TEPIAN HATI SEORANG ISTRI

TEPIAN HATI SEORANG ISTRI

vellznetorare

5.0
Komentar
16.9K
Penayangan
24
Bab

Sebuah kisah yang menyajikan konflik hati seorang ibu rumah tangga , tanpa ia sadari telah melakukan perselingkuhan dengan sahabat suaminya sendiri . Walaupun bukan ia yang memulai percikan tersebut tetapi seiring berjalan waktu perasaan tumbuh jauh lebih dalam.

TEPIAN HATI SEORANG ISTRI Bab 1 BEGINNING

Aku dan Mas Ricky sudah bersahabat sejak kami semua masih bujang. Usianya hanya dua tahun lebih tua dariku. Namun karena pembawaannya yang kalem dan bersahaja, membuatku sejak awal menghormatinya, segan dan sungkan padanya. Itulah kenapa aku membiasakan diri memanggilnya "mas".

Diskusi kami mengalir lancar, diiringi coretan kami pada kertas sketsa yang aku bawa.

"Hayooo... Ini diminum dulu kopinya... Ada pisang goreng juga, masih panas lho..." suara renyah istri mas Ricky memutuskan diskusi kami.

Alya, istri mas Ricky datang sambil membawa nampan berisi dua gelas kopi panas dan pisang goreng yang masih mengebul harum. Dia kemudian menyusunnya dengan cekatan di meja yang kami gunakan. Terpaksa aku dan mas Danu menyingkirkan dulu kertas coretan kami.

"Silakan diminum kopinya, kak..." kata Alya kepadaku.

"Makasih, dek... Wah kayaknya pas banget nih kopi lawannya pisang goreng..." sahutku.

Sementara aku menikmati kopiku, Alya mendekati suaminya, bertanya ini itu tentang rencana rehab yang sedang kami bahas.

"Kak, ini bisa gak kalo kamar tidurnya dibuatkan kamar mandi di dalam...?" tanya Alya padaku.

Aku yang mendengar Alya bertanya padaku, seketika menoleh padanya. Detik itu juga hatiku terkesiap, tergagap pada sebuah moment yang tak pernah aku sangka.

Alya bertanya sambil matanya menatap padaku.

Tidak... Tidak....

Matanya bukan menatap... Tapi menghujam hingga ke hatiku.

Aku terpana.

Tepatnya, terpesona.

Aku sudah mengenal Alya sejak 4 tahun yang lalu, setahun sebelum mas Ricky mempersuntingnya. Harus aku akui, Alya adalah anak yang sangat cantik, tapi aku selalu menghormatinya, menghargainya seperti adikku sendiri sebagaimana aku menganggap mas Ricky sebagai kakakku. Ribuan kali sudah kami berbicara sambil bertatap mata, entah apa yang salah dengan tatapan yang sekali ini.

Aku tergagap, masih terpesona pada perasaan yang aku rasakan saat mata kami bertemu pandang tadi.

"Gimana, dek...?" tanyaku tergagap.

Alya tersenyum dikulum melihat tingkahku. Sepertinya dia menyadari ada yang salah denganku sekali ini. Wajahnya agak menunduk, sementara matanya tetap menatapku lekat.

"Alya tanya, bisa gak kamar tidurnya dibuatkan kamar mandi di dalam..." katanya sambil tersenyum dikulum.

Astaga...

Senyumnya kenapa manis sekali..., keluhku dalam hati. Aku kembali terpesona pada cara Alya berbicara, tersenyum dan menatapku dalam satu waktu.

Untung mas Ricky masih konsentrasi pada gambar rancangan yang aku buat, tidak memperhatikan percakapanku dengan istrinya.

"Ooo... Bisa..., bisa... Nanti kita bisa atur lagi ukuran kamarnya dengan ruangan di sebelahnya..." jawabku, berusaha menguasai diri.

Tepatnya mencoba normal, jangan berpikir yang tidak-tidak pada istri sahabatku yang aku anggap seperti kakakku sendiri.

Alya kini tampak menahan tawanya melihat tingkahku. Senyumnya semakin indah bagiku, sementara mata kami tetap terpaut erat dalam tatapan.

Aku semakin tak mengerti, kenapa aku semakin terpesona begini.

"Yo wis... Monggo dilanjutkan diskusinya... Tak tinggal dulu ya..." kata Alya sambil tersenyum dikulum, kemudian berdiri dan melangkah ke dapur membawa nampan tadi.

Mataku tak lepas menatapnya... Untung pula mas Ricky masih tak menyadari tingkah kami, sibuk meneliti gambar rancangan rumahnya.

Aku terkesiap saat akan menghilang di balik dinding dapur, Alya menoleh dan menatapku sambil tersenyum manis sekali...

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh vellznetorare

Selebihnya

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku