icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gunung Pengantin Ngunduh Mantu

Bab 5 Budhe Suci Pulang

Jumlah Kata:671    |    Dirilis Pada: 14/12/2024

ah mulai seko

," jawabku. Pada Ibu yan

a,

, tepatnya ke tembok. "Tid

njang, samping pintu, gegas ber

dalnya nggak

dan mengambil sendal jepit yang masing-masing sebelahnya berbeda warn

Le, tadi habis n

a,

kamar, aku tahu Ibu berjala

pintu, dengan menyiba

amu nyimpen sendal

i bagian gantungan, sehingga sendal itu akan

gerasa bersalah aja, penge

ngan ngomong gitu, kamu ngga

engen ketemu lagi. Seenggakn

becik! Wes, ikhlaske wae Alif, Le! Jo Mbok

bagus! Udah, ikhlasin aja Alif, Nak! Jangan k

i tertutup set

*

ti ketika melihat anak perempuan, kelas 4 SD, Putri, adiknya Dio berjalan paling belaka

melihatny

*

berbatu bersama Dio. Sebelumnya, a

ndaki dari basecamp menuju pos Bapak

etelah sampai rumah dengan pa

duluan

, lalu aku lan

ktunya aku memotong jalan, kar

t seorang wanita dan pria, sedang b

depan kaca jendela rumah, mungkin menge

itu berbalik,

jah itu. Ibunya

memanggil. Aku be

ngsung aku meny

berapa sek

s 5,

g kelas 5, berarti

anya Budhe Su

man sama bibinya Alif kira-k

rmain ponsel. Melihatku, sembari memasukan ha

a di rumah. Belum pulang jualan dari pasar, Budhe

.." Budhe Suc

bentar lagi, Mas ...,

k sudah pulang

sekolah lagi. Jadi, cuma bahas siapa peng

lang? Nggak ba

ritakan semuanya. Kupikir, akan lebih sopan kalau

alah diem, B

embuatku lega karena selamat dari pertanyaan

ang membawa keranjang sayur di jok belakang de

t siapa yang berdiri di hadapanku,

alan menghampiri pamannya Alif, b

rjalan cepat

menerka, pertanyaan apa yang akan ditanyakan oleh Budhe Suci

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gunung Pengantin Ngunduh Mantu
Gunung Pengantin Ngunduh Mantu
“Bima adalah anak yang patuh. Keluarganya sangat sederhana, dan misterius. Tidak ada yang tahu, kalau keluarga Bima terjalin sebuah kutukan iblis. Sejak kecil, Bima sudah sangat mengerti dan memahami kondisi keluarganya. Di desanya, ada gunung yang terkenal sangat mistis dan penuh misteri juga angker. Gunung itu menjadi sarana pendakian, dan tak jarang para pendaki mengaku diganggu atau ditemui oleh sosok yang dipercaya penunggu gunung tersebut. Yaitu, hantu pengantin. Seperti nama gunungnya, yaitu Gunung Pengantin. Suatu hari, Bima berjualan di gunung tersebut di jalur pendakian. Dia berjualan air mineral, untuk para pendaki yang malas pergi ke sumurmata air untuk mengisi bekal minum. Orang taunya sudah melarang, tapi Bima yang ingin membantu ekonomi keluarganya walau sedikit bersikeras dan pertamakali membantah. Orang tuanya mengalah, dan menghargai keputusan Bima. Alif, teman mainnya yang keadaanya tak jauh sederhana seperti Bima. Ikut berjualan. Suatu hari, mereka melanggar pantangan dan saat gelap masih di gunung tersebut. Hal itu menjadi hari paling tak bisa dilupakan Bima, karena mereka mendapat teror dan gangguan horor. Alif hilang, dia lari meninggalkannya karena mendengar suara ibunya yang sudah lama dia rindukan. Ketika Bima mencari dan menemukannya, Alif mengantar Bima pulang sampai kaki gunung dan dia tidak ikut pulang ke rumah bersamanya. Alif sudah menjadi anak hantu pengantin, dan dia tinggal di gunung saat itu dalam wujud bukan manusia. Ketika dewasa, Bima tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan menarik. Di saat itulah, waktunya dia mengemban tanggung jawab dari keluarganya untuk mematahkan kutukan iblis yang sudah selama ini menjerat keluarganya. Mau tidak mau, Bima melakukan tanggung jawab itu bersama khodam titipan Mbah buyutnya. Orang tua Bima diunduh mantu oleh penunggu Gunung Pengantin, dan artinya mereka hilang dan meninggal. Bima berhasil mematahkan kutukan itu, tetapi dia menjadi hidup sendirian karena orang tua dan paman bibinya pun meninggal akibat kutukan tersebut. Romansa, horor, fiksi, misteri, urban, kutukan dan pengorbanan.”