icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

DEVIAN

Bab 8 Pulang Bareng

Jumlah Kata:1234    |    Dirilis Pada: 06/04/2024

a di sana. Merasa kesal, entah apa yang di lakukan cow

in!" s

ah seharusnya gue nganter

ian yang terbalut helm. "Hei bodoh! gue gak nerima lo jadi

ak per

nah ngakuin kalau kita pacaran dan gue gak aka

i hadapan Maudy yang tingginya hanya sebatas dadanya membu

etep pacar gue, dari pada lo mikirin itu mending lo mikirin gimana

Devian untuk pergi, kesal rasanya jika terus

arik lengan Maudy sampai gadi

nya, sembari mengusap da

ian menatap lekat wajah Maudy sedikit menunduk,

h sak

ig du

baik-baik saja saat ini. Dia hanya diam men

l mendorong tubuhnya, dia hanya takut jika De

g lo!"

pergi, entah berapa lama dia tahan

dari belakang, membuat Maud

a ngikuti

a lo nggak mau gue bonceng naik motor yaudah gue ngikut

erjalan tak perduli dengan De

ng terlihat sedang makan

sini

, Devian segera memberikan helmnya lalu menun

ia sudah lebih dulu pergi, m

bawa motor malah m

di susul Devian yang ikut masuk, duduk bersebelaha

hannya," bisik Devian

r

ya sendiri untuk tak berteriak

r lo dari sini!" ancamnya, ter

*

ekat dengan rumah Maudy, gadis itu lantas tu

ih buntutin gue

ngan bantah mulu gue cium juga lo entar!" Ter

keadaan sunyi tanpa ada pembicaraan apapu

terima akibatnya nanti. Se

Maudy menatap Devian yang tengah memejamkan ma

i mamanya. Dia yakin pasti ada hal yang dikatakan Maura

ucap Ma

menatap lekat ke arah Devian lalu me

gue Dev!" ucapnya

buatnya kembali melihat soro

harus ngejauhin lo di saat gue be

. Tidak mungkin jika dia mengatakan Maura menenta

ev!" ucapnya lirih, masi

lau lo ngasih kesempatan buat gue datang ke kehidupan lo. Ka

taruhan, sambung

vian lekat. "Kedatangan lo akan

ia tidak paham dengan ucapan Maudy. "Lupain aja,

ari Devian membiarkan cowok itu ter

a petaka buat dia? emang

*

l

elum melangkahkan kakinya ke rumah,

n! tapi kenapa lo masih aja ganjen ke dia, pa

marah kepadanya. Maudy mengusap pelan pip

l

e Maura! apalagi cuma masalah c

amun entah kenapa gadis itu sampai terjatu

au

manya datang dengan tatapan tajam, mendorong

kamu mau bunuh saudara

g tersenyum miring ke arahnya, dari situ dia tahu jika ini

l

l

l

li, membuat sudut bibir gadis itu berdara

udy nggak ngelakuin itu m

mbut Maudy kasar sampai kepal

rcaya dengan pembunuh se

*

aku tidak pernah membunuh Mawar. Bisa kah? gadis 7 ta

empuan itu harus memeluk tubuhnya sendiri, membisik

n dewasa, bukannya aku semakin

ngin mendapat ciuman tanpa ku minta dan sekali saja ak

hanya itu apakah sulit. Aku selalu ingin membuat orang-orang

u egois? apakah di sini aku yang be

era berpulang. Sungg

sap pelan air matanya. Berusaha tetap kuat meski

lan dirinya, matanya yang sembab de

!" kekehnya dengan air ma

udut bibirnya untuk mengukir senyuman. Mes

kesakitan ini akan segera berakhir, suatu s

ia harus kembali memeluk dirinya sendiri, memberikan semang

tapi bagaimana dengan mentalnya? apakah ka

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
DEVIAN
DEVIAN
“Merasa asing dengan keluarganya sendiri, bahkan di kucilkan setiap hari dan dianggap layaknya seorang pembantu. Ini bukanlah tentang cinderela yang hidup bersama ibu dan saudara tirinya, melainkan ini tentang Maudy, seorang gadis berhati malaikat. Kematian adiknya membuat Maudy merasakan kehidupan seperti di neraka, bagaimana dia harus menerima kebencian dari keluarganya sendiri. Maudy hampir dibuat menyerah oleh semesta yang tak pernah berpihak adil kepadanya, sampai kedatangan Devian yang mampu mewarnai kegalapan dalam hidupnya. Namun, semesta kembali tak berpihak kepadanya. Di mana dirinya harus merelakan Devian dengan saudara kembarnya, Maura. Maudy harus bertahan sendirian dengan penyakit mematikan di tubuhnya, ada harapan di hati kecilnya Maudy ingin kembali merasakan kasih sayang dari orang tuanya. Yang sekian lama tidak dapat dia rasakan, Maudy berharap di akhir hidupnya dia dapat merasakan itu semua.”
1 Bab 1 Pertengkaran Pagi Hari2 Bab 2 Luka3 Bab 3 Pagi yang Rusuh4 Bab 4 Pagi, Calon Pacar! 5 Bab 5 Sindir Terus6 Bab 6 Kesal dan Cinta7 Bab 7 Pacar8 Bab 8 Pulang Bareng9 Bab 9 Devian atau Kendra10 Bab 10 Rumah Devian11 Bab 11 Lelah12 Bab 12 Merawat Maudy13 Bab 13 Naksir Tetangga Kelas14 Bab 14 Cantiknya Devian15 Bab 15 ILY16 Bab 16 Mulai Buka Hati17 Bab 17 Ungkapan Cinta18 Bab 18 Sandiwara19 Bab 19 Laporan20 Bab 20 Lanjut atau Tidak21 Bab 21 Taruhan22 Bab 22 Sama-sama Terluka23 Bab 23 Permainan Baru24 Bab 24 Pingsan25 Bab 25 Bahagia dan Lukanya26 Bab 26 Tertawa Dengan Bahagianya27 Bab 27 Terima Kasih Semesta28 Bab 28 Tamparan Cinta29 Bab 29 Ancaman Mama30 Bab 30 Putus31 Bab 31 Aku Kamu32 Bab 32 Luka Hebat33 Bab 33 Asing34 Bab 34 Kas35 Bab 35 Pertengkaran36 Bab 36 Kita Sama37 Bab 37 Hari Bahagia38 Bab 38 Menyerah39 Bab 39 Lemah40 Bab 40 Pilihan Devian41 Bab 41 Apa Mereka Menyesal 42 Bab 42 Perubahan Sikap43 Bab 43 Selesai44 Bab 44 Racun45 Bab 45 Devian Nggak Datang 46 Bab 46 Menyesal 47 Bab 47 Selamat Ulang Tahun48 Bab 48 Anak Saya Lantas aku