5.0
Komentar
1.9K
Penayangan
48
Bab

Merasa asing dengan keluarganya sendiri, bahkan di kucilkan setiap hari dan dianggap layaknya seorang pembantu. Ini bukanlah tentang cinderela yang hidup bersama ibu dan saudara tirinya, melainkan ini tentang Maudy, seorang gadis berhati malaikat. Kematian adiknya membuat Maudy merasakan kehidupan seperti di neraka, bagaimana dia harus menerima kebencian dari keluarganya sendiri. Maudy hampir dibuat menyerah oleh semesta yang tak pernah berpihak adil kepadanya, sampai kedatangan Devian yang mampu mewarnai kegalapan dalam hidupnya. Namun, semesta kembali tak berpihak kepadanya. Di mana dirinya harus merelakan Devian dengan saudara kembarnya, Maura. Maudy harus bertahan sendirian dengan penyakit mematikan di tubuhnya, ada harapan di hati kecilnya Maudy ingin kembali merasakan kasih sayang dari orang tuanya. Yang sekian lama tidak dapat dia rasakan, Maudy berharap di akhir hidupnya dia dapat merasakan itu semua.

DEVIAN Bab 1 Pertengkaran Pagi Hari

Pagi ini seperti pagi biasanya, pagi yang sangat engan untuk dia terbangun. Maudy segera masuk kamar mandi sebelum dia di marahi.

Tok Tok Tok

Ketukan yang tidak biasa mulai dia dengar membuat Maudy memutar bola mata malas. "Masih mandi nanti juga Maudy bersihin!" teriaknya dari dalam.

Maudy terdiam setelah tak lagi mendengar suara dari luar, dia memejamkan matanya membiarkan bulir-bulir air mulai membasahi tubuhnya.

Dia lelah dengan ini semua, tapi dia tetap bertahan entah sampai kapan mereka memperlakukan dirinya dengan seenaknya.

"Gue anaknya atau babunya sih!" kekehnya miris. Maudy mengusap kasar air matanya, dia tidak sudi membuang air matanya begitu saja.

Maudy menyudahi acara mandinya segera berganti, dan mulai membersihkan kamarnya setelah itu dia turun.

Tanpa melihat ke arah mereka yang tengah tertawa, layaknya keluarga harmonis tidak dengan dirinya yang menjadi babu untuk membersihkan rumah sendiri.

"Maudy, sini makan dulu!" Itu adalah suara dari papanya, mungkin di antara mereka papanya masih sedikit perduli dengannya.

"Nggak usah pa, nanti Maudy makan di sekolah aja. Lagian belum selesai bersih-bersihnya nanti Maudy telat kalau harus makan dulu!" ucapnya dengan tersenyum tipis.

Bagas, papa Maudy hanya mengangguk dan kembali melanjutkan acara makannya. Secepat mungkin Maudy melakukan tugasnya. "Akhirnya selesai juga!"

"Maudy berangkat dulu!" ucap Maudy akan menyalami mereka, hanya Bagas yang menerima uluran tangannya sedangkan mamanya menghempasnya begitu saja.

"Gak usah sentuh tangan saya! kalau kamu mau berangkat yaudah berangkat aja lagian nggak ada yang perduli sama kamu!" sinis mamanya.

Maudy mengangguk singkat dia langsung pergi namun sebelumnya dia sempat berbalik lagi menatap ke arah mamanya.

"Pasti nanti mama perduli, dan Maudy akan nunggu hari itu tiba!" Maudy tersenyum tipis sebelum melanjutkan langkahnya pergi.

****

Maudy berjalan santai menuju kelasnya, mengulas senyum untuk menyapa orang-orang yang dia kenal.

Namun begitu matanya menatap segerombolan anak laki-laki di depan kelasnya membuat Maudy memutar bola mata malas.

"Minggir lo, halangin jalan gue aja!" cetusnya. Mendorong bahu lekaki itu kasar, yang didorong bukannya kesal malah terkekeh geli.

