Bayangan Mafia Mengintai Setiap Nafasku

Bayangan Mafia Mengintai Setiap Nafasku

Maria Susan

5.0
Komentar
Penayangan
26
Bab

Terseret dalam lumpur gelap dunia mafia, aku bertekad mencari celah untuk keluar. Aku hanya ingin hidup damai, jauh dari kekacauan dan darah. Meski bercita-cita untuk dikenal, aku ingin dikenal tanpa harus tampil di depan sorotan. Ya, aku memang setertutup itu. Namun, takdir sepertinya punya selera humor yang kejam. Di tengah perjalanan kuliahku, ibuku memutuskan menikah dengan mantan bos besar mafia. Dan dari pernikahan itu, aku mendapat satu sosok yang tak pernah kuharapkan: Kaelion Verez Montefalco, pewaris tunggal dan kepala mafia Italia Selatan. Pria itu adalah badai dalam hidupku. Dia menjeratku dalam jaring yang tak bisa kuputus. Dia mengatur langkahku, mengubah arah mimpiku, bahkan menentukan napas yang boleh kuhela. Ke mana pun aku melarikan diri, dia selalu di sana-menatap, mengawasi, mengancam. Kaelion ingin aku tunduk pada aturannya. Dia dingin, kejam, dan terlalu terbiasa mendapatkan apa pun yang dia mau. Sementara aku berjuang untuk mempertahankan kebebasan, dia berjuang untuk menghancurkannya. Dan sebesar kebencianku padanya... sebesar itulah obsesi dia padaku.

Bayangan Mafia Mengintai Setiap Nafasku Bab 1 Aku selalu percaya hidupku akan berjalan

Aku selalu percaya hidupku akan berjalan dengan tenang. Impianku sederhana: belajar dengan serius, lulus tepat waktu, dan hidup jauh dari sorotan orang banyak. Aku tidak pernah menyangka, impian itu akan dihancurkan sebelum sempat kuselesaikan bab pertamanya.

Hari itu, udara di kota terasa panas, bahkan untuk musim semi. Aku berjalan di trotoar kampus, menenteng tas yang beratnya lebih karena buku daripada harapanku sendiri. Matahari menyorot di kaca mata hitamku, membuatku merasa lebih terisolasi dari dunia luar. Menjadi introvert bukan sekadar pilihan, tapi perlindungan. Aku ingin berada di balik layar, diam, tidak terlihat, tidak terdengar. Namun, diamku selalu diganggu oleh sesuatu yang lebih besar dari diriku sendiri-takdir, rupanya, dan keluargaku.

Ibu memutuskan menikah. Sekali lagi. Tapi kali ini bukan pria biasa. Aku melihat undangan pernikahan itu di meja makan, dengan huruf emas yang mewah, hampir seperti pengumuman publik tentang sebuah kerajaan. Nama pria itu, Kaelion Verez Montefalco, tidak asing bagi mereka yang mengikuti berita gelap dunia bawah tanah Italia Selatan. Dia bukan sekadar mantan mafia; dia adalah legenda yang hidup, pewaris dan kepala keluarga Montefalco. Dan kini dia menjadi saudara tiriku.

Rasanya seperti hidupku dilempar ke pusaran badai tanpa peringatan.

Pertama kali aku bertemu Kaelion, dia sudah menunggu di ruang tamu rumah baru ibu dengan senyum dingin yang membuat kulitku merinding. Tubuhnya tinggi, tegap, dengan mata yang mampu menembus kedalaman pikiranku. Rambutnya hitam seperti malam tanpa bulan, dan setiap gerakannya penuh kekuasaan. Aku sudah membaca banyak tentangnya-kisah-kisah kekejamannya, pengaruhnya, bahkan rumor bahwa dia bisa menghancurkan hidup seseorang hanya dengan bisikan. Dan kini, dia menatapku seolah menimbang apakah aku layak hidup di dunia yang sama dengannya.

