icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

ULANG TAHUN IBU MERTUA

Bab 3 Belum Dibuka

Jumlah Kata:1010    |    Dirilis Pada: 09/05/2022

bersikap santun dan menjaga ucapan. Apakah kalian tidak pernah belajar tata krama di sekolah, bagaimana c

Mas Hamish merah padam. Mereka saling melempar pandangan. Beg

argai acara mama, Ka. Jangan membuat malu nama keluarga di muka umum," ucapannya secara tersirat seolah

layani perdebatan yang menyita waktu dan tenaga itu. Langk

ku ketika aku sudah berh

ang," uca

embantah. Kuikuti ayunan langkah cepatnya menuju

eriakan Ajeng dari belakang. Gadi

pun aku. Dia sedang men

gah mengejar kami. Beruntung dia memakai sepat

Alka sambil menyodor

rtunanganku sama Mas Gibran. Masa Mas Alka sama Mbak Dina gak mau kasih aku

ga yang paling baik menerima kami. Kasihan juga, dia tidak terlalu dekat dengan ketiga kakaknya yang lain. Mungkin karena perbedaan usi

berjalan mendekat dan

-kakak iparmu di dalam," u

pisah saja bareng Mas Gibran,

k, tapi kuyakin dia tak akan menolak. B

lah,

minta helm yang tadi diserahkannya padaku. Kami ke

bran yang tampak masih berbaur di meja utama. Entah k

on calon tunangannya. Lelaki itu tampak mengangguk setelah mener

ya santun. Mas Alka menga

awab suami

e banget pada ketawa-ketawa?" tanya Aj

mama dulu. Yang dari kita sih kayaknya belaka

yang keluar dari mu

h menerka isi hatinya sekarang. Kami mengobrol ringan. Ajeng sibuk wara-wiri mengambilkan makana

rhatian. Semua mata tertuju pada meja uta

pertama dari anak dan mantu pertama. Kira-kira apa isinya?" Se

. Tidak lama, dia mengeluarkan satu set

dan coraknya. Memang Bu Sari ini menantu yang pintar mengambil hati," ucap MC

orang tuanya. Gak salah kalau jadi anak mantu ke

ja ya. Jadi, yang kedua ini dari anak keduanya, yaitu Mas Hadi d

g sandal bermerk. Wajah ibu mertuaku tampak semringah. Sepertinya Mbak Sari janjian dengan M

mbuka bungkusan yang cukup besar itu. Matanya berbinar seketika tatkala tampak satu tas branded keluar dar

kan. Dia perlahan menyobek kertas kado dua ribuan yang kujadikan pembungkus kado. Aku lihat ekspresinya tampak datar. Setel

