icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Bayangan Mafia Mengintai Setiap Nafasku

Bab 3 perhatian tanpa harus bersuara

Jumlah Kata:2038    |    Dirilis Pada: 29/10/2025

ma itu tak mampu menenangkan Nina. Ia duduk di tepi ranjang, menatap jendela kamarnya, mencoba menyerap c

utus kapan saja. Setiap gerakannya selalu diperhatikan, setiap kata yang diucapkan selalu dianalis

nti di dapur saat melihat Kaelion sedang berdiri di samping meja makan, menatapnya dengan tatapan yang sama dinginnya s

a, suara rendah namun jelas, s

nyikan kegugupannya. "Hanya... banya

menantang. Tapi jangan lupa, setiap tantangan adalah pelajaran. Da

mencoba duduk dengan santai, tapi ketegangan tidak hilang. Setiap ger

pengawasan Kaelion. Namun, setiap sudut kota terasa asing, bahkan di tempat-tempat yang sebelumnya familia

Suara riuh pengunjung kafe terasa jauh, namun pikirannya tetap kacau. Ia memikirkan Kaelion, tentang

t muncul: "Jangan biarkan dirimu lengah, Ni

tan; itu adalah pengingat bahwa hidupnya tidak lagi miliknya sendiri. Ia menutup ponsel

u di teras, dengan dua gelas teh hangat di tangannya. Ia tid

, suaranya rendah dan berat. "Dunia ini berbahaya, Nina

ngan. Ia ingin menolak, ingin menyingkir, tapi sesuatu dalam dirinya men

cukup. Kamu harus memahami. Kamu harus belajar membaca tanda-tanda, merasakan

a mengatur bisnis, dan bagaimana ia mempertahankan kendali atas setiap orang di sekitarnya. Semua itu membingungkan sekaligus menakutka

an. Hujan gerimis mulai turun lagi, menciptakan suara lembut di atap rumah. Ka

ndah. "Seolah mencari sesuatu yang tidak ada. Dunia di luar ti

efinisikan-takut, marah, penasaran, dan sesuatu yang lain

ngkah pertama. Tapi memahami tanpa bertindak tidak ada artinya. Kamu harus belajar bert

hatinya, ada sesuatu yang mulai tumbuh: keberanian untuk menghadapi dunia ini, keberanian untuk menghada

engan lebih teliti-cara ia berjalan, cara ia berbicara, cara matanya bergerak ketika ia memperhatikan sesuatu. Se

di dunia ini. Kaelion selalu ada, selalu mengawasi, selalu menguji. Tapi aku tahu satu hal: aku harus men

uan yang ia rasakan di dalam. Namun di tengah semua itu, satu tekad tetap hidup dalam hatinya: untuk ti

. Ia membenci pengaruhnya, tapi di saat yang sama, ia ingin memahami pria ini-ingin tahu motivasinya, ingin tahu batasnya, dan en

rtahan, ia harus belajar, harus memahami, dan harus menemukan kekuatannya sendiri. Dan di sanalah ia mulai menyadari bahwa hid

kopi atau suara langkah Kaelion akan mengisi udara sebelum matahari sepenuhnya muncul. Hari ini, seolah

is, dan menarik napas panjang. Dunia di luar jendela tampak tenang, tapi hatinya tahu b

di, menatap dirinya di cermin, dan menyadari satu hal: ia semakin kuat. Hari-hari penuh tekanan, pengawasan, dan i

ngkah berat di lantai atas, ia tersadar bahwa Kaelion telah bangun lebih awal darinya. Pintu ruang makan terbuka perlah

rendah tapi tegas, membawa nada peringatan. "Tapi ket

a ingin sarapan sebelum memul

atas meja. "Sarapan adalah awal hari, bukan sekadar makanan. Setiap pilihanmu hari ini akan menentukan a

annya, tapi di balik itu ada sesuatu yang mulai muncul: kesadaran bahwa ia tidak bisa terus-meneru

a, ia bisa mendengar suara halus halaman yang dibuka, aroma kertas lama, dan bisikan pengunjung lain yang sibuk mem

ia itu, setiap tatapan yang menusuk, setiap peringatan yang seolah mengajarkan pelajaran tersembunyi. Ia sadar satu hal: Kaelion

kat muncul: "Jangan lupa, dunia ini selalu menunggu

i juga pengingat bahwa hidupnya telah berubah. Ia menutup ponsel, mencoba mengatur napas,

