icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
Gadis Yang Terjamah

Gadis Yang Terjamah

icon

Bab 1 Hari Yang Kelam

Jumlah Kata:1076    |    Dirilis Pada: 24/03/2022

gar deru sepeda motor semakin mendekat. Sepe

et banget jalannya?" tan

or bareng yuk!"

sambil mengeratkan tali tas punggungnya di dada. Dengan be

dak menyelesaikan sekolah SMA karena letaknya yang sangat jauh. Selain itu, akses jalan umum harus memuta

ebun karet dan sungai, ia tak gentar. Namun nyali Marlina sangat ciut kali ini. Dua pem

uh tubuhnya tercebur ke air. Ketika Marlina berdir

an yang bagus sekali!" ucap sal

erlari untuk menghindari kedua pemuda itu, tapi dia malah terpeleset lagi. Marlina

ya bisa menangis sambil memukul-mukul tangan kedua orang itu

at deras. Gunawan salah satu dari pemuda itu melihat ke arah langit dan m

rgi aja duluan,

o. Dengan ganas Jatmiko menikmati tubuh Marlina yang sudah melemah. Hujan deras menjadi saksi kebejatan kakak kelas Marlina

gun dari posisinya, Jatmiko terlebih dulu mengenakan pakaiannya dan berlalu meninggalkan Marlina seorang diri di teng

ang sekolah di kecamatan karena jalannya jauh dan sepi

arlina. Namun kejadian ini membuat Marlina malu, takut dan kecewa untuk pulang ke rumahnya.

p mati untuk menutup segala peristiwa kelam hari ini. Matanya tertutup bersam

marahan langit. Marlina tidak dapat menemukan di mana bajunya, dia menangis dan beru

" ucap orang itu

i, biarkan aku ma

il menyorot ke sekelilingnya. Tak ada baju di sekitar

ar bapak tadi sambil melepas saru

ilitkan sarung ke badannya, l

ayaknya dari tadi dia kehujanan." Kedua orang itu berjalan pelan s

memasuki rumahnya. Tampak keluar seorang ibu tua dan melihat ke arah kam

ini, Pak?" t

nyari ikan, mau bunuh diri, gak pake baju,

ring Marlina ke kamar, "Kamu pakai ini ya, Ibu buatka

a, Marlina duduk di pinggir

at dan sepiring nasi dan telor goreng. Marlina makan sambil men

lang ke rumahnya, apa kedua orang tuanya menyambut hanga

ubuhnya dengan kasih sayang, seorang ibu yang baru dikenaln

dikit demi sedikit. Perut Marlina kini telah kenyang, kantuk pun menyera

ina merasakan asap dari kayu bakar di dapur. Lalu dia kelu

Kamu mau ke kamar mandi d

i meneteskan air matanya. Aku telah rusak, aku sudah tidak suci lagi, ucap

adarkan Marlina. Marlina segera menyelesai

gajak Marlina duduk dan menikmati sarapan. Marlina men

apannya, Ibu itu membelai

mu si

" jawabny

r kamu pu

pelan, lalu menitik

ana?" teriak d

!" jawab si ibu de

egera berlari dan mendekap dan mencium Marlina dengan penuh kasih sayang, t

ar. Ayah tidak b

dan kemudian ambruk

, jangan pingsan lagi!" Ayah m

putih dan memborehkannya di kening ibun

ina bertanya pada semua

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gadis Yang Terjamah
Gadis Yang Terjamah
“Menjadi orang yang berpendidikan dan terpandang di masyarakat merupakan impian semua orang termasuk Marlina. Untuk meraih cita-cita itu, Marlina harus membayarnya dengan kehilangan keperawanannya dan menghapus impiannya. Terbuang dan dikucilkan dari masyarakat merupakan konsekuensi yang harus Marlina terima. Merantau ke kota menjadi pilihan Marlina meski harus masuk dalam dunia hitam penuh lika-liku. Narkoba semakin menjerumuskan Marlina. Marlina yang cantik dan keahliannya dalam mengedarkan barang haram membuat Marlina jadi rebutan para bandar narkoba. Hingga suatu saat Marlina ingin bertaubat dan hijrah. Tapi keinginan baiknya tidak mudah untuk dijalankan karena banyak bandar narkoba yang sengaja menjebaknya sampai harus mendekam di penjara. Ketika di dalam penjara, Marlina banyak belajar agama, namun ketika keluar dari penjara, Marlina mendapat penolakan yang keras di mata masyarakat. Lalu apakah Marlina akan masuk dunia narkoba lagi atau meneruskan hijrahnya?”
1 Bab 1 Hari Yang Kelam2 Bab 2 Kepergian Ibu3 Bab 3 Pak Maryono Stroke4 Bab 4 Marlina Hamil5 Bab 5 Melahirkan Di Kota6 Bab 6 Kembali Ke Rumah7 Bab 7 Mengubur Jenazah Pak Maryono8 Bab 8 Keluar Dari Kampung Neraka9 Bab 9 Dituduh Mencuri10 Bab 10 Karyawan Pilihan11 Bab 11 Hari Pertama Bersama Jessie12 Bab 12 Dipenjara13 Bab 13 Persakitan Di Rumah Jessie14 Bab 14 Belajar Berdiri Sendiri15 Bab 15 Tinggal di Apartemen16 Bab 16 Delon dan Jasmine Ketagihan17 Bab 17 Mangsa Baru18 Bab 18 Tipu Daya Jonathan19 Bab 19 Asisten Tuan Tan20 Bab 20 Pesta Bersama Tuan Tan 21 Bab 21 At Suite Room22 Bab 22 Insyaf23 Bab 23 Apa Lyan Hamil24 Bab 24 Kegilaan Mitha25 Bab 25 Terjamah Lagi26 Bab 26 Hamil Atau Tidak27 Bab 27 Di Ruang Aborsi28 Bab 28 Dinas Keluar Kota29 Bab 29 Menginap Di Rumah Rahma30 Bab 30 Menyampaikan Pesanan31 Bab 31 Kembali Ke Rumah Rahma32 Bab 32 Azka