icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
DEVIAN

DEVIAN

icon

Bab 1 Pertengkaran Pagi Hari

Jumlah Kata:1055    |    Dirilis Pada: 06/04/2024

angat engan untuk dia terbangun. Maudy sege

To

at Maudy memutar bola mata malas. "Masih mandi

ra dari luar, dia memejamkan matanya membiar

tap bertahan entah sampai kapan mereka

ris. Maudy mengusap kasar air matanya, dia

era berganti, dan mulai membersihk

layaknya keluarga harmonis tidak dengan dirinya

ra dari papanya, mungkin di antara merek

an belum selesai bersih-bersihnya nanti Maudy telat ka

melanjutkan acara makannya. Secepat mungkin Mau

i mereka, hanya Bagas yang menerima uluran tanga

berangkat yaudah berangkat aja lagian nggak

pergi namun sebelumnya dia sempat b

nunggu hari itu tiba!" Maudy tersenyum t

*

asnya, mengulas senyum untuk men

olan anak laki-laki di depan kelasnya

nya. Mendorong bahu lekaki itu kasar, yang

a-apa sama lo, tapi lo setiap kali ketemu gue bawaannya se

reka semua. "Lo sendiri, nggak bosen gangguin g

eka semua tertawa terbahak se

ih dia tahan keinginannya untuk

dua gadis yang tengah melambai ke arahn

tanya Valen, sembari

asuk!" ucap Maudy, semba

tawa kecil, dia berbalik menatap satu persatu

ah tersenyum manis ke arahnya. "Mantan,

e!" balas Angga santai, lelaki tengil it

ke

tentu saja tak percaya. Berbulan-bulan Angga mengejar untuk

ekara

n!" sahut

ngguk cepat segera menghampiri De

o!" sen

ian menata

bisa balikan sama my baby Valen!" ucapnya memo

jah Angga. Sedangkan satu teman Maudy lagi

Belum kerjain pr tadi!

bernama Kevin, dia tersenyum mengusap

n kedua orang itu masuk begitu saja lalu me

gadis itu merasa tak enak

ian garang. "Gak usah buat gue main ka

ng kasar, enak aja

atau enggak!" Valen men

narik-narik seragam Devian layakn

lah! bantuin gue balikan ke

r dia sama gue." Tu

audy juga harus masuk. Lagian lo siap

ucap Devian sombong. Sembari

, Gar!"

dia itu BEBAN KELUARGA. Haha!" Mere

atap lekat ke arah Maudy yang sud

aratnya gampang. Lo tin

car lo, kalau lo bisa nggak ber

ara mereka, tangannya terulur me

, karena sampai kapan pun gue gak ak

r gue. Nggak ada yang nggak mungkin di dunia i

a cewek tolol aja yang mau sama lo, minggir!" Maudy mendoron

len membuat gadis itu menatapnya

pa

an?" tanya Angga den

o!" cetusnya lalu m

a

n nasib Angga, membuat l

a lo perjuangin, cari

dia, dan gue bakal perjuangin sampai

iap hari ngajakin jalan cewek lain. Lawak l

kan pelamp

lampiasan!" Ucapan Angga terpotong kala

-engga

l

a pu

is itu pergi begitu saja, meninggalkan ta

, gob

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
DEVIAN
DEVIAN
“Merasa asing dengan keluarganya sendiri, bahkan di kucilkan setiap hari dan dianggap layaknya seorang pembantu. Ini bukanlah tentang cinderela yang hidup bersama ibu dan saudara tirinya, melainkan ini tentang Maudy, seorang gadis berhati malaikat. Kematian adiknya membuat Maudy merasakan kehidupan seperti di neraka, bagaimana dia harus menerima kebencian dari keluarganya sendiri. Maudy hampir dibuat menyerah oleh semesta yang tak pernah berpihak adil kepadanya, sampai kedatangan Devian yang mampu mewarnai kegalapan dalam hidupnya. Namun, semesta kembali tak berpihak kepadanya. Di mana dirinya harus merelakan Devian dengan saudara kembarnya, Maura. Maudy harus bertahan sendirian dengan penyakit mematikan di tubuhnya, ada harapan di hati kecilnya Maudy ingin kembali merasakan kasih sayang dari orang tuanya. Yang sekian lama tidak dapat dia rasakan, Maudy berharap di akhir hidupnya dia dapat merasakan itu semua.”
1 Bab 1 Pertengkaran Pagi Hari2 Bab 2 Luka3 Bab 3 Pagi yang Rusuh4 Bab 4 Pagi, Calon Pacar! 5 Bab 5 Sindir Terus6 Bab 6 Kesal dan Cinta7 Bab 7 Pacar8 Bab 8 Pulang Bareng9 Bab 9 Devian atau Kendra10 Bab 10 Rumah Devian11 Bab 11 Lelah12 Bab 12 Merawat Maudy13 Bab 13 Naksir Tetangga Kelas14 Bab 14 Cantiknya Devian15 Bab 15 ILY16 Bab 16 Mulai Buka Hati17 Bab 17 Ungkapan Cinta18 Bab 18 Sandiwara19 Bab 19 Laporan20 Bab 20 Lanjut atau Tidak21 Bab 21 Taruhan22 Bab 22 Sama-sama Terluka23 Bab 23 Permainan Baru24 Bab 24 Pingsan25 Bab 25 Bahagia dan Lukanya26 Bab 26 Tertawa Dengan Bahagianya27 Bab 27 Terima Kasih Semesta28 Bab 28 Tamparan Cinta29 Bab 29 Ancaman Mama30 Bab 30 Putus31 Bab 31 Aku Kamu32 Bab 32 Luka Hebat33 Bab 33 Asing34 Bab 34 Kas35 Bab 35 Pertengkaran36 Bab 36 Kita Sama37 Bab 37 Hari Bahagia38 Bab 38 Menyerah39 Bab 39 Lemah40 Bab 40 Pilihan Devian41 Bab 41 Apa Mereka Menyesal 42 Bab 42 Perubahan Sikap43 Bab 43 Selesai44 Bab 44 Racun45 Bab 45 Devian Nggak Datang 46 Bab 46 Menyesal 47 Bab 47 Selamat Ulang Tahun48 Bab 48 Anak Saya Lantas aku