ang kerja dengan buku tebal di tangannya. Ia menatap Nina s

kubayangkan," ucapnya, suara renda

jar... banyak hal. Tentang dunia, tentang diri sendiri, d

sudut, bukan hanya dari satu perspektif. Dan kamu harus siap menghadapi yang tidak

membaca ekspresi, memahami bahasa tubuh, mengenali tanda-tanda bahaya sebelum muncul. Semua itu

ra segar. Tapi langkahnya terhenti saat mendengar langkah berat di belakangnya. Ia menoleh, dan Kae

i penuh risiko, bahkan di tempat yang terlihat aman. Aku di sini bu

. ingin belajar menghadapi

belajar membaca orang, membaca situasi, dan menilai kapan harus bertin

ahan, penasaran, dan rasa ingin tahu yang semakin kuat terhadap Kaelion. Ia menyadari satu hal penting:

ajar membaca Kaelion, memahami gerakannya, bahkan memprediksi reaksinya dalam situasi t

kon, memandangi hujan, ketika Kaelion muncul di sampingnya dengan dua cangkir teh hangat.

ini keras. Tapi aku percaya, jika kamu mau belajar, kamu b

penasaran, dan sesuatu yang sulit ia definisikan. "Aku

ulit diabaikan. "Kadang pilihan itu bukan milikmu. Kadang dunia memili

i Kaelion-baik sebagai musuh, guru, atau teka-teki yang harus dipecahkan. Dan di sanalah ia mulai menyadari bahwa kekuatan sejati buk

iri sendiri: "Aku akan bertahan. Aku akan belajar. Dan suatu hari, ak

alah ujian, setiap langkah adalah pertarungan, dan setiap detik adalah pe

uk menemukan cara agar bebas, meskipun dunia di sekitarnya terasa semakin g

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Bayangan Mafia Mengintai Setiap Nafasku
Bayangan Mafia Mengintai Setiap Nafasku
“Terseret dalam lumpur gelap dunia mafia, aku bertekad mencari celah untuk keluar. Aku hanya ingin hidup damai, jauh dari kekacauan dan darah. Meski bercita-cita untuk dikenal, aku ingin dikenal tanpa harus tampil di depan sorotan. Ya, aku memang setertutup itu. Namun, takdir sepertinya punya selera humor yang kejam. Di tengah perjalanan kuliahku, ibuku memutuskan menikah dengan mantan bos besar mafia. Dan dari pernikahan itu, aku mendapat satu sosok yang tak pernah kuharapkan: Kaelion Verez Montefalco, pewaris tunggal dan kepala mafia Italia Selatan. Pria itu adalah badai dalam hidupku. Dia menjeratku dalam jaring yang tak bisa kuputus. Dia mengatur langkahku, mengubah arah mimpiku, bahkan menentukan napas yang boleh kuhela. Ke mana pun aku melarikan diri, dia selalu di sana-menatap, mengawasi, mengancam. Kaelion ingin aku tunduk pada aturannya. Dia dingin, kejam, dan terlalu terbiasa mendapatkan apa pun yang dia mau. Sementara aku berjuang untuk mempertahankan kebebasan, dia berjuang untuk menghancurkannya. Dan sebesar kebencianku padanya... sebesar itulah obsesi dia padaku.”
1 Bab 1 Aku selalu percaya hidupku akan berjalan2 Bab 2 langkahku terasa diawasi3 Bab 3 perhatian tanpa harus bersuara4 Bab 4 bayangan yang selalu mengintai5 Bab 5 wartawan kampus mondar-mandir6 Bab 6 serpihan kaca7 Bab 7 mengizinkan kelemahan8 Bab 8 garam laut bercampur jadi satu9 Bab 9 Aku tidak tahu harus percaya pada siapa lagi10 Bab 10 Ini bukan main-main11 Bab 11 Suasana sepi12 Bab 12 memeriksa setiap bayangan13 Bab 13 semalam telah membuat jalanan licin14 Bab 14 tidak akan membiarkan siapa pun15 Bab 15 risiko tinggi16 Bab 16 tangannya mengepal di pinggang17 Bab 17 gangguan18 Bab 18 mulai pulih19 Bab 19 lusuh20 Bab 20 Anak itu duduk di lantai dekatnya21 Bab 21 menjaga yang mereka cintai22 Bab 22 pengkhianat23 Bab 23 sangat sulit diprediksi24 Bab 24 pojok ruangan25 Bab 25 bisa jatuh ke tangan mereka26 Bab 26 Segalanya terkendali