icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

ULANG TAHUN IBU MERTUA

Bab 2 Kue Ulang Tahun

Jumlah Kata:1033    |    Dirilis Pada: 09/05/2022

ring dan gelas kotor sementara kalian enak-enakan makan?" Kudengar suara itu. Aku menoleh dan

. Mama ajak gabung aja dia malah nolak." Pintar sekali dia memutar

Mas Alka menatap padaku. Semua sorot

akan, tapi disertai

adi keributan di acara ini

bu mertua dengan ipar-iparku. Sepertinya dia tidak sepenuhnya percaya,

menawarkan diri, bosan katanya. Mama udah larang juga tad

g dan diperdebatkan. Aku menantu baru di keluarga ini, su

mama? Kamu memang inisiatif menaw

buat kekacauan di hadapan banyak orang. Kalau pun kubantah, yang ada ibu mertuaku pasti ak

uk sendirian." Akhirnya, kalimat itu yang keluar dari mulu

Dia mengusap pucuk kepala

memintaku meletakkan gelas dan piring kotor itu kembali ke atas mej

duk saja di sini menemani aku makan. Dia pa

bisa menjadi anak yang mama banggakan. Namun, bagiku,

Tampak sangat tulus ucapan

apa yang ada dalam pikirannya. Namun, tidak baik berburuk s

mana?" Kudengar Mas Hamdan yang sudah

miku menoleh dan mengulas senyum pada lel

doa. Sesuatu yang pastinya lebih berharga daripada sekadar harta," ucap Mas Alka.

an untuk ibu tercinta. Aku pun setuju, sebagai menantu sud

al sejak tadi mereka diam saja, ketika Mas Alka datang

i mana saja," ucapnya sambil mengeluarkan sebuah kartu kredit. Maklum Mas Hamdan beke

puluh lima tahun itu tersenyum lebar. Ditepuk-te

a. Makasih, Ndan," ucapnya dengan semringah. Dia segera memasuka

empat duduk mereka. Selama ini yang tampak paling tidak ingin ters

ke arah Mas Hadi dan Mas Hamish. Keduanya berdiri dengan enggan dan berjalan mengha

a. Ibu mertua dan Mas Hamdan duduk di meja seberan

MC memandu membacakan doa. Potongan-poto

pada Mas Hadi, menyusul potongan-potongan berikutnya dibagikan untuk pada anak dan menantunya yang lain. Potongan kue lainnya diberikan pada Ajeng da

dak terima, karena menantu yang lain m

Tadi lagi dianter supirnya Hamdan pergi ke supermarket sebentar," ucapnya sambil meli

Buat cucu-cucuku nanti," ucapn

h gegas menghampiri

saya saja." Mas Alka menaruh kembali kue dalam pi

sama kadomu juga. Kado saja kamu cuma ngasih satu, 'kan? Itu juga gak tahu ha

h sama orang tua. Coba kamu dulu nikah sama Ratna, sudah pasti kamu hidup se

a membuat semuanya terkejut dan menarik perha

bersikap santun dan menjaga ucapan. Apakah kalian tidak pernah belajar tata krama di sekolah, bagaimana c

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
ULANG TAHUN IBU MERTUA
ULANG TAHUN IBU MERTUA
“"Aku tidak mengirim istriku untuk menjadi pembantu di sini, Ma. Kenapa dia sibuk mengambil piring dan gelas kotor, sementara kalian enak-enakan makan?" Alka melempar protes ketika sang istri yang dicintainya diperlakukan semena-mena. Menjadi orang tidak berpendidikan tinggi dan tidak berpunya membuat Madina dibeda-bedakan di keluarga suaminya. Terlebih Alka---sang suami, memiliki pendidikan paling rendah juga disbanding ketiga kakaknya. Tuti---ibu mertua Madina terasa sangat pilih kasih. Sering kali dia memperlakukan Madina seperti pembantu dan bukan menantu. Pada acara ulang tahunnya, Madina dicibir dan direndahkan. Bahkan dia disuruh membantu membereskan piring dan gelas kotor. Mereka mengira Madina datang hanya untuk menumpang makan, karena sepertinya tidak mungkin dia membelikan hadiah yang mewah. Semua anggota keluarga tahu jika Madina dan Alka hidupnya hanya rata-rata. Semua hinaan, kepedihan dan rongrongan dari keluarga sang suami membuat rumah tangganya kerap kali diterpa badai. Terlebih Tuti---sang ibu berharap memiliki besan dengan seorang yang terpandang. Dia mencoba memasukkan Ratna dalam kehidupan sang putra. Para Ipar dan Mertua Madina berusaha keras agar Ratna bisa menjadi istri kedua dari Alka. Bagaimanapun mereka diiming-imingi kehidupan mewah dan menyenangkan oleh Ratna. Hingga akhirnya persekongkolan itu membuat sebuah kesalah fahaman besar terjadi antara Madina dan Alka sehingga membuat mereka terpisah jarak dan antara. Dalam kesendirian itu, Madina yang memang sudah merintis karir dalam dunia literasi menemukan jalan rejekinya. Salah satu novel yang ditulisnya viral dan dirinya mendadak terkenal dengan nama pena yang tidak diketahui oleh keluarga suaminya. Begitu pun dengan Alka yang merasa ditinggalkan dan mengira jika Madina lebih memilih lelaki dari masa lalunya, dia sibuk memperbaiki kehidupan ekonominya. Akankah keduanya kembali dipertemukan dan bisa menjalani hidup penuh kebahagiaan? Ataukah semuanya berakhir, Madina dan Alka berjalan masing-masing dengan pilihan hidupnya?”