"Jadi, ini kamu," ucapnya, suaranya rendah, bergetar tapi mengandung ancaman yang tak perlu dijelaskan. "Aku mendengar banyak hal tentangmu. Seseorang yang memilih diam di dunia yang berisik... menarik."

Aku menelan ludah. "Aku... hanya ingin fokus pada kuliah, Pak Kaelion."

Dia tersenyum, tapi senyum itu bukan senyum ramah. Itu senyum penguasa yang tahu kekuatan dan kelemahannya sendiri. "Fokus pada kuliah... atau fokus pada hidupmu? Kadang kedua hal itu bertentangan."

Sejak saat itu, hidupku tidak pernah sama. Kaelion selalu ada, entah di kampus ketika aku pulang, atau di rumah saat aku berharap bisa menikmati kesunyian. Dia hadir dalam mimpi-mimpiku, dan aku mulai menyadari bahwa setiap langkahku selalu diperhitungkan olehnya.

Ibu, tentu saja, tidak melihat apa yang kulihat. Bagi ibu, Kaelion adalah kebahagiaan terakhirnya, pria yang bisa membuatnya merasa aman dan diperhatikan. Aku mencoba tersenyum setiap kali mereka berbicara tentang masa depan mereka, tetapi hatiku seperti ditekan oleh sesuatu yang berat. Aku tidak bisa menjelaskan rasa takut itu kepada siapa pun, karena itu lebih dari sekadar rasa takut-itu adalah insting bertahan hidup.

Malam itu, aku duduk di kamar baru yang harus kutempati sejak ibu menikah. Pintu kamar berderit ketika aku menutupnya, dan aku menatap dinding kosong. Semua barangku masih terserak, tapi rasanya tidak ada yang benar-benar milikku lagi. Dunia ini terasa asing, bahkan rumah yang seharusnya memberiku kenyamanan kini terasa seperti labirin yang penuh pengawasan.

Tiba-tiba, pintu terbuka perlahan. Kaelion berdiri di ambang pintu, tangannya di saku celana hitamnya. "Tidakkah kamu ingin keluar dan berbicara? Dunia di luar kamar ini lebih menarik daripada yang kamu bayangkan."

Aku menatapnya, mencoba menyembunyikan rasa takutku. "Aku... capek, Pak Kaelion. Hari ini panjang."

Dia melangkah masuk, menutup pintu dengan lembut tapi tegas. Aroma parfum mahalnya memenuhi ruangan, campuran aroma kayu dan logam dingin. "Capek, ya? Kamu harus terbiasa. Dunia ini tidak memberi ruang untuk kelelahan. Setiap langkahmu akan diperhitungkan. Setiap keputusanmu bisa menjadi kelemahan atau kekuatan."

Aku menarik napas panjang. "Aku bukan bagian dari dunia ini. Aku hanya ingin... diam, belajar, hidup biasa."

Dia tertawa, tapi bukan tawa biasa. Itu tawa yang menusuk, seperti peringatan. "Biasa? Dunia ini tidak mengenal yang biasa. Kamu pikir karena kamu mahasiswa dan tinggal di rumah ibumu, kamu bisa bebas dari pengaruhku? Aku adalah bayangan yang selalu ada, apakah kamu suka atau tidak."

Kata-katanya seperti belenggu. Aku merasa kaki dan tanganku terikat oleh rantai yang tidak kasat mata. Dia bisa mengendalikan hidupku, bahkan tanpa menyentuhku. Dan aku tahu satu hal: menentangnya bukan pilihan.

Hari-hari berikutnya menjadi latihan bertahan hidup. Aku belajar kapan harus diam, kapan harus berbicara, kapan harus bergerak. Kaelion selalu tahu tempatku, selalu tahu siapa yang kuhubungi, selalu memiliki rencana cadangan untuk setiap langkahku. Bahkan teman-temanku yang sebelumnya aku anggap aman, kini mulai bertingkah aneh karena dia... hadir di mana-mana, entah bagaimana.

