icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

THE MAFIA: MARIJUANA

Bab 6 Stubborn Girls

Jumlah Kata:1362    |    Dirilis Pada: 17/10/2022

*

amar bertuliskan nama wanita itu. Dia menoleh pada Eddy yang menge

engan suara berdengung yang

pinggang dan tertatih-tatih. Wajah Stephanie terlihat muram, terlebih matanya yang terlih

emapah Stephanie untuk berjalan, "kau habis dariman

ntian pada pasangan suami istri yang baru menikah

ke kamarnya," jawab Eddy menatap Stephanie

phanie terlihat sumringah. "Baga

pun dia tak menunjukkannya. Yah ... tapi, dia masih bicara dengan ketus sepe

an satu sama lain, kemu

, aku bisa menyampaikan la

senyumnya. "Ini hanya sedikit sakit. Aku m

mbar selain Stephanie dan Daphne, tetapi dia belum pernah menemukan an

ly yang mengkhawatirkan gadis ya

ng yang dihukum sudah dilepaskan oleh master." Stephanie menelan saliva deng

lain pun ada," balas Emily memegangi lengan Stephanie yang terbungkus dal

ian mengangguk pelan. "Baiklah. Tolong antarkan

ntar Stephanie melewati pintu kamarnya menu

Eddy membuat kedua

ab Stepha

ujar Eddy mengangguk kecil yang dib

jak Stephanie berbicara dan gadis itu menjawabnya dengan baik, kecu

*

tok

ne menolehkan kepal

" jawab S

angsung bangkit dari tengkurap dan duduk sambil menutupi

hne yang merupakan kamar paling luas daripada anggota m

an ekspresi seolah baik-baik saja. "Daphne, kau masih saki

gkurap. Aku tak bersandar pada headboard, jadi jangan khawatir. Luka

. Menghadapi Daphne yang keras kepala membuat kepalanya

ly dari lengannya. Dia menoleh pada wanita itu dan tersenyum simpul. "Terima kasih, Emily. Aku akan merawat Daphne

irkan di sini," ujar Emily menghela napas gusar lagi. Dia menatap kedua perempuan ya

nya. Stephanie menepuk pelan pundak Emily sebanyak dua kali.

n datar sebelum pergi. "Kau ...! Jangan sampai lukamu melebar dan dijahit. Kalau s

i kucing chesire, membuat wanita yang berprofesi sebagai wakil dokter di markas

aik kau ke luar sekarang sebelum kau mendengarkan hal yang

tmu jauh lebih baik daripada Daphne," sambungnya melirik sekil

rgian Emily. Gadis itu menoleh pada Stephanie yang menutup pintu dan berjalan ke ranjang dengan hati-hati. "Apa yang kau

uanya telah ku lakukan untukmu," jawab Stephanie duduk di pinggir ranjang. Dia memperhatikan wajah Daphne yang terlihat pucat k

daripadaku." Ekspresi Daphne berubah menjadi masam. "Kau bodoh. Aku

tku dihukum master?" Stephanie balik bertanya. Dia menurun

s kontak mata dan menoleh ke arah lain. "Kau tidak boleh

jangan melakukan itu," sambungnya yang membuat Da

odriguez yang telah membuatnya rugi belas

terkejut. "Tapi, kau kan seda

watirkanku, Stephanie. Bahkan Eddy pun berkata

nie. Sebuah kebetulan karena dia akan bertemu

olehkan ku untuk memakai baju untuk lima hari ke depan." Dia memperhatikan mat

gantikan mu?" tanya

maku di ruangan ini saat Edgar datang. P

gugup dan berkedip lambat. "Aku akan menggantikan mu rapat bersama Edgar. Beritahu ap

phne mengangg

pada master?" tanya St

dengan mantap, membuat Stepha

sangat yakin," balas S

kan bahu sembari tersenyum sekilas. "Kau

at mencintainya," jawab Stephanie

pas panjang sembari menggeleng kecil dan tersenyum getir. "

bari menaikkan sebelah alis karena terkejut. "Aku mendengarnya samar-samar saat sedang tidur," sambungnya tersenyum simpul. "Tapi, aku

ban Stephanie yang sangat meyakinkan, seolah

Daphne tetap bersikeras. "Sekarang dengarkan rencana ku untuk balas dendam pada Rodr

-

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
THE MAFIA: MARIJUANA
THE MAFIA: MARIJUANA
“She's like Marijuana. Forbidden, dangerous, addiction, and also deadly. Daphne Madison, otak di balik kemenangan Ruthen berkali-kali, dihadapkan pada situasi di mana dia harus berlutut dan memohon kepada seorang pria, demi membalaskan dendamnya pada Edgar David Ruthen yang telah membunuh saudari kembarnya. Naas, dia harus berlutut pada musuhnya sendiri, Casillas Rodriguez, yang langsung menodongkan pistol saat dia masuk secara paksa ke markas Rodriguez dengan bersimbah darah. "Gunakanlah aku sebagai agen ganda. Aku ingin membalaskan dendam dan akan mengembalikan posisimu dari Edgar," ujar Daphne membawa tawaran yang sangat menggiurkan. "Menarik. Tapi, bagaimana bisa aku percaya pada musuhku sendiri?" balas Casillas masih menodongkan pistol. Gadis itu terdiam sejenak dan berlutut di hadapan musuhnya. "Ku mohon, Casillas. Apapun akan ku lakukan untukmu, tidak, apapun akan ku berikan padamu." "Ha! Termasuk tubuhmu?" "... ya." "!" Casillas menurunkan pistol dan menatap Daphne dengan serius. "Aku memberikanmu banyak hal, bahkan sampai hal yang tak pernah ku berikan pada siapapun. Sebagai gantinya, tolong lindungi aku agar tak dibunuh oleh Edgar." Pengkhianatan dan pembalasan dendam pun dimulai dengan sangat mulus menggunakan otak cerdik Daphne yang mampu memainkan peran dengan sangat baik. Seiring dengan itu, seperti julukan Daphne, Marijuana, Casillas pun tak mampu mengelak dan berakhir tenggelam dalam pesona Daphne yang mematikan. Akan tetapi, apakah hanya Casillas saja yang tenggelam dalam pesona Daphne? Tentu saja tidak. Karena Daphne juga merasakan hal yang sama dengan pria berambut hitam itu. Hanya saja, Daphne memiliki cara tersendiri untuk menyembunyikan perasaan yang menurutnya "tidak benar" itu. "Aku takkan pernah melepaskan mu, Daphne. Sekalipun aku harus mengikatmu di kerangkeng besi, karena aku ... mencintaimu."”