"Galak amat sih, lo. Perasaan gue gak pernah buat salah apa-apa sama lo, tapi lo setiap kali ketemu gue bawaannya sensi mulu, lagi dapet lo!" kekeh Devian dan teman-temannya.

Maudy tersenyum sinis, menatap tajam ke arah mereka semua. "Lo sendiri, nggak bosen gangguin gue mulu. Suka lo sama gue!" ujarnya tak santai.

"Ngarep banget lo, haha!" Mereka semua tertawa terbahak seakan puas membuat kesal Maudy.

Maudy membuang nafas kasar, masih dia tahan keinginannya untuk menabok muka menyebalkan Devian.

"Maudy!" Gadis itu berbalik kala melihat dua gadis yang tengah melambai ke arahnya, syukurlah kedua temannya telah datang.

"Ngapain gak masuk?" tanya Valen, sembari merangkul bahu Maudy.

"Gara-gara dia gue gak masuk!" ucap Maudy, sembari melirik Devian kesal.

"Oh, tenang gue bantu!" ucap Valen dengan tertawa kecil, dia berbalik menatap satu persatu teman-teman Devian yang tengah duduk di sana.

Dan berhenti pada satu lelaki yang tengah tersenyum manis ke arahnya. "Mantan, bantuin gue dong!" ucapnya pada Angga.

"Gue bantuin asal lo mau balikan sama gue!" balas Angga santai, lelaki tengil itu menaik turunkan alisnya menggoda Valen.

"Oke!"

"H-hah? serius? lo mau balikan sama gue?" Angga tergagap, dia tentu saja tak percaya. Berbulan-bulan Angga mengejar untuk mengajaknya balikan namun Valen terus menolaknya mentah-mentah.

Dan sekarang?!!

"Iya buruan!" sahut Valen kesal.

Layaknya orang bodoh, Angga mengangguk cepat segera menghampiri Devian dan menatap garang ke arahnya.

"Woi, lo!" sentaknya.

"Apa!" Devian menatapnya tajam.

"Bantuin gue lah anying! minggir lo, biar gue bisa balikan sama my baby Valen!" ucapnya memohon, dengan wajah seperti orang kebelet boker.

Mereka semua meledakkan tawanya melihat wajah Angga. Sedangkan satu teman Maudy lagi sudah bergelayut manja di lengan pacarnya.

"Sayang, aku mau masuk. Belum kerjain pr tadi!" ucap gadis itu manja.

Satu teman Devian yang paling bucin itu bernama Kevin, dia tersenyum mengusap kepala gadis itu gemas. "Ayo!" ajaknya.

Angga melongo kala melihat Devian membiarkan kedua orang itu masuk begitu saja lalu menghalanginya lagi saat Maudy akan ikut masuk.

"Maudy aku duluan!" ucap gadis itu merasa tak enak, Maudy mengangguk singkat.

Tatapannya menajam menatap ke arah Devian garang. "Gak usah buat gue main kasar sama lo ya, Dev!" ujar Maudy garang.

"Gue lebih suka yang kasar, enak aja!" ucapnya ambigu.

"Ck, lo mau kita balikan atau enggak!" Valen menyahut menatap Angga kesal.

"Ya ini lagi usaha, by!" Angga menarik-narik seragam Devian layaknya seorang anak yang ingin sesuatu.

"Dev, biarin mereka masuk elah! bantuin gue balikan kek." Devian bergumam singkat.

"Lo, masuk aja! biar dia sama gue." Tunjuknya pada Maudy.

Valen menggeleng tegas. "Gue masuk, Maudy juga harus masuk. Lagian lo siapa sih, hah! ngelarang kita buat masuk!"

"Gue? lo gak tau siapa gue?" ucap Devian sombong. Sembari menyugar rambutnya ke belakang.

"Jelasin, Gar!" ujarnya.

"Dia? ck, masa lo gak tau siapa dia? dia itu BEBAN KELUARGA. Haha!" Mereka semua kembali meledakkan tawanya.