rna mengambil alih mic dari MC yang

ri sudah mulai disibukkan oleh rengekan putranya, Hamzah. Yang usi

us ribuan," celoteh Mbak Mi

mertuaku melirik ke arah meja kami. Ku

piri ibu mertuaku yang sejak tadi kes

g murah saja pakai digembok segala." celetuk Mas Ha

saja habis acara kalau susah. Isinya p

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
ULANG TAHUN IBU MERTUA
ULANG TAHUN IBU MERTUA
“"Aku tidak mengirim istriku untuk menjadi pembantu di sini, Ma. Kenapa dia sibuk mengambil piring dan gelas kotor, sementara kalian enak-enakan makan?" Alka melempar protes ketika sang istri yang dicintainya diperlakukan semena-mena. Menjadi orang tidak berpendidikan tinggi dan tidak berpunya membuat Madina dibeda-bedakan di keluarga suaminya. Terlebih Alka---sang suami, memiliki pendidikan paling rendah juga disbanding ketiga kakaknya. Tuti---ibu mertua Madina terasa sangat pilih kasih. Sering kali dia memperlakukan Madina seperti pembantu dan bukan menantu. Pada acara ulang tahunnya, Madina dicibir dan direndahkan. Bahkan dia disuruh membantu membereskan piring dan gelas kotor. Mereka mengira Madina datang hanya untuk menumpang makan, karena sepertinya tidak mungkin dia membelikan hadiah yang mewah. Semua anggota keluarga tahu jika Madina dan Alka hidupnya hanya rata-rata. Semua hinaan, kepedihan dan rongrongan dari keluarga sang suami membuat rumah tangganya kerap kali diterpa badai. Terlebih Tuti---sang ibu berharap memiliki besan dengan seorang yang terpandang. Dia mencoba memasukkan Ratna dalam kehidupan sang putra. Para Ipar dan Mertua Madina berusaha keras agar Ratna bisa menjadi istri kedua dari Alka. Bagaimanapun mereka diiming-imingi kehidupan mewah dan menyenangkan oleh Ratna. Hingga akhirnya persekongkolan itu membuat sebuah kesalah fahaman besar terjadi antara Madina dan Alka sehingga membuat mereka terpisah jarak dan antara. Dalam kesendirian itu, Madina yang memang sudah merintis karir dalam dunia literasi menemukan jalan rejekinya. Salah satu novel yang ditulisnya viral dan dirinya mendadak terkenal dengan nama pena yang tidak diketahui oleh keluarga suaminya. Begitu pun dengan Alka yang merasa ditinggalkan dan mengira jika Madina lebih memilih lelaki dari masa lalunya, dia sibuk memperbaiki kehidupan ekonominya. Akankah keduanya kembali dipertemukan dan bisa menjalani hidup penuh kebahagiaan? Ataukah semuanya berakhir, Madina dan Alka berjalan masing-masing dengan pilihan hidupnya?”
1 Bab 1 Bu, Dia Istriku, Bukan Pembantu!2 Bab 2 Kue Ulang Tahun3 Bab 3 Belum Dibuka4 Bab 4 Kosong 5 Bab 5 Antara Ada dan Tiada6 Bab 6 Belagu!7 Bab 7 Gelang yang Mirip8 Bab 8 Cup9 Bab 9 Tukang Ngadu10 Bab 10 Ujung-ujungnya Duit 11 Bab 11 Menantu Miskin12 Bab 12 Detektif13 Bab 13 Petir Di Siang Bolong14 Bab 14 Apakah Ini Hanya Siasat15 Bab 15 Tamu Mama Mertua16 Bab 16 Apakah Ini Hanya Prasangakaku 17 Bab 17 Pesan Dari Wanita Itu18 Bab 18 Ide Gila Mereka19 Bab 19 Kebaya Untuk Ratna20 Bab 20 Nama Pena21 Bab 21 Panas22 Bab 22 Pergi Dari Rumah Ini!23 Bab 23 POV IBU MERTUA - Gagal24 Bab 24 Makasih, Ya, Dek!25 Bab 25 POV IBU MERTUA - Tumbang26 Bab 26 Ganteng-Ganteng Tukang Parkir27 Bab 27 Hai Madinaku, Apa Kabar 28 Bab 28 Mas Alka, Jangan!29 Bab 29 Berburu Dengan Waktu30 Bab 30 Pulang31 Bab 31 Penyesalan Tak Bertepi32 Bab 32 Kenapa Ke Sini Lagi 33 Bab 33 Dering Ponsel Yang Hilang34 Bab 34 Sepeda Motor Mas Alka35 Bab 35 Dek!36 Bab 36 Wanita yang Kurindukan37 Bab 37 Melepas Rindu38 Bab 38 Main Belakang39 Bab 39 Keributan40 Bab 40 Akan Kubongkar!41 Bab 41 Rencana Keji42 Bab 42 Kecelakaan43 Bab 43 Sakit Hatiku44 Bab 44 Investigasi45 Bab 45 Kukembalikan Gelang Itu!46 Bab 46 Berhubungan Dengan Polisi47 Bab 47 Saya Tidak Bersalah, Pak!48 Bab 48 Labrak, Gaesss!49 Bab 49 Rumah Ini Disita50 Bab 50 Perempuan Itu 51 Bab 51 Lampu Merah52 Bab 52 Akhir Cerita