Sekali waktu, aku mencoba memberontak. Aku menolak ajakannya untuk makan malam bersama keluarga, memilih tetap di kamar membaca buku. Tapi dia muncul di balkon kamarku, berdiri di sana tanpa sepatah kata pun. Aku merasa matanya menembus dinding, menembus kaca, menembus pikiranku.

"Berdiam diri terlalu lama bisa berbahaya," ucapnya, akhirnya. "Dunia ini keras. Dan kamu... kamu harus lebih keras."

Aku menunduk, merasa seolah dunia ini menyempit. Aku membenci kehadirannya. Aku membenci cara dia menguasai ruang dan waktu. Tapi bersamaan dengan itu, aku merasa ada magnet yang tak bisa kuhindari, sesuatu yang membuatku ingin memahami pria ini, meskipun setiap pemahamanku datang dengan harga nyawa-atau setidaknya harga kebebasan.

Malam itu, aku menangis diam-diam di bantal. Aku menyadari satu hal: hidupku tidak akan pernah normal lagi. Tidak akan pernah damai. Semua mimpiku tentang ketenangan dan privasi kini hanyalah bayangan yang mudah hancur. Aku hidup di dunia yang dikuasai Kaelion Verez Montefalco, dan aku adalah pion di papan catur yang hanya dia pahami.

Hari demi hari, aku mulai merasakan sesuatu yang lebih kompleks daripada takut atau benci. Ada rasa penasaran yang tidak kuinginkan, rasa ingin tahu tentang pria yang tampaknya bisa menghancurkanku dengan satu senyuman. Dan aku mulai sadar, meskipun aku membencinya dengan seluruh hati, ada bagian dalam diriku yang ingin... memahami, ingin tahu, dan mungkin, pada titik tertentu, menentangnya dengan cara yang belum pernah kulakukan sebelumnya.

Namun saat itu, aku masih seorang gadis yang hanya ingin belajar dan hidup damai. Dan Kaelion, dengan segala kekuasaannya, telah mengambil semuanya dariku sebelum aku sempat bersiap.

Aku tahu satu hal: bertahan hidup bukan hanya soal menghindar. Aku harus belajar bergerak, merencanakan, dan berpikir lebih cepat daripada bayangan yang selalu mengikuti langkahku. Tapi bagaimana caranya mengalahkan seseorang yang selalu ada di mana-mana, seseorang yang sepertinya tahu segala hal tentangmu bahkan sebelum kau menyadarinya sendiri?

Itulah pertanyaan yang terus menghantui setiap detik hidupku, di setiap langkahku di rumah baru ini, di setiap napas yang kuhela, dan di setiap malam yang membuatku terjaga.

Aku tidak tahu bagaimana kisah ini akan berakhir. Aku tidak tahu apakah aku akan bisa keluar dari dunia yang Kaelion ciptakan untukku. Tapi satu hal yang pasti: aku tidak akan menyerah begitu saja. Karena meskipun aku hanyalah seorang gadis biasa, aku memiliki satu kekuatan yang mungkin dia remehkan: tekad untuk tetap hidup, tetap bebas, dan suatu hari, mungkin, menulis kembali nasibku sendiri.

Dan itu adalah awal dari segalanya.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Maria Susan