Membuat Devian kesal, matanya menatap lekat ke arah Maudy yang sudah ancang-ancang akan memukulnya.

"Kalau lo mau masuk, syaratnya gampang. Lo tinggal jadi pacar gue aja!"

"Pacar lo? oke. Gue mau jadi pacar lo, kalau lo bisa nggak bernafas satu jam!" ucapnya santai.

Maudy maju, mengikis jarak diantara mereka, tangannya terulur menepuk pipi Devian lumayan kenceng.

"Gak usah ngimpi buat jadi pacar gue, karena sampai kapan pun gue gak akan sudi punya pacar modelan kayak lo!"

"Lo kayak tau aja kalau lo gak bakal jadi pacar gue. Nggak ada yang nggak mungkin di dunia ini, kalau lo sampai jadi pacar gue gimana, hm?"

"Kalau sampai itu terjadi, itu artinya gue bodoh! karena cuma cewek tolol aja yang mau sama lo, minggir!" Maudy mendorong kasar bahu Devian sampai dia berhasil masuk ke dalam kelas.

"Eh, by!" Angga menahan tangan Valen membuat gadis itu menatapnya kesal, menyentak tangannya pelan.

"Apa!"

"Kita jadi balikan kan?" tanya Angga dengan binar di matanya.

"Iya, dalam mimpi lo!" cetusnya lalu masuk ke dalam kelas.

Haha

Mereka semua menertawakan nasib Angga, membuat lelaki itu mendengus kesal.

"Aelah mantan masih aja lo perjuangin, cari lain kek!" sahut Edgar.

"Gak. Gue udah terlanjur cinta sama dia, dan gue bakal perjuangin sampai dia terima gue lagi!" ucapnya serius.

"Berjuang apa lo? sok-sokan berjuang tapi tiap hari ngajakin jalan cewek lain. Lawak lo!" sahut Edgar kembali menertawakan Angga.

"Ya, ya itu kan pelampiasan aj--"

"Oh, jadi selama ini kamu jadiin aku pelampiasan!" Ucapan Angga terpotong kala mendengar suara gadis di belakanganya.

"Eh, e-enggak gitu!"

Plak!

"Kita putus!"

Setelah memberi tamparan kepada Angga gadis itu pergi begitu saja, meninggalkan tawa yang kembali datang menertawakan Angga.

"Haha, goblok!"

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh NabilaPutrii

Selebihnya

Buku serupa

Patah Hati Mendatangkan Pria yang Tepat

Patah Hati Mendatangkan Pria yang Tepat

Renell Lezama
5.0

Tunangan Lena adalah pria yang menyerupai iblis. Dia tidak hanya berbohong padanya tetapi juga tidur dengan ibu tirinya, bersekongkol untuk mengambil kekayaan keluarganya, dan kemudian menjebaknya untuk berhubungan seks dengan orang asing. Untuk mencegah rencana jahat pria itu, Lena memutuskan untuk mencari seorang pria untuk mengganggu pesta pertunangannya dan mempermalukan bajingan yang selingkuh itu. Tidak pernah dia membayangkan bahwa dia akan bertemu dengan orang asing yang sangat tampan yang sangat dia butuhkan. Di pesta pertunangan, pria itu dengan berani menyatakan bahwa dia adalah wanitanya. Lena mengira dia hanya pria miskin yang menginginkan uangnya. Akan tetapi, begitu mereka memulai hubungan palsu mereka, dia menyadari bahwa keberuntungan terus menghampirinya. Dia pikir mereka akan berpisah setelah pesta pertunangan, tetapi pria ini tetap di sisinya. "Kita harus tetap bersama, Lena. Ingat, aku sekarang tunanganmu." "Delon, kamu bersamaku karena uangku, bukan?" Lena bertanya, menyipitkan matanya padanya. Delon terkejut dengan tuduhan itu. Bagaimana mungkin dia, pewaris Keluarga Winata dan CEO Grup Vit, bersamanya demi uang? Dia mengendalikan lebih dari setengah ekonomi kota. Uang bukanlah masalah baginya! Keduanya semakin dekat dan dekat. Suatu hari, Lena akhirnya menyadari bahwa Delon sebenarnya adalah orang asing yang pernah tidur dengannya berbulan-bulan yang lalu. Apakah kesadaran ini akan mengubah hal-hal di antara mereka? Untuk lebih baik atau lebih buruk?

