icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

My Annoying Boss

Bab 6 Mulut Ajaib Sina

Jumlah Kata:1321    |    Dirilis Pada: 11/07/2022

am di dinding. Bhiyan lupa kalau Sina tidak memiliki

edung kantor adik tirinya, ia melihat sosok Sina di dalam m

a keluar, pada akhirnya Bhiyan memutuskan untuk pulang. I

iyan menghubungi Ibu dan adik-adiknya yang lain. Siapa tahu Sina pulang ke rumah ayahnya

a tidak pulang juga, Bhiyan memutuskan kembali ke kantor

ang mengetuknya dari luar. Bhiyan segera membuk

baju kerja seperti tadi pagi. Bhiyan menggelengkan kepala, menyadarkan dirinya saat menatap Si

uga bingung karena nggak punya HP." Sina masih di ambang pint

aja, Na? Terus, ini..., baju ka

endiri. Ia mendengkus tanpa kentara, kemu

u udah boleh masuk, kan?" tanya Sina, Bhiyan dengan cep

rjadi sesuatu pada Sina. Tapi nampaknya Sina baik-baik saja. Sepertinya adik tiri B

m, Na?" tanya Bhiyan

ya ke dalam kantong bekas kemarin. Bhiyan kelihatan b

a? Kamu mau pulang ke rumah Ayah?" Bhiyan

"Aku nggak pulang ke rumah Ayah kok, Mas. Tapi

tkan dahinya.

dua saudara tiri, tapi hubungan keduanya sangat baik. Orang-orang bahkan tidak berniat bertanya siapa Sina, kenapa ada perempuan lain di rumah lelaki itu. Yang mereka tahu rumah tangga Bhiyan sed

i teman yang bisa diajai join tempat tinggal, gitu." Sina pura-pura terkek

elalu mandiri, Na

jarnya. "Makasih ya, Mas. Baru semalam tinggal di sini, Mas udah ngerawat aku kayak adek send

khawatir karena kamu belum pulang juga.

k. "Maaf banget ya, Mas. Maaf. Aku ng

nya Bhiyan melihat kantong kresek di

a. Sontak, isi kepala Sina dipenuhi dengan segala bayangan aneh. Bagaimana kalau Bhiyan menghajar Abra? Walau bagai

gi nunggu di depan gapura, kok

u ajak sekalian t

ku bawa mobil, Mas. Di sini gangnya agak sempit. Jad

hela napas lega setelah ia berh

*

r dalam diam, tidak berusaha mengajak Sina bicara, padahal Sina sudah mati ke

ai menjalar ke mana-mana. Ia melirik Abra. Lelaki itu masih fo

ik? Hei, yang lebih cantik dari Sina di kantor itu banyak! Oh! Atau karena Sina unik?

pala, lantas menyandarkannya ke jendela mobil. Sepasang m

enarik dirinya. Duduk dengan

bra, menatap

tanya," gu

apa harus Sina, gitu? Mana mungkin alasan yang mendasari Abra sekarang, itu karena ingin balas dendam ke Sina? Iya, karena insiden menarik

ong?" tegur Abra santai. "Sebentar lagi ki

bra justru membuat Sina malah menambah dosa. Sedikit-sedikit p

saya itu apa." Abra menangkap sinyal-sinyal aneh dari Sina. Sina itu nyel

pa, sih?" Abra mulai antisipasi. Sebelum kepalanya di

endengarnya. Padahal mereka cuma berdua saja. "Hm..., rasanya aneh aja kalau Pak Abra mau nikahin saya. Di kantor, saya bukan orang y

ala Sina sangat besar sekarang. Sudah ia kataka

tiba nunjuk perempuan yang mau dinikahin cuma buat dijadiin topeng aja. Kayak, semacam..., nikah kontrak? Oh!" Si