Selebihnya
Jangan Pernah Mengkhianatiku

Jangan Pernah Mengkhianatiku

Romantis

5.0

Arvella Siregar adalah seorang perempuan yang hidupnya hancur karena pengkhianatan dan kekejaman suaminya, Rivan Kresna. Penyiksaan yang ia alami tak hanya meninggalkan bekas fisik yang sulit disembuhkan, tapi juga trauma yang menghantui pikirannya. Suatu malam, Arvella memutuskan melarikan diri dari kehidupan yang penuh kegelapan itu, hingga ia tersesat di tengah hutan belantara yang asing baginya. Di tengah kesunyian hutan yang menakutkan, Arvella diselamatkan oleh seorang lelaki misterius bernama Kael Mahendra. Kael, sosok pendiam namun kuat, memiliki kemampuan bertahan hidup yang luar biasa di alam liar. Dengan bantuan Kael, Arvella mulai belajar menyesuaikan diri dengan kerasnya kehidupan di hutan, dari membangun tempat berteduh hingga mencari makan dan menghindari bahaya. Perlahan, luka batin Arvella mulai mendapatkan sedikit ketenangan, meski bayang-bayang masa lalunya tetap menghantuinya. Seiring waktu, Arvella bertemu dengan kelompok orang-orang yang memiliki kemampuan unik-ada yang ahli beladiri, ada yang memiliki naluri tajam, bahkan beberapa mampu membaca bahasa alam. Bersama mereka, Arvella belajar lebih dari sekadar bertahan hidup: ia belajar menjadi tangguh, mandiri, dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. Namun, hutan belantara bukan satu-satunya tempat yang menyimpan rahasia. Arvella menemukan fakta mengejutkan: kecelakaan yang menimpa dirinya saat masih bayi dan kematian kedua orang tuanya ternyata bukan kebetulan. Semua itu adalah hasil dari rencana jahat seseorang yang ingin menghapus seluruh keluarganya. Lambat laun, potongan-potongan kebenaran mulai terkuak, dan benih dendam tumbuh di dalam diri Arvella. Ditemani Kael, yang tanpa sadar telah mencuri hatinya, Arvella bersiap menghadapi dunia yang kejam di luar hutan. Dengan tekad membara, ia menyiapkan diri untuk membalas dendam atas kematian orang tuanya, meski nyawanya sendiri menjadi taruhan. Setiap langkah membawa Arvella lebih dekat pada jawaban tentang asal-usulnya, sekaligus menempatkannya dalam konflik yang berbahaya dengan musuh-musuh yang kuat dan licik. Perjalanan Arvella adalah tentang menemukan kekuatan, menghadapi luka masa lalu, dan menentukan nasibnya sendiri-sebuah perjalanan yang akan mengubahnya dari seorang korban menjadi sosok perempuan tangguh yang tak bisa dipandang remeh.

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy
5.0

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gairah Liar Dibalik Jilbab

Gemoy
5.0

Kami berdua beberapa saat terdiam sejanak , lalu kulihat arman membuka lilitan handuk di tubuhnya, dan handuk itu terjatuh kelantai, sehingga kini Arman telanjang bulat di depanku. ''bu sebenarnya arman telah bosan hanya olah raga jari saja, sebelum arman berangkat ke Jakarta meninggalkan ibu, arman ingin mencicipi tubuh ibu'' ucap anakku sambil mendorong tubuhku sehingga aku terjatuh di atas tempat tidur. ''bruuugs'' aku tejatuh di atas tempat tidur. lalu arman langsung menerkam tubuhku , laksana harimau menerkam mangsanya , dan mencium bibirku. aku pun berontak , sekuat tenaga aku berusaha melepaskan pelukan arman. ''arman jangan nak.....ini ibumu sayang'' ucapku tapi arman terus mencium bibirku. jangan di lakukan ini ibu nak...'' ucapku lagi . Aku memekik ketika tangan arman meremas kedua buah payudaraku, aku pun masih Aku merasakan jemarinya menekan selangkanganku, sementara itu tongkatnya arman sudah benar-benar tegak berdiri. ''Kayanya ibu sudah terangsang yaa''? dia menggodaku, berbisik di telinga. Aku menggeleng lemah, ''tidaaak....,Aahkk...., lepaskan ibu nak..., aaahk.....ooughs....., cukup sayang lepaskan ibu ini dosa nak...'' aku memohon tapi tak sungguh-sungguh berusaha menghentikan perbuatan yang di lakukan anakku terhadapku. ''Jangan nak... ibu mohon.... Tapi tak lama kemudian tiba-tiba arman memangut bibirku,meredam suaraku dengan memangut bibir merahku, menghisap dengan perlahan membuatku kaget sekaligus terbawa syahwatku semakin meningkat. Oh Tuhan... dia mencium bibirku, menghisap mulutku begitu lembut, aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya, Suamiku tak pernah melakukannya seenak ini, tapi dia... Aahkk... dia hanya anakku, tapi dia bisa membuatku merasa nyaman seperti ini, dan lagi............ Oohkk...oooohhkkk..... Tubuhku menggeliat! Kenapa dengan diriku ini, ciuman arman terasa begitu menyentuh, penuh perasaan dan sangat bergairah. "Aahkk... aaahhk,," Tangan itu, kumohooon jangan naik lagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aahkk... hentikan, cairanku sudah keluar. Lidah arman anakku menari-nari, melakukan gerakan naik turun dan terkadang melingkar. Kemudian kurasakan lidahnya menyeruak masuk kedalam vaginaku, dan menari-nari di sana membuatku semakin tidak tahan. "Aaahkk... Nak....!"

