Hello Again, Husband!

Hello Again, Husband!

shena

4.9
Komentar
296.4K
Penayangan
82
Bab

Mengandung Adegan 21+ Natta terkejut saat memergoki suaminya, Hasbi, berselingkuh. Namun, saat menemukan jam misterius di dekat jembatan, hidupnya berubah drastis. Natta tiba-tiba terlempar kembali ke masa SMA mereka, dengan niat awal untuk membalas dendam. Namun, semakin Natta mengenal sisi lain dari Hasbi di masa lalu, dia mulai merasa terpesona dan jatuh cinta lagi. Natta menyadari bahwa ada banyak hal yang selama ini tersembunyi, termasuk kegelapan dan trauma yang Hasbi sembunyikan darinya selama bertahun-tahun. Dalam kebingungannya, Natta dihadapkan pada pertanyaan sulit. Apakah dia akan melanjutkan rencana balas dendamnya ataukah menyadari bahwa semuanya hanya kesalahpahaman? Dalam cerita ini, Natta harus menghadapi dilema antara cinta dan balas dendam. Dia harus menggali kebenaran yang terpendam dan menghadapi konsekuensi dari pilihan-pilihan yang dibuatnya. Bisakah Natta menemukan kebahagiaan dalam rumah tangganya? Follow me ig @hi.shenaaa

Hello Again, Husband! Bab 1 Permulaan

Cup!

Hasbi menjauhkan wajahnya dari Natta. Wanita itu otomatis membuka matanya lalu memperhatikan kedua bola mata suaminya. "Kamu ingin melakukannya malam ini?"

"Iya."

Natta pun meletakkan kedua lengannya di leher Hasbi dan mulai mendaratkan bibirnya ke bibir Hasbi. Mereka saling melumat bibir satu sama lain. Bibir Hasbi dari lamanya pernikahan mereka masih belum berubah. Apalagi perlakuan lembut pria itu padanya setiap mereka melakukan hubungan. Hasbi selalu berusaha menciptakan ruang nyaman untuk Natta.

Lantas Hasbi menidurkan tubuh Natta dan bergerak di atasnya. Ia mengusap-usap kening Natta pelan dengan ibu jari. Wajah cantik Natta membuat Hasbi betah-betah saja memandangnya lama. Karena mereka sudah suami istri, Hasbi tak perlu lagi izin satu per satu untuk menyentuh tubuh Natta. Sebab semua inci tubuh Natta, sudah menjadi milik Hasbi juga. Tangan Hasbi terangkat ke dada Natta dan mulai merabanya. Ia menelusup masuk dari bawah kemeja Natta kemudian menangkup payudara itu. Terdengar desahan pelan dari bibir Natta.

"Hasbi ...," gumam Natta.

Hasbi mencium bibir Natta lagi. Tak lama kemudian ia turun ke bawah. Ia membuka satu per satu kancing Natta, lalu meninggalkan beberapa kissmark di dadanya. Sampai mendekati puncak gunung milik Natta, Hasbi menjilatnya dan memperhatikan lagi bagaimana reaksi Natta. Tiap desahannya, membuat Hasbi semakin bergairah untuk melanjutkannya.

Natta meremas kepala belakang Hasbi tatkala benda milik pria itu akhirnya masuk. Ini bukan kali pertama tapi rasa nikmatnya masih saja sama. "Hasbi!"

Hasbi mencium pipi Natta. "Aku di sini."

Ketika nikmatnya sudah mencapai puncak, Natta memeluk erat leher Hasbi. "Jangan pernah ... tinggalkan aku."

Hasbi hanya diam dan mengecup bibir Natta.

***

Hari ini cukup melelahkan.

Ada banyak bagian yang harus Natta kerjakan karena proyek perusahaan yang akan dilaksanakan minggu depan. Kalau tidak mau lembur di esok harinya, dia harus menyelesaikan semuanya di awal.

Ting!

Terdapat pesan dari babysitter yang menjaga Yofi di rumah.

Mbak Leli

Ma

Mbak Leli

Kapqn pulang?

Bibir Natta mengembang, lucu rasanya melihat pesan dari anaknya yang sampai salah ketik. Karena merasa sudah selesai, Natta pun meregangkan ototnya dan mulai membereskan barang-barang untuk pulang.

"Lembur to, Nat?" tanya Sasyi yang baru selesai menggandakan dokumen-dokumen untuk dipakai rapat besok.

"Udah selesai kok, udah dicariin Yofi," kata Natta sambil menenteng tasnya.

"Yofi aja? Suami nggak nyari juga? Biasanya jam-jam segini lagi kangen, loh," goda Sasyi yang hanya dibalas kekehan oleh Natta.

