tawaran itu datang dengan identitas baru dan paket relokasi segera. Sebuah jalan keluar.
Dengan jari gemetar, aku mengetik balasanku.
"Saya terima." Anda mungkin suka
Gairah Liar Dibalik Jilbab
Gemoy Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku.
''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur.
''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur.
lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman.
''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku.
jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi .
Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri.
''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga.
Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku.
''Jangan nak... ibu mohon....
Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat.
Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............
Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat!
Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar.
Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar.
Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"