icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

ULANG TAHUN IBU MERTUA

Bab 5 Antara Ada dan Tiada

Jumlah Kata:845    |    Dirilis Pada: 09/05/2022

rna tadi. Dia yang dilemparkan, tapi hati ini yang terluka. Namun, kedua alisk

ke mana? Apakah su

gelang yang ukurannya hanya sepuluh gram i

ih menghampiriku sambil melong

ak Mirna, pas aku ambil ternyata isinya sudah gak ada," uca

bantu car

bantuku mencari-cari isi dari kado itu takut

apa? Siapa tahu nanti bibi

nabung selama satu tahun sangking pengin mem

, Neng. Kalau hilang," u

ng, Bi. Udah gitu kalau dia tahu isinya sudah gak ada pasti dia sedih

ibu, Neng." Bi Romsih tampak berusa

Mas Alka ukir tiap malam. Dia buat dengan penuh kasih. Biar ak

Bi Romsih sambil memasukan kotak kayu

u sambil menyimpannya di meja makan y

," jawab B

i. Takut acaranya sudah d

g," ucapn

e tempat acara. Ternyata benar rombon

a tamu yang hadir mengiringi tersematnya cincin berhias permata itu. Aku turut merasakan getar bahagia pada

Mohd. Anggara Prayoga dengan Ibu Tuti Bestari telah resmi bertunangan dengan Al Gibran Faherzi yang merupakan putra tungg

utan. Namun, tidak ada. Kemudian MC tersebut menoleh pada keluarga ibu mertuaku. Para kakak ipar saling melempar pandang. Namun, tak

emilih Ajeng sebagai calon menantu keluarga kalia

a yang tampak berdiri dengan anggun. Kaki sedikit disilang

dari kalangan keluarga tidak berpendidikan, meskipun memang baru ak

es seperti keluarga Nak Gibran, tetapi latar belakang

pertamanya Ajeng, Hamdan Prayoga lulusan S1 universit

an S1 di universitas dalam negeri dan k

memimpin perusahaan furniture yang dimiliki ayah mertuanya. Jadi, k

ya dengan bangga. Namun, kenapa dia tidak menyebut suamiku? Apa

rubah. Aku yakin pasti hatinya terluka. Namun, suamiku itu tetap saja memasang

memecah keheningan yang tercipta dari jeda. Ibu mer

sambil berjalan meninggalkan arena tukar cincin dan kem

rap dia bisa mengalihkan kesedihan yang dia s

lalu manis, ya," lirihny

ngku berbalik dan langkah ini memasuki ruang tengah.

dan membantumu meraih kesuksesan, Mas," gumamku dalam dada. Cairan bening ini menet

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
ULANG TAHUN IBU MERTUA
ULANG TAHUN IBU MERTUA
“"Aku tidak mengirim istriku untuk menjadi pembantu di sini, Ma. Kenapa dia sibuk mengambil piring dan gelas kotor, sementara kalian enak-enakan makan?" Alka melempar protes ketika sang istri yang dicintainya diperlakukan semena-mena. Menjadi orang tidak berpendidikan tinggi dan tidak berpunya membuat Madina dibeda-bedakan di keluarga suaminya. Terlebih Alka---sang suami, memiliki pendidikan paling rendah juga disbanding ketiga kakaknya. Tuti---ibu mertua Madina terasa sangat pilih kasih. Sering kali dia memperlakukan Madina seperti pembantu dan bukan menantu. Pada acara ulang tahunnya, Madina dicibir dan direndahkan. Bahkan dia disuruh membantu membereskan piring dan gelas kotor. Mereka mengira Madina datang hanya untuk menumpang makan, karena sepertinya tidak mungkin dia membelikan hadiah yang mewah. Semua anggota keluarga tahu jika Madina dan Alka hidupnya hanya rata-rata. Semua hinaan, kepedihan dan rongrongan dari keluarga sang suami membuat rumah tangganya kerap kali diterpa badai. Terlebih Tuti---sang ibu berharap memiliki besan dengan seorang yang terpandang. Dia mencoba memasukkan Ratna dalam kehidupan sang putra. Para Ipar dan Mertua Madina berusaha keras agar Ratna bisa menjadi istri kedua dari Alka. Bagaimanapun mereka diiming-imingi kehidupan mewah dan menyenangkan oleh Ratna. Hingga akhirnya persekongkolan itu membuat sebuah kesalah fahaman besar terjadi antara Madina dan Alka sehingga membuat mereka terpisah jarak dan antara. Dalam kesendirian itu, Madina yang memang sudah merintis karir dalam dunia literasi menemukan jalan rejekinya. Salah satu novel yang ditulisnya viral dan dirinya mendadak terkenal dengan nama pena yang tidak diketahui oleh keluarga suaminya. Begitu pun dengan Alka yang merasa ditinggalkan dan mengira jika Madina lebih memilih lelaki dari masa lalunya, dia sibuk memperbaiki kehidupan ekonominya. Akankah keduanya kembali dipertemukan dan bisa menjalani hidup penuh kebahagiaan? Ataukah semuanya berakhir, Madina dan Alka berjalan masing-masing dengan pilihan hidupnya?”