Kalindi Parmenter
1 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Kalindi Parmenter
Balas Dendam Putri Konglomerat
Romantis Duniaku runtuh saat aku melihat suamiku, Dian, menggenggam erat tangan cinta masa lalunya, Ratnasari, di rumah sakit. Padahal, aku di sana untuk program bayi tabung kami yang sudah berjalan lima tahun.
Dia bilang ada rapat penting, ternyata rapatnya adalah menemani Ratnasari yang sakit kanker dan memohon untuk dijadikan prioritas. Lebih parahnya, Ratnasari mengklaim dia hamil anak Dian.
Aku dikurung di rumah, ponselku disita, dan dipaksa pindah ke kamar tamu yang kotor sementara Ratnasari menempati kamar utama kami. Bahkan ayah angkatku sendiri berpihak pada mereka, memaksaku menandatangani surat cerai dan menggugurkan kandunganku.
Mereka menyeretku ke rumah sakit, menyuntikkan obat, dan aku kehilangan anakku. Aku baru tahu, obat bayi tabungku selama ini sudah ditukar dengan obat perusak janin.
"Anakmu... dia tidak bisa diselamatkan," isak ibu kandungku saat aku sadar.
Ya, aku adalah Aluna Adijaya, putri konglomerat media terbesar di Asia Tenggara yang diculik saat bayi. Kini, aku kembali. Aku akan menghancurkan mereka semua. Anda mungkin suka
Kutandatangani Surat Cerai, Dia Kehilangan Segalanya
Jasper Night Selama dua tahun, aku memainkan peran sebagai istri yang sempurna, bodoh, dan penurut untuk miliarder Baskara Adiputra.
Namun malam ini, dia melemparkan draf perceraian ke hadapanku karena cinta pertamanya, Jasmine, telah kembali dalam keadaan sakit.
Baskara menatapku seolah aku adalah noda menjijikkan, memberiku kompensasi murah dan menyebutku pemburu harta yang tidak tahu diri.
Keluarganya ikut menghinaku habis-habisan di acara makan malam, sementara Jasmine dengan licik memalsukan kecelakaan mobil untuk menjebakku atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Baskara membela wanita itu mati-matian, berteriak menyuruh polisi menangkapku, dan mengusirku dari pandangannya.
Dia mengira aku akan hancur, menangis, dan memohon untuk tidak dibuang. Dia sama sekali tidak tahu bahwa rekam medis Jasmine adalah pemalsuan tingkat tinggi, dan ada dalang yang mendanai penipuan ini dari balik layar.
Alih-alih menangis, aku menatap matanya dengan tenang.
"Aku ingin penthouse ini, lima persen saham perusahaanmu, dan tunjanganku digandakan."
Setelah memeras kekayaannya dan menandatangani surat cerai, aku kembali ke kamar, membuka brankas rahasia di balik lemari, dan mengeluarkan pistol Glock 19 serta laptop terenkripsiku. Waktunya berhenti bermain rumah-rumahan.