“Terseret dalam lumpur gelap dunia mafia, aku bertekad mencari celah untuk keluar. Aku hanya ingin hidup damai, jauh dari kekacauan dan darah. Meski bercita-cita untuk dikenal, aku ingin dikenal tanpa harus tampil di depan sorotan. Ya, aku memang setertutup itu. Namun, takdir sepertinya punya selera humor yang kejam. Di tengah perjalanan kuliahku, ibuku memutuskan menikah dengan mantan bos besar mafia. Dan dari pernikahan itu, aku mendapat satu sosok yang tak pernah kuharapkan: Kaelion Verez Montefalco, pewaris tunggal dan kepala mafia Italia Selatan. Pria itu adalah badai dalam hidupku. Dia menjeratku dalam jaring yang tak bisa kuputus. Dia mengatur langkahku, mengubah arah mimpiku, bahkan menentukan napas yang boleh kuhela. Ke mana pun aku melarikan diri, dia selalu di sana-menatap, mengawasi, mengancam. Kaelion ingin aku tunduk pada aturannya. Dia dingin, kejam, dan terlalu terbiasa mendapatkan apa pun yang dia mau. Sementara aku berjuang untuk mempertahankan kebebasan, dia berjuang untuk menghancurkannya. Dan sebesar kebencianku padanya... sebesar itulah obsesi dia padaku.”