QoriRahma
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita QoriRahma
My Annoying Boss
Romantis Ingin terlepas dari jeratan mantan pacar super toxic, Sina justru mendapat masalah baru karena ia refleks menarik lelaki secara sembarangan di sebuah restoran, lalu mengakui lelaki itu sebagai selingkuhannya di depan mantan pacarnya.
Sumpah, Sina hanya ingin terbebas dari mantan pacar. Tapi, yang terjadi justru Sina harus berurusan dengan atasannya sendiri. Ya. Lelaki yang Sina tarik di restoran adalah Abraham Prama. Atasan baru Sina di kantor!
Abraham Prama telah memasuki usia tiga puluh lima tahun-dan tentu saja bujukan kedua orang tuanya agar segera menikah selalu mampir setiap hari. Tidak kenal waktu. Bahkan mamanya selalu mengingatkan supaya Abra segera mencari calon istri-atau kalau tidak, Abra akan dijodohkan dengan pilihan kedua orang tuanya.
Sina yang tiba-tiba menarik tangan Abra, kemudian mengklaim Abra sebagai pacar baru perempuan itu membuatnya memiliki ide baru. Yang jelas akan menguntungkan mereka berdua.
"Saya nggak ada waktu buat kenalan sama perempuan di sana-sini. Karena kamu sudah pegang tangan saya, dan mengakui saya sebagai pacar di depan banyak orang, rasanya nggak adil kalau kamu nggak tanggungjawab."—Abraham Prama.
"Tanggungjawab kayak gimana ya, Pak? Saya rakyat jelata lho, Pak!"—Sina Lestari. Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.