Setelah berada di dalam mobil dan menghidupkan mesin, Natta sengaja melirik ke arah layar ponsel. Tak ada lagi pesan selain dari anaknya. Apa hari ini Hasbi lembur juga? Entahlah, Natta tak terlalu cemas karena hal ini sudah biasa. Kalau tidak penting sekali, keduanya tak begitu saling mengabari. Demi menjaga privasi dan kesibukan masing-masing.

"Kenapa aku jadi tiba-tiba pengin dichat Hasbi, ya? Padahal biasanya nggak gini," gumam Natta. Tanpa memusingkan itu, dia menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya membelah jalan raya.

Sampai di depan rumah, Natta mematikan mobilnya dan turun. Dia akan meminta tolong Hasbi untuk memasukkan mobil nanti karena memang selalu kesulitan dalam menyimpan mobil di garasi. Untung tadi Natta sempat mampir ke minimarket sehingga dia membawa beberapa jajan untuk Yofi.

Belum sampai di halaman rumah, Natta melihat tubuh suaminya yang membelakangi dirinya.

Kenapa Hasbi di sini? Biasanya kalau nunggu di ruang tamu, pikir Natta.

Hampir memanggil suaminya, dia melihat seorang perempuan yang menarik tengkuk leher Hasbi dan menciumnya tepat di depan Natta. Tepat ... di depan ... Natta.

"Hasbi?"

Hasbi menoleh, betapa terkejut dirinya melihat Natta yang membeku di tempat. "Natta ini ...."

"Brengsek," umat Natta sebelum berlari meninggalkan barang-barangnya. Dia tak tau malam-malam begini berlari ke mana, yang jelas saat ini Natta tak ingin melihat wajah Hasbi atau ditemukan olehnya. Tempat yang terpikirkan di kepala Natta adalah jembatan yang ada di ujung gang. Dia berdiri di sana sendiri, tanpa membawa apa-apa seperti orang hilang.

Sembari memegang pinggiran jembatan, Natta menyentuh dadanya yang terasa sesak. Dia pikir hubungannya dengan suami yang jauh takkan sejauh ini. Dia percaya, Hasbi akan mencintainya seumur hidup, tapi ada apa dengan hari ini? Mengapa Hasbi melanggar janjinya?

Kalau memang Hasbi sudah bosan, mengkhianati Natta bukanlah solusi. Natta tau kalau Hasbi merupakan laki-laki cerdas yang selalu mengandalkan dampak yang terjadi kala memutuskan sesuatu. Apa kali ini ... laki-laki itu goyah atas pendiriannya?

"Kenapa lo nikah sama gue kalau akhirnya mencium wanita lain? Gue bukan perempuan bodoh, Bi," gumam Natta yang kemudian menutup wajahnya, dia keluarkan semua tangis kecewa. Bahkan memori-memori lama ketika mereka baru menikah terus terputar.

Saat itu Natta sempat berpikir jika dia bisa kembali ke masa lalu, dia pasti tidak akan menerima pernikahan dengan Hasbi. Tidak akan pernah.

Tiba-tiba sebuah benda menggelinding ke kakinya. Kala Natta menunduk, dia menemukan sesuatu berbentuk bola yang aneh. Natta pun berjongkok untuk mengambilnya. Dia perhatikan baik-baik benda itu lalu membukanya.

10.03.2021-22.31,56

"Apa maksudnya?" Natta tak mengerti. Angka yang tertulis memang sesuai dengan hari dan jam saat ini. Tapi mengapa aura yang dimiliki benda ini begitu kuat? Natta jadi ingin menyentuhnya dalam waktu yang lebih lama.

"Dulu waktu sekolah tahun berapa, ya?" gumam Natta.

14.06.2016-05.00,00

"Ini kali, ya?" gumam Natta yang kemudian merasakan pusing di kepalanya. "Masa gara-gara telat makan?"

Saat Natta hendak berjongkok, dia merasa tubuhnya terombang-ambing sampai membuatnya mual. Suhu yang berubah menjadi lebih dingin membuat Natta memeluk dirinya sendiri. Pusing di kepalanya pun sirna saat itu juga.

"Pulang sekarang, deh. Nggak tau ntar gimana urusannya sama Hasbi, yang penting gue pulang," gumam Natta yang sedikit merasa aneh kala mendengar burung yang berkicauan padahal ini malam hari.

Natta berjalan lurus menyusuri rumah-rumah yang ada di kompleknya. Dia sempat merasa aneh karena tempatnya tampak berbeda. "Kok gue jadi mendadak kayak orang kesasar gini?"

Natta berhenti tepat di depan lokasi yang seharusnya adalah rumahnya. Tapi kenapa tempat itu adalah ruko besar yang sedang tutup? Natta tidak keliru, dia melihat pohon ceri yang ada di halaman, ini memang seharusnya adalah rumahnya.

