“Menjadi orang yang berpendidikan dan terpandang di masyarakat merupakan impian semua orang termasuk Marlina. Untuk meraih cita-cita itu, Marlina harus membayarnya dengan kehilangan keperawanannya dan menghapus impiannya. Terbuang dan dikucilkan dari masyarakat merupakan konsekuensi yang harus Marlina terima. Merantau ke kota menjadi pilihan Marlina meski harus masuk dalam dunia hitam penuh lika-liku. Narkoba semakin menjerumuskan Marlina. Marlina yang cantik dan keahliannya dalam mengedarkan barang haram membuat Marlina jadi rebutan para bandar narkoba. Hingga suatu saat Marlina ingin bertaubat dan hijrah. Tapi keinginan baiknya tidak mudah untuk dijalankan karena banyak bandar narkoba yang sengaja menjebaknya sampai harus mendekam di penjara. Ketika di dalam penjara, Marlina banyak belajar agama, namun ketika keluar dari penjara, Marlina mendapat penolakan yang keras di mata masyarakat. Lalu apakah Marlina akan masuk dunia narkoba lagi atau meneruskan hijrahnya?”