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Cerita _46
5.0

Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitnya pelan. Dia mendekat tanpa suara, aura panasnya menyapu seluruh tubuhku. Kedua tangannya menyentuh pahaku, lalu perlahan membuka kakiku. Aku menahan napas. Tubuhku sudah siap bahkan sebelum dia benar-benar menyentuhku. Saat wajahnya menunduk, bibirnya mendarat di perutku, lalu turun sedikit, menggodaku, lalu kembali naik dengan gerakan menyapu lembut. Dia sampai di dadaku. Salah satu tangannya mengusap lembut bagian kiriku, sementara bibirnya mengecup yang kanan. Ciumannya perlahan, hangat, dan basah. Dia tidak terburu-buru. Lidahnya menjilat putingku dengan lingkaran kecil, membuatku menggeliat. Aku memejamkan mata, bibirku terbuka, dan desahan pelan keluar begitu saja. Jemarinya mulai memijit lembut sisi payudaraku, lalu mencubit halus bagian paling sensitif itu. Aku mendesah lebih keras. "Aku suka ini," bisiknya, lalu menyedot putingku cukup keras sampai aku mengerang. Aku mencengkeram seprai, tubuhku menegang karena kenikmatan itu begitu dalam. Setiap tarikan dan jilatan dari mulutnya terasa seperti aliran listrik yang menyebar ke seluruh tubuhku. Dia berpindah ke sisi lain, memberikan perhatian yang sama. Putingku yang basah karena air liurnya terasa lebih sensitif, dan ketika ia meniup pelan sambil menatapku dari bawah, aku tak tahan lagi. Kakiku meremas sprei, tubuhku menegang, dan aku menggigit bibirku kuat-kuat. Aku ingin menarik kepalanya, menahannya di sana, memaksanya untuk terus melakukannya. "Jangan berhenti..." bisikku dengan napas yang nyaris tak teratur. Dia hanya tertawa pelan, lalu melanjutkan, makin dalam, makin kuat, dan makin membuatku lupa dunia.

