icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

THE MAFIA: MARIJUANA

Bab 2 Slept with The Devil

Jumlah Kata:1357    |    Dirilis Pada: 17/10/2022

*

hbac

anjangnya. Rambut yang panjang terlihat acak-acakan, tetapi seny

gan ekspresi serius sembari bersandar p

tephanie masih dengan senyumannya

ini." Dia menghela napas gusar. Senyum Stephanie begitu

ya," ujar Steph

ak pernah ingin didengarnya itu. Dia menggeleng dengan penuh peringatan. "Jangan pern

ngnya, bergantian menatap Daphne. "Kau cembur

ntas sekali pun di pikiran Daphne

e datar, menyembunyikan kekesala

an mu, dia bukan tuanku lagi, Step

"Itu juga terdengar bodoh di telin

Daphne teguh pendirian dan den

a

k dari lemparan patung kuda di atas l

mu!" seru Stephanie menunjuk ke

barnya, hampir tanpa emosi walaupun h

matanya bergetar menatap Daphne

peringatan sekali lagi pada Stephanie. "Jangan berikan hatimu

au!" seru Stephanie melempar pa

pigura yang dilempar Stephanie pun mengenai keningnya. Daphne sedi

e khawatir. Dia hendak tur

ujarnya langsung berbalik, berjalan ke luar dari kamar Stephanie, dan menutup pintunya dengan rap

*

tok

udara di ruangannya bagus. Dia menemukan Edgar berdiri di ambang pintu dengan kemeja y

jar Daphn

in. Dia menatap Daphne dengan nafsu yang terpancar, tetapi sebisa

bicara dengan Daphne, tak seperti dengan orang lain. Dan jelas

da bukunya yang tertutup

membuka halaman demi halaman. "Science fiction?" Dia menatap Daphne dengan senyuman tak

cil. "Hanya sebagai hiburan, tidak

ngangguk-angguk kecil. "Kau punya

tas itupun langsung mendengus kecil.

hanya dengan mendengar suara Daphne yang menjawab

ai tipis, sesaat sebelum dia sadar kalau uj

ya Edgar khawatir dan marah karena gadi

tertutup itu tanpa sengaja, "saya ti

lagi. Hatiku jadi sedih dan marah kalau melihatmu terluka," ujar Edgar h

tak nyaman itu. "Anda habis darimana?" Dia melirik kemeja Edgar ya

oleh lebarnya meja. "Olahraga, ya ... aku suka itu." Dia mengangguk-angguk kecil, kemudian menyeringai lebar. "Aku h

meja. Urat-urat lehernya menegang saat Edgar mena

a setiap kali aku bergerak dan menyentak di milikmu?" tanya Ed

bertengger di sana, kemudian meng

u dan Daphne menarik tangannya yang masih

terjadi, Tuan," balas

penerangan yang samar. Tidak ada jendela maupun ventilasi di sana. Jelas sekali kalau kamar Daphne didesain khusus demi keaman

pa berkedip. "Sampai matipun, kau akan tetap menjadi tuanku, penyelamatku." Dia menggeleng kecil. "Tidak l

inya. "Tidak perlu cinta di antara kita, Daphne. Kau dan aku," dia menunjuk dirinya dan Daphne,

las Daphne dengan tajam. "Stephanie ada di

ia melirik ke pintu. "Ya

segera ke luar dari kamarnya tanpa menutup pintu. Meninggalkan Edgar yang

*

itu sebanyak tiga kali. Tidak ada jawaba

i dalam?" tanya Daph

phanie dengan s

a. Dia langsung disambut dengan kamar yang gelap gulita tanpa pene

khawatir dan berjalan cepat ke arah

phne hingga gadis itu mendesis saat merasakan kuku-kuku tajam Stephanie tertancap di

seprai yang kusut dengan erat.

Tak bisakah kau memberikannya padaku?" pinta S

ia iblis. Kau tak boleh bersama dengannya. Menaruh ha

akitkan, tapi aku menyukai semua darinya. Dia sempurna," t

anie masih mengharapkan cinta Edgar. Daphne bergetar hebat di sisi ranjang. Hanya pada Stephanie, dia berani menunjukkan sisi lemahnya begini. Sementara napas Stephanie mulai terden

las. Mereka orang-orang paling berbahaya di dunia ini. Jangan, Stephanie..." Daphne terisak di sisi ranjang. Menumpu keningn

-

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
THE MAFIA: MARIJUANA
THE MAFIA: MARIJUANA
“She's like Marijuana. Forbidden, dangerous, addiction, and also deadly. Daphne Madison, otak di balik kemenangan Ruthen berkali-kali, dihadapkan pada situasi di mana dia harus berlutut dan memohon kepada seorang pria, demi membalaskan dendamnya pada Edgar David Ruthen yang telah membunuh saudari kembarnya. Naas, dia harus berlutut pada musuhnya sendiri, Casillas Rodriguez, yang langsung menodongkan pistol saat dia masuk secara paksa ke markas Rodriguez dengan bersimbah darah. "Gunakanlah aku sebagai agen ganda. Aku ingin membalaskan dendam dan akan mengembalikan posisimu dari Edgar," ujar Daphne membawa tawaran yang sangat menggiurkan. "Menarik. Tapi, bagaimana bisa aku percaya pada musuhku sendiri?" balas Casillas masih menodongkan pistol. Gadis itu terdiam sejenak dan berlutut di hadapan musuhnya. "Ku mohon, Casillas. Apapun akan ku lakukan untukmu, tidak, apapun akan ku berikan padamu." "Ha! Termasuk tubuhmu?" "... ya." "!" Casillas menurunkan pistol dan menatap Daphne dengan serius. "Aku memberikanmu banyak hal, bahkan sampai hal yang tak pernah ku berikan pada siapapun. Sebagai gantinya, tolong lindungi aku agar tak dibunuh oleh Edgar." Pengkhianatan dan pembalasan dendam pun dimulai dengan sangat mulus menggunakan otak cerdik Daphne yang mampu memainkan peran dengan sangat baik. Seiring dengan itu, seperti julukan Daphne, Marijuana, Casillas pun tak mampu mengelak dan berakhir tenggelam dalam pesona Daphne yang mematikan. Akan tetapi, apakah hanya Casillas saja yang tenggelam dalam pesona Daphne? Tentu saja tidak. Karena Daphne juga merasakan hal yang sama dengan pria berambut hitam itu. Hanya saja, Daphne memiliki cara tersendiri untuk menyembunyikan perasaan yang menurutnya "tidak benar" itu. "Aku takkan pernah melepaskan mu, Daphne. Sekalipun aku harus mengikatmu di kerangkeng besi, karena aku ... mencintaimu."”