icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Gunung Pengantin Ngunduh Mantu

Bab 9 Titip Wage

Jumlah Kata:551    |    Dirilis Pada: 14/12/2024

memikirkan, a

asa sekali perbedaan saat

i, s

kopi. Kuangkat bagian atas gelas dengan satu

melewati pintu ruang tengah. Aku melihat sosok hit

gkah masuk, sedangkan kaki s

berisi air panas

tumpahan airny

ut, memegangi kaki

buatku kembali menatapnya. Tan

uran. Semakin dilihat, di

!" kata sosok itu

BUKAN

engguk ludah,

DUDU T

sepasang taring atas bawa

ti dagunya, sedangkan yang bawah tampak ke

lah mengatakan kala

an dan kiri dengan pelan. T

besar, bahkan kepalanya ha

besar itu sama sekali tak me

anya yang hitam pun menjadi merah

rah, tapi aku tak pa

RRRHH

A

lampu di tengah ruangan meledak, sempat me

AK

, secara tiba-tiba terban

u yang kini engselnya berderit-d

k. Keringat dan ujung sarung yang basah akiba

a. Bulu kuduk meremang lagi saat kembal

lihat mahluk mengerikan yang waja

itu yang nam

dan aku secara kasar

sa sakit ketika tersentuh

tadi tidak terlepas, aku segera mengak

untung saja tidak. Hanya meninggalkan kul

dari dalam rumah, dan duduk

aku tarik agar tak mengenai kulit yang memerah, sambil meri

kaget. Saat melihat kain

tungan. Kain putih itu semakin

pa yang datang, aku mende

h Pu

kena. Layaknya orang yang ba

mengr

age sint

age siap

eh njaga, dadi tak t

galak tapi nak wes per

tipin kamu ya, Le. Kalau masih awalan, emang

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Gunung Pengantin Ngunduh Mantu
Gunung Pengantin Ngunduh Mantu
“Bima adalah anak yang patuh. Keluarganya sangat sederhana, dan misterius. Tidak ada yang tahu, kalau keluarga Bima terjalin sebuah kutukan iblis. Sejak kecil, Bima sudah sangat mengerti dan memahami kondisi keluarganya. Di desanya, ada gunung yang terkenal sangat mistis dan penuh misteri juga angker. Gunung itu menjadi sarana pendakian, dan tak jarang para pendaki mengaku diganggu atau ditemui oleh sosok yang dipercaya penunggu gunung tersebut. Yaitu, hantu pengantin. Seperti nama gunungnya, yaitu Gunung Pengantin. Suatu hari, Bima berjualan di gunung tersebut di jalur pendakian. Dia berjualan air mineral, untuk para pendaki yang malas pergi ke sumurmata air untuk mengisi bekal minum. Orang taunya sudah melarang, tapi Bima yang ingin membantu ekonomi keluarganya walau sedikit bersikeras dan pertamakali membantah. Orang tuanya mengalah, dan menghargai keputusan Bima. Alif, teman mainnya yang keadaanya tak jauh sederhana seperti Bima. Ikut berjualan. Suatu hari, mereka melanggar pantangan dan saat gelap masih di gunung tersebut. Hal itu menjadi hari paling tak bisa dilupakan Bima, karena mereka mendapat teror dan gangguan horor. Alif hilang, dia lari meninggalkannya karena mendengar suara ibunya yang sudah lama dia rindukan. Ketika Bima mencari dan menemukannya, Alif mengantar Bima pulang sampai kaki gunung dan dia tidak ikut pulang ke rumah bersamanya. Alif sudah menjadi anak hantu pengantin, dan dia tinggal di gunung saat itu dalam wujud bukan manusia. Ketika dewasa, Bima tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan menarik. Di saat itulah, waktunya dia mengemban tanggung jawab dari keluarganya untuk mematahkan kutukan iblis yang sudah selama ini menjerat keluarganya. Mau tidak mau, Bima melakukan tanggung jawab itu bersama khodam titipan Mbah buyutnya. Orang tua Bima diunduh mantu oleh penunggu Gunung Pengantin, dan artinya mereka hilang dan meninggal. Bima berhasil mematahkan kutukan itu, tetapi dia menjadi hidup sendirian karena orang tua dan paman bibinya pun meninggal akibat kutukan tersebut. Romansa, horor, fiksi, misteri, urban, kutukan dan pengorbanan.”