icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gunung Pengantin Ngunduh Mantu

Bab 8 Mbah Kakung Meninggal

Jumlah Kata:595    |    Dirilis Pada: 14/12/2024

Mbah Kakung. Suasan

dari adik Bapak sedang menangis di sis

eteskan air mata, sembari terus membac

h Bi Inum, ketika aku berdiri di ambang pintu

e dapur. Di dapur, ternyata

di atas bangku kayu, di dekat mej

gun, kala ekor mata seperti menangkap bayangan seseorang te

aku me

e ... sin

aranya, seperti s

k ada orang. Karena penasaran, kud

menyipit, saat kulihat siluet samar tubuh kurus, setingg

ba

h arep aweh se

h mau ngasih se

sedikitpun. Aku ter

, perlahan kurasakan sentuhan ta

agaimana perawakan Mbah Kakung, perlaha

rasa a

s B

ngkit, segera menol

opo nang

gi apa d

hadapan, sosok siluet sepe

bu mau ngongkon Mas

bu tadi minta tolong Mas

ya

pain Mas di gu

. Jadi, tanpa kendali m

ah menatapku heran. "Lah, dus n

ko hitam bagian lengan yang aku kenakan. Lalu mengangkat

rumah Mbah sam

ulang, karena aku tetap harus be

tangga dari rumah M

rumah? Bapak sama Ibu pulange nant

pa-pa

*

setengah ena

gsung pamit pulang, bahkan menol

ku tak mulih sek, yo,

ku pulang dulu ya, Nak

k, terim

*

id, selesai solat Isya. Aku bertemu Putri

ah pulang belu

m, Ma

ian menunduk, seper

o, kok koyo k

ih, kok kaya k

enggele

sung memakai sendal, dan berjala

erdiri, dan berjalan pinca

ne? Mbok jek yasi

? Bukannya masih y

sia tahun lalu sudah sampai 79 tahu

sikut sampai pe

tipke Wage nan

tipkan Wage

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gunung Pengantin Ngunduh Mantu
Gunung Pengantin Ngunduh Mantu
“Bima adalah anak yang patuh. Keluarganya sangat sederhana, dan misterius. Tidak ada yang tahu, kalau keluarga Bima terjalin sebuah kutukan iblis. Sejak kecil, Bima sudah sangat mengerti dan memahami kondisi keluarganya. Di desanya, ada gunung yang terkenal sangat mistis dan penuh misteri juga angker. Gunung itu menjadi sarana pendakian, dan tak jarang para pendaki mengaku diganggu atau ditemui oleh sosok yang dipercaya penunggu gunung tersebut. Yaitu, hantu pengantin. Seperti nama gunungnya, yaitu Gunung Pengantin. Suatu hari, Bima berjualan di gunung tersebut di jalur pendakian. Dia berjualan air mineral, untuk para pendaki yang malas pergi ke sumurmata air untuk mengisi bekal minum. Orang taunya sudah melarang, tapi Bima yang ingin membantu ekonomi keluarganya walau sedikit bersikeras dan pertamakali membantah. Orang tuanya mengalah, dan menghargai keputusan Bima. Alif, teman mainnya yang keadaanya tak jauh sederhana seperti Bima. Ikut berjualan. Suatu hari, mereka melanggar pantangan dan saat gelap masih di gunung tersebut. Hal itu menjadi hari paling tak bisa dilupakan Bima, karena mereka mendapat teror dan gangguan horor. Alif hilang, dia lari meninggalkannya karena mendengar suara ibunya yang sudah lama dia rindukan. Ketika Bima mencari dan menemukannya, Alif mengantar Bima pulang sampai kaki gunung dan dia tidak ikut pulang ke rumah bersamanya. Alif sudah menjadi anak hantu pengantin, dan dia tinggal di gunung saat itu dalam wujud bukan manusia. Ketika dewasa, Bima tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan menarik. Di saat itulah, waktunya dia mengemban tanggung jawab dari keluarganya untuk mematahkan kutukan iblis yang sudah selama ini menjerat keluarganya. Mau tidak mau, Bima melakukan tanggung jawab itu bersama khodam titipan Mbah buyutnya. Orang tua Bima diunduh mantu oleh penunggu Gunung Pengantin, dan artinya mereka hilang dan meninggal. Bima berhasil mematahkan kutukan itu, tetapi dia menjadi hidup sendirian karena orang tua dan paman bibinya pun meninggal akibat kutukan tersebut. Romansa, horor, fiksi, misteri, urban, kutukan dan pengorbanan.”