Tak lagi ingin memusingkan hal itu, Natta memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Tampaknya dia benar-benar harus beristirahat dulu untuk mengisi tenaganya.

"NATTA!" teriak ibu dari ambang pintu. Ayahnya yang tidur di kursi teras rumah sambil memegang senter langsung terpelonjak kaget.

"Mana Natta? Mana?" tanya ayahnya yang kelabakan karena masing linglung.

"Ibu? Ngapain malem-malem di sini?" tanya Natta.

Sontak sang ibu langsung memukul lengan Natta dengan keras berulangkali.

"Aw! Aw! Aw! Sakit, Bu! Kenapa tiba-tiba mukulin Natta, sih? Kan Natta bukan anak kecil lagi!" rengek Natta yang tak tau mengapa ibunya memarahinya.

"Mentang-mentang baru masuk SMA bukan berarti bisa kelayapan dan pulang pagi, ya! Kamu bener-bener harus dikasih pelajaran!" Kini ibunya berganti menjewer kuping Natta. "Ibu sama ayah udah cari kamu ke mana-mana sampai minta tolong Pak RT! Hampir aja ibu minta tolong badan intel takut kamu diculik."

Natta berusaha menjauh dari ibunya lalu menggosok kupingnya yang panas. "Ngapain Ibu nyari aku? Aku kan pasti kalau nggak kerja ya di rumah jagain Yofi. Kenapa Ibu nggak telpon? Aku pasti langsung dateng."

"KERJA APA?! YOFI SIAPA LAGI?! KAMU MAKIN DIBIARIN MAKIN BANDEL, YA!"

Natta mengernyit, makin tak mengerti.

"Yofi anakku sama Hasbi, Bu. Ibu lupa?"

"KAMU HAMIL?!" Ayah datang dan langsung ikut menjewer kuping Natta. "Bisa-bisanya masih bau kencur berani aneh-aneh! Bawa ke sini dia, akan ayah habisi."

Natta semakin bingung. Lantas dia tak sengaja melirik kalender yang menunjukkan angka '2016' begitu besar.

"Loh, Bu, kok kalender yang dipasang yang tahun 2016?" tanya Natta.

"Kamu ini kenapa sih, Ta? Kalau tahun ini 2016, ya kalender tahun 2016 yang ibu pasang. Kalau tahun 2004 baru 2004 yang dipasang. Gitu aja tanya." Ibu mendekati Natta lalu mengendus-endus baunya. "Kamu mabuk, Ta? Dari tadi loh omonganmu aneh-aneh."

Natta membatu di tempat. "Sekarang ... jam 5, Bu?"

"Iya!"

Jadi benar ... jam itu membawaku kembali ke masa lalu.

***

Natta mendudukkan diri di tepi kasurnya sambil memandangi isi kamar yang sudah lama tidak dia tempati. Semuanya benar-benar masih sama padahal dulu isi kamar Natta sudah dirombak dan ditinggali adiknya. Ternyata dia kembali menjadi anak SMA. Sebenarnya ini berkah atau musibah? Natta tidak tau.

"Astaga, Natta!" Suara cempreng ibunya lagi-lagi berteriak hingga Natta mau tidak mau menutup telinganya. "Kok masih bengong aja? Kamu nggak mandi? Nggak sekolah, hah?!"

Natta mana mungkin berangkat sekolah dengan keadaan begini. Semuanya masih terlalu tiba-tiba. Natta juga tidak siap untuk bertemu teman-temannya atau Hasbi versi SMA. Dia masih syok, bisa saja pingsan di sekolah nanti. Apalagi dia baru menghadapi suaminya selingkuh, maka kali ini Natta harus tau bagaimana bersikap yang benar agar tidak salah pasangan.

"Bu, hari ini aku nggak enak badan. Mau ijin sehari, ya?" ucap Natta dengan lemas.

Ibu Natta jadi cemas, ia pun berjalan masuk kamar Natta untuk mengecek suhu badannya. "Nggak panas," kata ibu Natta.

Natta mengangguk. "Tapi aku pusing banget."

Merasa tidak tega, ibu Natta pun memperbolehkan Natta untuk istirahat dulu. "Ya sudah, nanti coba kamu izin ke kakak kelasmu. Hari ini kan kamu MOS. Biar kamu nggak kena hukuman karena dianggap bolos."

"Iya."

Setelah ibu Natta keluar dari kamarnya, Natta mencoba membuka ponsel lamanya ini. Untung dia masih mengingat kata sandi untuk membukanya. Setelah itu dia membuka aplikasi BBM dan melihat grup pesan siswa barunya. Di sana sudah ramai anak-anak saling mengirim pesan untuk berkenalan.

