icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

THE MAFIA: MARIJUANA

Bab 8 Dreams Come True

Jumlah Kata:1448    |    Dirilis Pada: 18/10/2022

*

tanya Emily setelah memeriksa denyut nadi p

ngkit dan bersandar pada headboard. Dia menatap Daphne yang terlihat gelisah, berdiri sambil bersandar pa

ni?" tanya Emily duduk di pinggir ranjang sembari m

keram perut, tidak ada perubahan lain. Lagipula itu tak bisa disebut sebagai perubahan karena a

h pada Daphne yang memeluk dirinya sendi

ukan, Emily. Aku ..." Daphne melirik ke

dari sisi ranjang sembari memba

" tanya Steph

andi mu," ujar Emily yang dijawab Daphne dengan anggukan singkat. Dia menatap Stephanie dengan meyakinkan. "Ayo!" a

*

ham

oleh Emily ke kamar mandi pun sampai menahan napas dan tak bi

karena Daphne pun tak memiliki kekuatan untuk berdiri, apalagi menopang Stephanie. "Eh! Daphne

m minggu." Emily melanjutkan ucapannya sembari menat

kepala Daphne sakit bagai dipukul palu berkali-kali. Gadis it

noleh pada Daphne dan memperhatikan eksp

at dengan

sumringah yang membuat Daphne langsung memegang kepala dan pergi dar

enenang dari kotak p3k dan meminumnya tanpa air. Dia menoleh lagi

tidak, dia harus tahu," ujar Stephanie melangkah ke luar dari

rah. Bahkan, obat penenang yang paling mujarab pun tak mampu bekerja secepat itu. "Kau pikir Edgar menginginkan bayi, hah?! Bukan itu yang harus kau lakuka

sangat keterlaluan!" Dia bergetar kecil menahan amarahnya. Sement

ram erat lengan kembarannya. Dia mendelik tajam. "Tapi, pikirkanlah! A

ntak dari cengkraman Daphne dan segera ke luar dari kamar yang pengap itu,

Emily yang langsung tersentak kaget. "Jangan beritahukan pada siapa pun! Sebagai dokter, tolong gunakan kode etik mu. Sialan! Aku pergi!" katanya langsung mengejar Step

t di dalam sapu tangan dan akan membakarnya dalam perjalanan pulang nanti. Menatap nanar pada cermin besar yang ada di kamar mandi, Emily kembali membuka sapu tangan yang membungkus testpack dan mulai menet

*

buat orang-orang lebih betah berada di rumah dan bersembunyi di balik selimut. Namun,

karena banyak batu yang sudah berlumut. Daphne dan S

nti kau di situ!" seru Daphne

kan erat tangannya. "Aku akan memberitahukannya pada Edgar! Ini keputusanku!"

ng bodoh, mak

lanya Stephanie di waktu yang tak tepat, kemudian berlari kecil untuk mengejar Stephanie walaupun dia sempat terjatuh satu kali. Meskipun begitu, d

langlah! Kau tak ada urusannya dengan ini!" sang

mbuatnya pingsan juga lebih bagus. Kembarannya yang sedang dirundung nafsu itu mungkin berpikir jika Edgar tahu, maka pria itu akan menaruh perhatian lebih pa

s tangan Daphne dengan penuh amarah, hingga

harus ku

Daun-daun di pohon berguguran karenanya. Tet

ah payung hitam dan ditemani oleh beberapa anggota mafia lain

ggil keduan

rius pada keduanya. "Dan kenapa kalian di tengah-te

ter,

a. Dia menelan saliva saat Edgar dan yang lain menatapnya dengan tanda tanya di atas kepala mereka. "Dia bersikeras untuk menanyakan pada

phanie mengg

gar oleh Stephanie di tengah hujan. "Dia akan pergi. Mood-nya buruk

n sebelah alis, menunggu

gguk singkat pada Edgar. "Tidak jadi, Tuan. Aku p

engangguk hormat. "Maaf mengganggu perjalanan anda, Tuan. Kami p

dan berhenti dua langkah di depan Daphne. "K

"Saya sudah mengatakan itu sebelumn

rkan payung hitam yang dipegangnya pada gadis yang m

aphne kemudian segera pergi dari sana dan kembali mengejar S

n?' batinnya tertawa renyah. 'Apa yang sebenarnya ingin dikatakan Stephanie? Tidak mungkin be

ua

ada Fabian yang mengint

tel yang baru?" tanya Fabian karena Edgar

Ini kesempatan yang bagus. Ayo berangkat!" ujar Edgar mel

-

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
THE MAFIA: MARIJUANA
THE MAFIA: MARIJUANA
“She's like Marijuana. Forbidden, dangerous, addiction, and also deadly. Daphne Madison, otak di balik kemenangan Ruthen berkali-kali, dihadapkan pada situasi di mana dia harus berlutut dan memohon kepada seorang pria, demi membalaskan dendamnya pada Edgar David Ruthen yang telah membunuh saudari kembarnya. Naas, dia harus berlutut pada musuhnya sendiri, Casillas Rodriguez, yang langsung menodongkan pistol saat dia masuk secara paksa ke markas Rodriguez dengan bersimbah darah. "Gunakanlah aku sebagai agen ganda. Aku ingin membalaskan dendam dan akan mengembalikan posisimu dari Edgar," ujar Daphne membawa tawaran yang sangat menggiurkan. "Menarik. Tapi, bagaimana bisa aku percaya pada musuhku sendiri?" balas Casillas masih menodongkan pistol. Gadis itu terdiam sejenak dan berlutut di hadapan musuhnya. "Ku mohon, Casillas. Apapun akan ku lakukan untukmu, tidak, apapun akan ku berikan padamu." "Ha! Termasuk tubuhmu?" "... ya." "!" Casillas menurunkan pistol dan menatap Daphne dengan serius. "Aku memberikanmu banyak hal, bahkan sampai hal yang tak pernah ku berikan pada siapapun. Sebagai gantinya, tolong lindungi aku agar tak dibunuh oleh Edgar." Pengkhianatan dan pembalasan dendam pun dimulai dengan sangat mulus menggunakan otak cerdik Daphne yang mampu memainkan peran dengan sangat baik. Seiring dengan itu, seperti julukan Daphne, Marijuana, Casillas pun tak mampu mengelak dan berakhir tenggelam dalam pesona Daphne yang mematikan. Akan tetapi, apakah hanya Casillas saja yang tenggelam dalam pesona Daphne? Tentu saja tidak. Karena Daphne juga merasakan hal yang sama dengan pria berambut hitam itu. Hanya saja, Daphne memiliki cara tersendiri untuk menyembunyikan perasaan yang menurutnya "tidak benar" itu. "Aku takkan pernah melepaskan mu, Daphne. Sekalipun aku harus mengikatmu di kerangkeng besi, karena aku ... mencintaimu."”