icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gadis Yang Terjamah

Bab 8 Keluar Dari Kampung Neraka

Jumlah Kata:1116    |    Dirilis Pada: 24/03/2022

gi dari sini hari ini, berarti kamu harus dibakar bersama rum

Marlina memohon bersujud di had

g ikut bersujud pada puluhan orang

Nenek Sholihati menunjuk Pak Maryono yang baru dima

dulu, saya berjanji akan pergi s

gi. Ada sebagian yang mengecek tubuh Pak Maryono yang masih basah itu. A

guburkan Maryono," Nenek Sholihati kem

an, mereka ingin melihat proses pen

tak mendapat izin, keduanya bergegas melakukannya. Dengan selembar kain jarik usang, jenazah Pak Maryono berhasil dibungkus. Lalu ke

n terlontar dari mulut warga. Seakan mereka tak memiliki bel

Kaki Pak Maryono terseret di tanah. Nenek Sholih

a. Dari sekian banyak warga yang datang ke rumah itu, tak satu orang pun yang membantu proses pemulasaran jenazah bahkan samp

endiri. Nenek Sholihati berada di atas dekat jenazah menantunya. Keduanya berusaha menggeser jenazah Pak Maryono. Tapi celakanya, jenazah itu la

adan ayahnya, dan membersihkan sebagian tanah lumpur pada kain jarik yang dipakai ayahnya. Sebagian tubuh Pak Maryono terlihat,

a tersentak. Dia tak lagi memperbaiki kain penutup pada tubuh ayahnya, cukup seadanya saja. Setel

nya menuruti perintah warga untuk mempercepat proses pemakaman ayahnya. Nenek Sholihati tak bisa berbuat ap

esai mengubur jenazah ayahnya. Tubuh da

pergi dari sini sekarang

neknya lalu melangka

ampung ini hanya kamu! Nenekmu

i sendirian. Aku akan pergi bersama Nenek," Marl

. Ambillah rumah dan semua hartaku di dalamnya, aku rela. Tap

ati dari rangkulan Marlina hingga kedu

ya. "Kalian boleh menghina dan menyakiti aku, tapi tolong

rambut Marlina sampai Marlina benar-benar berdiri

rsama cucuku!" Nenek Sholiha

teriak

tersungkur di tanah sehingga Marlina terhalang untuk meliha

jangan pernah kembali!"

uku satu-satunya." Nenek Sholihati menangis meraung-raung. Tangisannya tak sedikitpun membuat orang l

da ibu-ibu, bapak-bapak, bahkan anak kecil yang tak tau apa-apa juga ikut melempar batu padanya. Sebongkah batu besar tepat mengenai keningnya, membuat da

emisahkannya dengan sang nenek. Hatinya kian beku, air matanya sudah kering, hanya amarah dan denda

apat. Orang itu langsung berlari meninggalkan Marlina sendiri. Marlina menengok ke arah orang yang sedang berlari it

ngsung melahap tiga potong singkong rebus tersebut. Sej

terus maju melangkah sampai keluar dari kebun karet. Marlina memasuki kawasan yang tidak dikenalnya. Marlina melihat tanga

arlina yang berlumuran lumpur itu. Marlina menengok ke sana ke mar

teriak seseora

rang berlari ke arahnya lal

aundry ya?" tanya seseoran

mencoba melepaskan tangannya dari

l

atnya menamparnya. "Sudah tertangka

teriak

dan tamparan dari orang-o

teriak dari b

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gadis Yang Terjamah
Gadis Yang Terjamah
“Menjadi orang yang berpendidikan dan terpandang di masyarakat merupakan impian semua orang termasuk Marlina. Untuk meraih cita-cita itu, Marlina harus membayarnya dengan kehilangan keperawanannya dan menghapus impiannya. Terbuang dan dikucilkan dari masyarakat merupakan konsekuensi yang harus Marlina terima. Merantau ke kota menjadi pilihan Marlina meski harus masuk dalam dunia hitam penuh lika-liku. Narkoba semakin menjerumuskan Marlina. Marlina yang cantik dan keahliannya dalam mengedarkan barang haram membuat Marlina jadi rebutan para bandar narkoba. Hingga suatu saat Marlina ingin bertaubat dan hijrah. Tapi keinginan baiknya tidak mudah untuk dijalankan karena banyak bandar narkoba yang sengaja menjebaknya sampai harus mendekam di penjara. Ketika di dalam penjara, Marlina banyak belajar agama, namun ketika keluar dari penjara, Marlina mendapat penolakan yang keras di mata masyarakat. Lalu apakah Marlina akan masuk dunia narkoba lagi atau meneruskan hijrahnya?”
1 Bab 1 Hari Yang Kelam2 Bab 2 Kepergian Ibu3 Bab 3 Pak Maryono Stroke4 Bab 4 Marlina Hamil5 Bab 5 Melahirkan Di Kota6 Bab 6 Kembali Ke Rumah7 Bab 7 Mengubur Jenazah Pak Maryono8 Bab 8 Keluar Dari Kampung Neraka9 Bab 9 Dituduh Mencuri10 Bab 10 Karyawan Pilihan11 Bab 11 Hari Pertama Bersama Jessie12 Bab 12 Dipenjara13 Bab 13 Persakitan Di Rumah Jessie14 Bab 14 Belajar Berdiri Sendiri15 Bab 15 Tinggal di Apartemen16 Bab 16 Delon dan Jasmine Ketagihan17 Bab 17 Mangsa Baru18 Bab 18 Tipu Daya Jonathan19 Bab 19 Asisten Tuan Tan20 Bab 20 Pesta Bersama Tuan Tan 21 Bab 21 At Suite Room22 Bab 22 Insyaf23 Bab 23 Apa Lyan Hamil24 Bab 24 Kegilaan Mitha25 Bab 25 Terjamah Lagi26 Bab 26 Hamil Atau Tidak27 Bab 27 Di Ruang Aborsi28 Bab 28 Dinas Keluar Kota29 Bab 29 Menginap Di Rumah Rahma30 Bab 30 Menyampaikan Pesanan31 Bab 31 Kembali Ke Rumah Rahma32 Bab 32 Azka