Harga Diriku 10 Juta Per Malam

Harga Diriku 10 Juta Per Malam

Ali Subhan
5.0

Arabella Alexandro adalah seorang mahasiswi yang dihadapkan pada kenyataan pahit. Demi membiayai kuliahnya, sewa kos, dan melunasi utang orang tuanya yang mencapai miliaran rupiah-sementara kedua orang tuanya telah tiada dan keluarga besar enggan membantu-Arabella terpaksa menjalani kehidupan ganda. Setiap malam, ia menjelma menjadi seorang wanita penghibur di sebuah diskotek, menemani "Om-om" hidung belang demi lembaran uang yang bisa menyelamatkan masa depannya dari jurang kehancuran. Hidup Arabella adalah pergulatan konstan antara ambisi pendidikan dan kerasnya tuntutan finansial. Setiap sen yang ia dapatkan dari pekerjaan malamnya adalah hasil dari pengorbanan dan kepedihan yang tersembunyi di balik senyum palsunya. Ia terus berjuang sendirian, tanpa ada sandaran, di tengah gemerlap dunia malam yang penuh tipuan. Suatu malam, takdir mempertemukannya dengan Arkan Stevanno Orlando, seorang CEO muda yang dikenal sebagai salah satu pengusaha terkaya di kota itu. Arkan, yang tertarik pada pesona Arabella, mem-booking-nya untuk satu malam. Pertemuan ini tidak hanya sekadar transaksi, tetapi menjadi awal dari sesuatu yang tak terduga. Di balik kemewahan dan reputasinya, Arkan mungkin melihat lebih dari sekadar wanita penghibur dalam diri Arabella. Lalu, bagaimana kelanjutan kisah Arabella dan Arkan? Akankah pertemuan ini membawa Arabella keluar dari belenggu kehidupannya yang gelap, atau justru menyeretnya ke dalam masalah yang lebih kompleks?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
DEVIAN DEVIAN NabilaPutrii Anak muda
“Merasa asing dengan keluarganya sendiri, bahkan di kucilkan setiap hari dan dianggap layaknya seorang pembantu. Ini bukanlah tentang cinderela yang hidup bersama ibu dan saudara tirinya, melainkan ini tentang Maudy, seorang gadis berhati malaikat. Kematian adiknya membuat Maudy merasakan kehidupan seperti di neraka, bagaimana dia harus menerima kebencian dari keluarganya sendiri. Maudy hampir dibuat menyerah oleh semesta yang tak pernah berpihak adil kepadanya, sampai kedatangan Devian yang mampu mewarnai kegalapan dalam hidupnya. Namun, semesta kembali tak berpihak kepadanya. Di mana dirinya harus merelakan Devian dengan saudara kembarnya, Maura. Maudy harus bertahan sendirian dengan penyakit mematikan di tubuhnya, ada harapan di hati kecilnya Maudy ingin kembali merasakan kasih sayang dari orang tuanya. Yang sekian lama tidak dapat dia rasakan, Maudy berharap di akhir hidupnya dia dapat merasakan itu semua.”
1

Bab 1 Pertengkaran Pagi Hari

06/04/2024

2

Bab 2 Luka

06/04/2024

3

Bab 3 Pagi yang Rusuh

06/04/2024

4

Bab 4 Pagi, Calon Pacar!

06/04/2024

5

Bab 5 Sindir Terus

06/04/2024

6

Bab 6 Kesal dan Cinta

06/04/2024

7

Bab 7 Pacar

06/04/2024

8

Bab 8 Pulang Bareng

06/04/2024

9

Bab 9 Devian atau Kendra

06/04/2024

10

Bab 10 Rumah Devian

06/04/2024

11

Bab 11 Lelah

06/04/2024

12

Bab 12 Merawat Maudy

06/04/2024

13

Bab 13 Naksir Tetangga Kelas

06/04/2024

14

Bab 14 Cantiknya Devian

06/04/2024

15

Bab 15 ILY

06/04/2024

16

Bab 16 Mulai Buka Hati

06/04/2024

17

Bab 17 Ungkapan Cinta

06/04/2024

18

Bab 18 Sandiwara

06/04/2024

19

Bab 19 Laporan

06/04/2024

20

Bab 20 Lanjut atau Tidak

06/04/2024

21

Bab 21 Taruhan

20/04/2024

22

Bab 22 Sama-sama Terluka

21/04/2024

23

Bab 23 Permainan Baru

22/04/2024

24

Bab 24 Pingsan

23/04/2024

25

Bab 25 Bahagia dan Lukanya

24/04/2024

26

Bab 26 Tertawa Dengan Bahagianya

10/05/2024

27

Bab 27 Terima Kasih Semesta

11/05/2024

28

Bab 28 Tamparan Cinta

12/05/2024

29

Bab 29 Ancaman Mama

12/05/2024

30

Bab 30 Putus

13/05/2024

31

Bab 31 Aku Kamu

13/05/2024

32

Bab 32 Luka Hebat

14/05/2024

33

Bab 33 Asing

14/05/2024

34

Bab 34 Kas

15/05/2024

35

Bab 35 Pertengkaran

15/05/2024

36

Bab 36 Kita Sama

16/05/2024

37

Bab 37 Hari Bahagia

30/05/2024

38

Bab 38 Menyerah

30/05/2024

39

Bab 39 Lemah

31/05/2024

40

Bab 40 Pilihan Devian

31/05/2024