icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

My Annoying Boss

Bab 8 Kertas Bungkus dan Sendok Nenek

Jumlah Kata:1041    |    Dirilis Pada: 11/07/2022

rti, ponsel, baju, tas, sepatu dari merek terkenal dengan harga selangit yang bisa membuat Sina mengelus dada akibat terkejut melihat harga yang tertera. Abra juga menyiapkan mobil seka

mbuat ulah, Abra han

g wajib membiayai hidupnya. Tapi, Sina menerima banyak hal dari Abra. Ketika ditanya apa alasan Abra, le

nkan Abra menjadi pasangannya. Bagaimana, ya? Kalau Sina terus menerus tinggal di sini, tapi Sina tidak menerima Abra, Sina merasa tidak enak. Kesannya kurang a

ng! Sina mau makan

atas telenan. Kepalanya mendongak ke atas, lalu t

an Abra, sih? Kalau sampai orang satu kantor tahu hidup Sina dibiayai Abra, apa tidak heboh nantinya? Be

lingkuhan lelaki yang punya istri. Nah, Pak Abra k

an atau bukan. Saking seriusnya Sina bermonolog, ia tidak sadar kalau Abra ada di belak

Abra menarik kedua sudut bibirnya membentuk senyuman tipis. Bi

angan kanannya. Abra menyandarkan punggung ke dindin

inggali perempuan itu. Ia sengaja membawa Sina kemari untuk membantu

idak bisa membiarkan Sina terus melupakannya. Melupa

Sina, cuma karena Sina menarik tangannya di restoran waktu itu?

Pak A

an

Sina sudah menebak kalau Abra ada di sana hanya dengan mencium aroma parfum Abra yang merebak ke seluruh dap

endiri. Ia melihat mangkuk mahal itu pec

rpihan mangkuk yang ia pecahkan barusan. Abra secara otomat

u jarinya tidak sengaja terg

lirik perempuan itu, kini diam mematung semba

yang terluka itu jarinya, lho. Kenapa efeknya bisa langsung menyerang kepalany

" Suara bass milik A

h? Nggak akan minta ganti rugi, kan? Ini nih, Pak, makanya saya mau beli peralatan m

ara sampai membuat atasannya pusing kepala. Sina cuma takut Abra memiliki riwayat darah tinggi, lalu Abra tahu-tahu drop karena mendengar ocehan

depan wajah Abra. "Saya lagi ngomong lho, Pak. Bap

ari menenteng jas miliknya. "Lain kali bisa lebih hati-hati, kan? Kalau kamu pecahin atau merus

Abra yang berjalan keluar dapur. "Gitu

kanya kamu harus lebih hati-hati. Kamu kira beli peralatan m

besok, saya makannya pakai kertas bungkus aja. Jadi setiap habis makan, tinggal buang aja. Ngg

engar ocehan Sina yang tidak ada jedanya. Abra baru mengelua

kus yang banyak sekalian bikin stock di sini." Sina tersenyum le

idak waras sepertinya. Di sini tidak kekurangan perala

serasi sama kertas bungkusnya,"

a. Saya angkat tangan,"

s angkat tangan," gerutu Sina. "Emang saya secerewet apa sa

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
My Annoying Boss
My Annoying Boss
“Ingin terlepas dari jeratan mantan pacar super toxic, Sina justru mendapat masalah baru karena ia refleks menarik lelaki secara sembarangan di sebuah restoran, lalu mengakui lelaki itu sebagai selingkuhannya di depan mantan pacarnya. Sumpah, Sina hanya ingin terbebas dari mantan pacar. Tapi, yang terjadi justru Sina harus berurusan dengan atasannya sendiri. Ya. Lelaki yang Sina tarik di restoran adalah Abraham Prama. Atasan baru Sina di kantor! Abraham Prama telah memasuki usia tiga puluh lima tahun-dan tentu saja bujukan kedua orang tuanya agar segera menikah selalu mampir setiap hari. Tidak kenal waktu. Bahkan mamanya selalu mengingatkan supaya Abra segera mencari calon istri-atau kalau tidak, Abra akan dijodohkan dengan pilihan kedua orang tuanya. Sina yang tiba-tiba menarik tangan Abra, kemudian mengklaim Abra sebagai pacar baru perempuan itu membuatnya memiliki ide baru. Yang jelas akan menguntungkan mereka berdua. "Saya nggak ada waktu buat kenalan sama perempuan di sana-sini. Karena kamu sudah pegang tangan saya, dan mengakui saya sebagai pacar di depan banyak orang, rasanya nggak adil kalau kamu nggak tanggungjawab."-Abraham Prama. "Tanggungjawab kayak gimana ya, Pak? Saya rakyat jelata lho, Pak!"-Sina Lestari.”