icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

THE MAFIA: MARIJUANA

Bab 3 Georgia

Jumlah Kata:1051    |    Dirilis Pada: 17/10/2022

*

ik Stephanie yang mengerjapkan mata, m

g," adu Stephanie m

" balas Daphne me

leh pada saudari kembarnya dan tersenyum simpul.

utup novel romansa milik Stephanie yang di

ak t

ngingat kejadian sebelumnya atau dia mengi

sudah meminum pil kontrasepsi?" tanyanya

usar. Dia bangkit dari tidurnya dan me

t kontrasepsi dari sana dan menyerahkannya pada Stephanie bersamaan dengan segelas air putih. "Kau benar-benar

nku," gerutu Stephanie mengerucutkan bibir, menerima obat

elas. Rasa sayangku mahal, kau tahu," ujar

rhatikan tubuhnya yang sudah dalam balutan keme

ya membosankan. "Bagaimana dengan pengiriman senjata ke Georgia?" tanyanya sembari mengintai koleksi buku saudari kembarnya yang didomi

tephanie dengan santai sembari menatap sel

ng berbalik menghadap Stephanie d

engan Daphne itu mengangguk pelan. "Aku bel

" tanya Daphne menghampiri S

re," jawab Ste

mengencang. Dia mendelik tajam. "Ini sudah j

edikit tertatih-tatih karena selangkangannya yang terasa sakit dan perih. "Ak

ang sakit untuk berjalan sejauh dua kilometer dari tempat tinggal anggota mafia Ruthen

menghela napas gusar dan membuang boots-nya asal. "Anak itu ... benar-benar," gumamnya yang kemudian mendesis kesakitan. D

*

uh amarah di ruangan utama. "Senjatanya dirampas ole

t-

ri sejauh dua kilometer. Orang-orang yang ada di sana, termasuk anak buah Stephanie pun mengerutkan kening. Mereka mengece

ru masuk ke ruangan itu dengan tangan yang berk

jar Daphne melirik anak buah S

p mengenal tangan kanan Stephanie. 'Sudah lewat dua jam daripada seharusny

n," ujarnya tanpa harus bersimpuh dan berlutut tanpa daya di depan seseorang. Dia

"Kau tahu berapa angka ker

arnya ini bukan tanggung jawabnya. Namun, otaknya ya

" jawabnya percaya diri walau

juh belas juta dola

sekilas dan satu detik berikutnya,

alau bukan Daphne, tanpa pikir panjang, Edgar langsung menembaknya di te

wabnya tanpa merendah maupun mer

e yang berdiri tegak dengan percaya diri dengan tatapan penuh intimidasi. Daphne sam

bia

rnya yang berotot, dia jauh lebih jinak daripada Daphne yang ter

ya dua gelas! Cambuk dia di punggung sebanyak dua puluh lima kali!" seru Edgar memberikan

menjadi rahasia umum kalau Edgar memiliki ketertarikan p

terasa berat. Dia menunduk dan memejamkan mata sejenak. 'Sy

nya, Daphne?" tany

ya terangkat dengan congkak. "Tidak, Tuan," jawabnya yang membuat

ak dua puluh kali!" seru Edgar sebelum

orgia langsung membawa anak buah Stephanie dengan kasar. Beberapa dari mereka yang akan dihukum pun melolong memi

guhkan hati, kemudian melirik Fabian ya

aku, F

-

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
THE MAFIA: MARIJUANA
THE MAFIA: MARIJUANA
“She's like Marijuana. Forbidden, dangerous, addiction, and also deadly. Daphne Madison, otak di balik kemenangan Ruthen berkali-kali, dihadapkan pada situasi di mana dia harus berlutut dan memohon kepada seorang pria, demi membalaskan dendamnya pada Edgar David Ruthen yang telah membunuh saudari kembarnya. Naas, dia harus berlutut pada musuhnya sendiri, Casillas Rodriguez, yang langsung menodongkan pistol saat dia masuk secara paksa ke markas Rodriguez dengan bersimbah darah. "Gunakanlah aku sebagai agen ganda. Aku ingin membalaskan dendam dan akan mengembalikan posisimu dari Edgar," ujar Daphne membawa tawaran yang sangat menggiurkan. "Menarik. Tapi, bagaimana bisa aku percaya pada musuhku sendiri?" balas Casillas masih menodongkan pistol. Gadis itu terdiam sejenak dan berlutut di hadapan musuhnya. "Ku mohon, Casillas. Apapun akan ku lakukan untukmu, tidak, apapun akan ku berikan padamu." "Ha! Termasuk tubuhmu?" "... ya." "!" Casillas menurunkan pistol dan menatap Daphne dengan serius. "Aku memberikanmu banyak hal, bahkan sampai hal yang tak pernah ku berikan pada siapapun. Sebagai gantinya, tolong lindungi aku agar tak dibunuh oleh Edgar." Pengkhianatan dan pembalasan dendam pun dimulai dengan sangat mulus menggunakan otak cerdik Daphne yang mampu memainkan peran dengan sangat baik. Seiring dengan itu, seperti julukan Daphne, Marijuana, Casillas pun tak mampu mengelak dan berakhir tenggelam dalam pesona Daphne yang mematikan. Akan tetapi, apakah hanya Casillas saja yang tenggelam dalam pesona Daphne? Tentu saja tidak. Karena Daphne juga merasakan hal yang sama dengan pria berambut hitam itu. Hanya saja, Daphne memiliki cara tersendiri untuk menyembunyikan perasaan yang menurutnya "tidak benar" itu. "Aku takkan pernah melepaskan mu, Daphne. Sekalipun aku harus mengikatmu di kerangkeng besi, karena aku ... mencintaimu."”