a otomatis membungkam bibirnya rapat. Seketika aura Abra ber

an nggak normal? Atau di mata kamu, saya k

h?" Sina gelagapan. Ia

hatan kayak penyuka sesama jenis? Atau, saya perlu

ih... kalau nggak ditunjukkin, gimana saya bisa

ka sabuk pengamannya. "Gimana? Sa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Prolog 2 Bab 2 Aura Mertua FTV Azab 3 Bab 3 Sumber Masalah Baru Sina 4 Bab 4 Sina dan Kesialannya 5 Bab 5 Sampai Undangan Disebar! 6 Bab 6 Mulut Ajaib Sina 7 Bab 7 Saya Makan Nasi, Pak! 8 Bab 8 Kertas Bungkus dan Sendok Nenek 9 Bab 9 Cantik Mana Sama Saya 10 Bab 10 Tolong Jangan Pergi 11 Bab 11 Cara Melawan Sina 12 Bab 12 Hilang Tanpa Kabar 13 Bab 13 Titik Terendah Sina 14 Bab 14 Saya Capek, Pak! 15 Bab 15 Permintaan Sina 16 Bab 16 Penawaran Abra 17 Bab 17 Meminta Restu 18 Bab 18 Sina dan Kaca Beling 19 Bab 19 Cara Menangani Sina 20 Bab 20 Ketegasan Abra 21 Bab 21 Cara Sina Merayu 22 Bab 22 Jangan Halu, Na! 23 Bab 23 Pembalasan Abraham Prama 24 Bab 24 Permintaan Sulit Sina 25 Bab 25 Penyebabnya Kamu! 26 Bab 26 Rasa Takut yang Mendera 27 Bab 27 Suara Bapak Seksi 28 Bab 28 Bunga Favorit Dia 29 Bab 29 Pembalasan Sang Mentari 30 Bab 30 Masuk Perangkap Mentari 31 Bab 31 Lestari dan Mentari 32 Bab 32 Jatah Mantan 33 Bab 33 Menyempurnakan Rencana 34 Bab 34 Ini Aku, Cucumu! 35 Bab 35 Ketika Uang Berbicara 36 Bab 36 Di Hari Pernikahan 37 Bab 37 Rencana Sukses! 38 Bab 38 Ide Siapa 39 Bab 39 Kecurigaan Kara 40 Bab 40 Memberatkan, Nggak 41 Bab 41 Percobaan Pembunuhan 42 Bab 42 Mulai Luluh 43 Bab 43 Ampuni Saya, Sina! 44 Bab 44 Kesaksian Palsu Kara 45 Bab 45 Pertengkaran di Rumah Prama 46 Bab 46 Posisi Sulit Mentari 47 Bab 47 Keributan di Kelab 48 Bab 48 Menggali Kuburan Sendiri 49 Bab 49 Masalah Baru Mentari 50 Bab 50 Kamu Bukan Sina 51 Bab 51 Ancaman Dari Lembayung 52 Bab 52 Terkuaknya Rahasia Keluarga Tedja 53 Bab 53 Kebringasan Cucu Tedja 54 Bab 54 Pertanyaan itu Fakta 55 Bab 55 Ide Cemerlang Kara 56 Bab 56 Karma Untuk Sila 57 Bab 57 Jangan Pernah Berubah 58 Bab 58 Terbongkarnya Kejahatan Nyonya Prama 59 Bab 59 Perasaan Hancur Abra 60 Bab 60 Penyelidikan Ringga 61 Bab 61 Kebimbangan Kara 62 Bab 62 Pertemuan Sila dan Abra 63 Bab 63 Rahasia yang Dibongkar Ringga 64 Bab 64 Berakhirnya Sandiwara Mentari 65 Bab 65 Melindungi Mentari 66 Bab 66 Gugatan Perceraian 67 Bab 67 Dampak Perceraian 68 Bab 68 Datang Berkunjung 69 Bab 69 Janji Gaga 70 Bab 70 Melawan Mentari 71 Bab 71 Waktu yang Singkat 72 Bab 72 Janji Mentari Kepada Kara 73 Bab 73 Sila yang Menentang 74 Bab 74 Klien Tidak Terduga 75 Bab 75 Kesedihan Kamya 76 Bab 76 Curahan Hati Mentari 77 Bab 77 Merasa Menjadi Pengkhianat 78 Bab 78 Usaha Pertama Abra 79 Bab 79 Maaf, Pak Gaga 80 Bab 80 Ketahuan Jenaka