icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

THE MAFIA: MARIJUANA

Bab 5 Gadis Congkak

Jumlah Kata:1271    |    Dirilis Pada: 17/10/2022

*

emantik dari laci meja, kemudian menyundut rokok dan mengepulkan asapnya. Dia melirik Stephanie yang terduduk di lantai se

kesalahanmu yang begitu besar sekaligus mengabulkan keinginanmu," ujar Edgar melangkah ke luar dari ruangan dengan kemeja yang belum terkancing

nang,' batinnya meyakinkan diri sendiri sambil tersenyum. Namun, air matanya tak bisa berbohong.

*

baru selesai dicambuk di hitungan ke tujuh belas sembari

bahkan sampai menarik perkataan yang telah ke luar dar

bantuan mu. Aku masih bisa berjalan tanpa bantuan ka

Kate yang memapah pundak kiri Daphne ikut

tap gadis yang berwajah pucat itu dengan permusuhan. "Kalau aku tak

erti tatapan permusuhan itu. "Ya sudah. Harusnya kau katakan begitu tadi, saat tuan menyuruhmu

di sini saja. Aku bisa berjalan sendiri ke kamar," ujar Daphne mengeratkan kain yang hampir memperlihatkan

ergian Daphne yang masih congkak walaupun sedang sakit.

Dia dengan sengaja memanggil Edgar dengan akrab tanpa embel-embel tuan seperti yang lainnya. "Tapi sepertinya sulit untukmu karena akan ad

marah, tetapi Kate menahan pundaknya dan me

, memperhatikan Daphne yang tetap berjalan walaupun darahnya berceceran di lantai. "Daphne, aku akan mengirim dokter untukmu!" serunya yang disahuti gadis itu dengan lambaian tangan yang mengusirnya. "Aku akan tetap mengi

mbunuhmu, Daphne!" te

dan terdengar jelas di telinga Bel

marah, kemudian berbalik dan menyusul Kat

Tungg

*

perhatikan Emily yang sedang mensterilkan lu

edang tengkurap dan berpegangan pada bantal sembari merintih kecil saat lukanya disterilkan. "Tapi, aku heran

dah melelahkan," jawab Daphne mengembuskan napas kasar

ng punggungmu. Ku sarankan kalau sudah sembuh, buatlah tato black panther atau ular deng

ntuk membuat tato saat dicambuk tadi," jawab Daphne b

, tapi malah berpikir untuk membuat tato ... bukannya m

an dada. Dia gemas sendiri melihat Daphne yang hanya mendesis dan merintih sejak tadi. Tidak ada teriakan. Bahkan saat Daphne

" balas Daphne. Dia melirik Ed

napas pelan. "Ku peringatkan jangan, a

satu gelas?" tawar Da

gkap seringai Daphne yang usil. Dia pun menghela napas panjang dengan ekspresi pasrah

aphne melirik Kate lagi. "Kau melihat Stephan

jawab Kat

aku akan menanyakan itu padamu," balas Daphne

itu langsung pergi ke luar dari

sebagai gantinya sembari

, musuh mu di dalam markas akan semak

ayaan Edgar jadi tambah banyak. Dan kalau sudah sangat banyak, ken

g kain berlumur darah Daphne. "Mereka memang bermusuhan dengan Daphne, tapi tak ada satupun yang b

takkan punya lawan. Dan itu akan sangat membosankan," tan

hanie agar datang ke sini," ucap Daphne meminta. Dia menelungkupkan wajah sejenak

mu bisa tergesek-gesek," jaw

leh memakai pakaian apapun, huh? Telanjang dan

ai lima hari ke depa

a membenamkan wajahnya lagi di bantal, kemudian menol

n untuk membalas dendam pada Rodriguez. Aku har

saja Edgar datang ke kamarmu untuk rapat. Aku yakin,

s kasur?" balas Daphne me

a lagi?" sahut Edd

ak Daphne yang membuat Eddy dan Emily lang

kalau sudah marah

-

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
THE MAFIA: MARIJUANA
THE MAFIA: MARIJUANA
“She's like Marijuana. Forbidden, dangerous, addiction, and also deadly. Daphne Madison, otak di balik kemenangan Ruthen berkali-kali, dihadapkan pada situasi di mana dia harus berlutut dan memohon kepada seorang pria, demi membalaskan dendamnya pada Edgar David Ruthen yang telah membunuh saudari kembarnya. Naas, dia harus berlutut pada musuhnya sendiri, Casillas Rodriguez, yang langsung menodongkan pistol saat dia masuk secara paksa ke markas Rodriguez dengan bersimbah darah. "Gunakanlah aku sebagai agen ganda. Aku ingin membalaskan dendam dan akan mengembalikan posisimu dari Edgar," ujar Daphne membawa tawaran yang sangat menggiurkan. "Menarik. Tapi, bagaimana bisa aku percaya pada musuhku sendiri?" balas Casillas masih menodongkan pistol. Gadis itu terdiam sejenak dan berlutut di hadapan musuhnya. "Ku mohon, Casillas. Apapun akan ku lakukan untukmu, tidak, apapun akan ku berikan padamu." "Ha! Termasuk tubuhmu?" "... ya." "!" Casillas menurunkan pistol dan menatap Daphne dengan serius. "Aku memberikanmu banyak hal, bahkan sampai hal yang tak pernah ku berikan pada siapapun. Sebagai gantinya, tolong lindungi aku agar tak dibunuh oleh Edgar." Pengkhianatan dan pembalasan dendam pun dimulai dengan sangat mulus menggunakan otak cerdik Daphne yang mampu memainkan peran dengan sangat baik. Seiring dengan itu, seperti julukan Daphne, Marijuana, Casillas pun tak mampu mengelak dan berakhir tenggelam dalam pesona Daphne yang mematikan. Akan tetapi, apakah hanya Casillas saja yang tenggelam dalam pesona Daphne? Tentu saja tidak. Karena Daphne juga merasakan hal yang sama dengan pria berambut hitam itu. Hanya saja, Daphne memiliki cara tersendiri untuk menyembunyikan perasaan yang menurutnya "tidak benar" itu. "Aku takkan pernah melepaskan mu, Daphne. Sekalipun aku harus mengikatmu di kerangkeng besi, karena aku ... mencintaimu."”