icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

My Annoying Boss

Bab 2 Aura Mertua FTV Azab

Jumlah Kata:1426    |    Dirilis Pada: 11/07/2022

terdapat ember berisikan air pel yang telah berubah warna lebih gelap. Diam-di

pi. Ibu tiri beserta adik-adiknya sedang tidak ada di rumah. Entah ke mana pergi

pat kasih sayang, nyatanya hidup Sina lebih sengsara. Bukannya merin

ang kaya raya, dari keluarga ningrat, tapi kalau Sina memang dasarnya bukan dari keluarga berada, mendiang ayah

ng sih, rumah jadi tidak sepi lagi. Setiap hari selalu ramai oleh omelan Mama tirinya. Kurang uang belanja lah, protes ke Sina karena banyak makan lah, disuruh ini dan itu, sudah dilakukan mas

gas rumahnya sebelum Ibu tiri dan adik-adiknya pulang. "Nikahin gue seca

drama Korea, Cina, dan sebangsanya. Namun, di dunia nyata tidak mungkin ada. Orang kaya akan mencari yang setara den

r, tapi pandai menghabiskan uang anak tirinya. Lihat saja Sina, walau bekerja di perusahaan bagus, gaji besar, penampilannya ya begitu-b

gepel lantai. "Balas dendam karena kemarin gue akuin jadi selingkuha

an kemarin, Abra menyuruhnya keluar tanpa mengatakan ap

ang linglung. Sampai Sina duduk di kursinya dengan t

mpai dipanggil sama Pak

na memang salah mendengar. "Lo perca

g tangannya ke kening Sina. "Oh, panas. Pantas. Mending

ia terlalu takut di depak dari perusahaan ia bekerja

pintu dari luar. Sina meletakkan alat pelnya kembali, berjalan ke arah pintu sambil mengomel. Pas

-tiba ada di sini? Tahu

gan Abra di depan pintu rumahnya. Atasannya itu mengenakan pakaian lebih santai, n

, Pak. Kalau saya berharap Bapak mau nikahin saya beneran, gimana? Saya sudah ca

ergelangan tangannya. "Saya nggak punya banyak waktu menjawab semua

ang ngira saya pembantu yang sedang beruntung diajak belanja sama majikan gantengnya, gimana? Saya em

ik. "Rasanya nggak akan ada bedanya. Mau pa

saya mandi, saya berubah jadi Desi Ratnasari. Sa

*

Sina tonton, tokoh utama yang digambarkan dari keluarga kaya raya akan mengubah penampilan si perempuan lebih cantik. Akan diba

on bagus, dibelikan ini dan itu agar penampilannya lebih enak dilihat. Karena

h mengenakan daster dan sandal jepit seharga sepuluh ribu yang biasa ada di warung-w

Di rumah Abra ada dua belas orang asisten rumah tangga. Tapi saat Sina sengaja menghitung asisten rumah tangga Abra, ternyata

Abra bergantian, lalu menatap penampilannya sendiri. Bahkan seluruh a

dengan sebutan beren

ra spontan menarik

h Sina. "Ada apa? Kalau mau tanya bisa

ang mirip gelandangan kalau Bapak nggak sadar. Masa saya mau diaja

harapkan," jawab Abr

us, lho. Jangan sampai besok saya beneran gila karena berhadapan sama Bapak. Oke. Saya ngaku salah. Saya sudah mencoreng nama Bapak karena kejadian beberapa hari yang lalu. Tapi beneran, daripada saya haru

i itu. Sina ternyata sangat berani dari dugaan Abra. Ia kira Sina akan menurut walau dibawa ke mana

ra.

Memang kalau punya banyak uang beda, ya. Di usia yang sudah tidak muda seperti wanita itu, kulit tangannya masih bagus,

ecara perlahan bersembunyi

jawab

"Saya mending nikah sama yang biasa-biasa aja, Pak. Daripada nikah sama orang kaya, saya di hina setiap hari, bisa mati muda saya nanti, Pak. Saya apa sih

amu bisa diam aja, nggak? Saya pusing dengarnya. Lagian yang kamu katain tadi itu Ma

ya. Aduh. Definisi menambah masal

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
My Annoying Boss
My Annoying Boss
“Ingin terlepas dari jeratan mantan pacar super toxic, Sina justru mendapat masalah baru karena ia refleks menarik lelaki secara sembarangan di sebuah restoran, lalu mengakui lelaki itu sebagai selingkuhannya di depan mantan pacarnya. Sumpah, Sina hanya ingin terbebas dari mantan pacar. Tapi, yang terjadi justru Sina harus berurusan dengan atasannya sendiri. Ya. Lelaki yang Sina tarik di restoran adalah Abraham Prama. Atasan baru Sina di kantor! Abraham Prama telah memasuki usia tiga puluh lima tahun-dan tentu saja bujukan kedua orang tuanya agar segera menikah selalu mampir setiap hari. Tidak kenal waktu. Bahkan mamanya selalu mengingatkan supaya Abra segera mencari calon istri-atau kalau tidak, Abra akan dijodohkan dengan pilihan kedua orang tuanya. Sina yang tiba-tiba menarik tangan Abra, kemudian mengklaim Abra sebagai pacar baru perempuan itu membuatnya memiliki ide baru. Yang jelas akan menguntungkan mereka berdua. "Saya nggak ada waktu buat kenalan sama perempuan di sana-sini. Karena kamu sudah pegang tangan saya, dan mengakui saya sebagai pacar di depan banyak orang, rasanya nggak adil kalau kamu nggak tanggungjawab."-Abraham Prama. "Tanggungjawab kayak gimana ya, Pak? Saya rakyat jelata lho, Pak!"-Sina Lestari.”