icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gunung Pengantin Ngunduh Mantu

Bab 7 Bima 20 Tahun

Jumlah Kata:597    |    Dirilis Pada: 14/12/2024

dari mencari rongsok, lalu bekerja membantu pamannya A

Bapak, menjadi ku

e, aku pulang bekerja, menganto

mbil pulang. Baju basah dan kotor, kusampirkan di pundak kiri, aku pulan

r tak sabar, ingin segera m

a Dio. Yang sekarang kelas 2 SMA sedang ditoyo

u, mereka menghentikan

" tanya salah satu dar

s Bima k

alis sekali

berteriak di belakan

an rumah, tampak beberapa pemuda

, Pak?"

buat jadi relawan nyari orang. Ad

hilang, aku jadi t

nyari kayanya

nti dulu nunggu orang-o

ima pulang dul

Saat sampai rumah, sudah kulihat Ibu ba

pulang

lalu kuberikan empat lembar

masih memegangi uang dariku, dan

a,

ngguk, dan ter

bu di kantong, untuk pe

bal, sayur sop. Dengan nasi di baku

Makanan yang disajikan Ibu perlahan mulai berbeda, bermacam-macam, dan

naan yang sangat disyukuri i

u, Bu," ujarku berj

, Le? Lihat tida

relawan buat nyari pendaki yang hilang," jawab

u saja beres makan. Po

elihat ke arahku. Seperti bertanya, kenapa

an melangkah

enyala, menujukan satu nama, terus menelpon l

h?" g

llo

! ... Emb

*

, menimpa

eningga

pergi ke luar desa ke rumah

oleh tetangga yan

ihat Dio dan para pemuda

jelas mereka juga melihatku yang akan n

ut ta nyari or

oalnya mbahk

ilahi

g ya, Le?" tany

Pak Dh

h, hati-

ata Dio, sembari sedikit membungkukan bada

naik ke motor. Lal

lungo s

pergi d

m ... ha

o hati-hati

wes te

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gunung Pengantin Ngunduh Mantu
Gunung Pengantin Ngunduh Mantu
“Bima adalah anak yang patuh. Keluarganya sangat sederhana, dan misterius. Tidak ada yang tahu, kalau keluarga Bima terjalin sebuah kutukan iblis. Sejak kecil, Bima sudah sangat mengerti dan memahami kondisi keluarganya. Di desanya, ada gunung yang terkenal sangat mistis dan penuh misteri juga angker. Gunung itu menjadi sarana pendakian, dan tak jarang para pendaki mengaku diganggu atau ditemui oleh sosok yang dipercaya penunggu gunung tersebut. Yaitu, hantu pengantin. Seperti nama gunungnya, yaitu Gunung Pengantin. Suatu hari, Bima berjualan di gunung tersebut di jalur pendakian. Dia berjualan air mineral, untuk para pendaki yang malas pergi ke sumurmata air untuk mengisi bekal minum. Orang taunya sudah melarang, tapi Bima yang ingin membantu ekonomi keluarganya walau sedikit bersikeras dan pertamakali membantah. Orang tuanya mengalah, dan menghargai keputusan Bima. Alif, teman mainnya yang keadaanya tak jauh sederhana seperti Bima. Ikut berjualan. Suatu hari, mereka melanggar pantangan dan saat gelap masih di gunung tersebut. Hal itu menjadi hari paling tak bisa dilupakan Bima, karena mereka mendapat teror dan gangguan horor. Alif hilang, dia lari meninggalkannya karena mendengar suara ibunya yang sudah lama dia rindukan. Ketika Bima mencari dan menemukannya, Alif mengantar Bima pulang sampai kaki gunung dan dia tidak ikut pulang ke rumah bersamanya. Alif sudah menjadi anak hantu pengantin, dan dia tinggal di gunung saat itu dalam wujud bukan manusia. Ketika dewasa, Bima tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan menarik. Di saat itulah, waktunya dia mengemban tanggung jawab dari keluarganya untuk mematahkan kutukan iblis yang sudah selama ini menjerat keluarganya. Mau tidak mau, Bima melakukan tanggung jawab itu bersama khodam titipan Mbah buyutnya. Orang tua Bima diunduh mantu oleh penunggu Gunung Pengantin, dan artinya mereka hilang dan meninggal. Bima berhasil mematahkan kutukan itu, tetapi dia menjadi hidup sendirian karena orang tua dan paman bibinya pun meninggal akibat kutukan tersebut. Romansa, horor, fiksi, misteri, urban, kutukan dan pengorbanan.”