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Bayangan Mafia Mengintai Setiap Nafasku Bayangan Mafia Mengintai Setiap Nafasku Maria Susan Romantis
“Terseret dalam lumpur gelap dunia mafia, aku bertekad mencari celah untuk keluar. Aku hanya ingin hidup damai, jauh dari kekacauan dan darah. Meski bercita-cita untuk dikenal, aku ingin dikenal tanpa harus tampil di depan sorotan. Ya, aku memang setertutup itu. Namun, takdir sepertinya punya selera humor yang kejam. Di tengah perjalanan kuliahku, ibuku memutuskan menikah dengan mantan bos besar mafia. Dan dari pernikahan itu, aku mendapat satu sosok yang tak pernah kuharapkan: Kaelion Verez Montefalco, pewaris tunggal dan kepala mafia Italia Selatan. Pria itu adalah badai dalam hidupku. Dia menjeratku dalam jaring yang tak bisa kuputus. Dia mengatur langkahku, mengubah arah mimpiku, bahkan menentukan napas yang boleh kuhela. Ke mana pun aku melarikan diri, dia selalu di sana-menatap, mengawasi, mengancam. Kaelion ingin aku tunduk pada aturannya. Dia dingin, kejam, dan terlalu terbiasa mendapatkan apa pun yang dia mau. Sementara aku berjuang untuk mempertahankan kebebasan, dia berjuang untuk menghancurkannya. Dan sebesar kebencianku padanya... sebesar itulah obsesi dia padaku.”
1

Bab 1 Aku selalu percaya hidupku akan berjalan

29/10/2025

2

Bab 2 langkahku terasa diawasi

29/10/2025

3

Bab 3 perhatian tanpa harus bersuara

29/10/2025

4

Bab 4 bayangan yang selalu mengintai

29/10/2025

5

Bab 5 wartawan kampus mondar-mandir

29/10/2025

6

Bab 6 serpihan kaca

29/10/2025

7

Bab 7 mengizinkan kelemahan

29/10/2025

8

Bab 8 garam laut bercampur jadi satu

29/10/2025

9

Bab 9 Aku tidak tahu harus percaya pada siapa lagi

29/10/2025

10

Bab 10 Ini bukan main-main

29/10/2025

11

Bab 11 Suasana sepi

29/10/2025

12

Bab 12 memeriksa setiap bayangan

29/10/2025

13

Bab 13 semalam telah membuat jalanan licin

29/10/2025

14

Bab 14 tidak akan membiarkan siapa pun

29/10/2025

15

Bab 15 risiko tinggi

29/10/2025

16

Bab 16 tangannya mengepal di pinggang

29/10/2025

17

Bab 17 gangguan

29/10/2025

18

Bab 18 mulai pulih

29/10/2025

19

Bab 19 lusuh

29/10/2025

20

Bab 20 Anak itu duduk di lantai dekatnya

29/10/2025

21

Bab 21 menjaga yang mereka cintai

29/10/2025

22

Bab 22 pengkhianat

29/10/2025

23

Bab 23 sangat sulit diprediksi

29/10/2025

24

Bab 24 pojok ruangan

29/10/2025

25

Bab 25 bisa jatuh ke tangan mereka

29/10/2025

26

Bab 26 Segalanya terkendali

29/10/2025