"Haah ... apa gue harus mulai semuanya dari awal? Fase yang paling gue benci," gumam Natta yang harus berkenalan, mendekatkan diri, dan mengenal banyak orang. Kemudian Natta kembali memperhatikan grup chatnya. Di sana ia menggulir kontak-kontak personal dari teman-temannya. Salah satunya adalah milik Hasbi. Natta bisa mengenalinya dari foto profil wanita itu. Mulai hari ini, Natta harus menghindarinya agar mereka tidak perlu menikah di masa depan.

Oh, tidak. Natta berubah pikiran. Lebih baik dia dekati saja dan berikan rasa sakit untuk pria itu. Setidaknya akan adil kalau Natta memberikan luka setelah diberikan luka. Memangnya diselingkuhi itu tidak sakit? Hasbi harus tau dan belajar dari sekarang sehingga siapa pun yang pria itu nikahi di masa depan, ia tak akan berani untuk berselingkuh. Yang jelas bukan Natta yang akan mengulangi fase yang sama dengan Hasbi. Dia tidak mau lagi. Dia akan mencari jodoh yang lebih baik dan perhatian padanya sampai tua daripada Hasbi yang cuek dan diam-diam selingkuh.

"Oke, gue udah bertekad! Gue harus nemu suami yang ganteng, perhatian, dan bucin sama gue. Kalau kayak gitu kan gue nggak perlu yang namanya repot-repot sakit hati. Dan untuk mendapatkan itu semua gue perlu satu hal. Gue perlu cantik."

Natta menatap cermin yang menempel di lemari pakaiannya. Tampan pantulan wajahnya yang bersih dan mulus karena masih muda. "Dulu gue bener-bener nggak pernah ngerawat kulit jadi agak kering karena gue anaknya agak tomboi, tapi sekarang bakal berbeda."

Natta bangkit dari tempatnya dan berjalan mendekati bayangannya sendiri. Seulas senyuman tercetak di sana. "Hai, Natta. Aku kembali."

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh shena

Selebihnya

Buku serupa

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra
4.8

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy
5.0

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Hello Again, Husband! Hello Again, Husband! shena Romantis
“Mengandung Adegan 21+ Natta terkejut saat memergoki suaminya, Hasbi, berselingkuh. Namun, saat menemukan jam misterius di dekat jembatan, hidupnya berubah drastis. Natta tiba-tiba terlempar kembali ke masa SMA mereka, dengan niat awal untuk membalas dendam. Namun, semakin Natta mengenal sisi lain dari Hasbi di masa lalu, dia mulai merasa terpesona dan jatuh cinta lagi. Natta menyadari bahwa ada banyak hal yang selama ini tersembunyi, termasuk kegelapan dan trauma yang Hasbi sembunyikan darinya selama bertahun-tahun. Dalam kebingungannya, Natta dihadapkan pada pertanyaan sulit. Apakah dia akan melanjutkan rencana balas dendamnya ataukah menyadari bahwa semuanya hanya kesalahpahaman? Dalam cerita ini, Natta harus menghadapi dilema antara cinta dan balas dendam. Dia harus menggali kebenaran yang terpendam dan menghadapi konsekuensi dari pilihan-pilihan yang dibuatnya. Bisakah Natta menemukan kebahagiaan dalam rumah tangganya? Follow me ig @hi.shenaaa”
1

Bab 1 Permulaan

02/11/2022

2

Bab 2 Ketiduran

02/11/2022

3

Bab 3 Cemburu

02/11/2022

4

Bab 4 Tersadar

02/11/2022

5

Bab 5 Terdiam

02/11/2022

6

Bab 6 Penasaran

02/11/2022

7

Bab 7 Lirikan

02/11/2022

8

Bab 8 Pandangan

02/11/2022

9

Bab 9 Kesempatan

02/11/2022

10

Bab 10 Tidak tertarik

02/11/2022

11

Bab 11 Mengangguk

02/11/2022

12

Bab 12 Memperhatikan

02/11/2022

13

Bab 13 Kebiasaan

02/11/2022

14

Bab 14 Bertanya-tanya

02/11/2022

15

Bab 15 Mengabadikan

02/11/2022

16

Bab 16 Terpaksa

02/11/2022

17

Bab 17 Tengah Malam

02/11/2022

18

Bab 18 Berselingkuh

02/11/2022

19

Bab 19 Pelukan

02/11/2022

20

Bab 20 Canggung

02/11/2022

21

Bab 21 Khawatir

01/12/2022

22

Bab 22 Kangen

02/12/2022

23

Bab 23 Peduli

03/12/2022

24

Bab 24 Mencari angin

04/12/2022

25

Bab 25 Perasaan suka

05/12/2022

26

Bab 26 Pingsan

06/12/2022

27

Bab 27 Jatuh cinta

07/12/2022

28

Bab 28 Bingung

08/12/2022

29

Bab 29 Titah

09/12/2022

30

Bab 30 Telepon

10/12/2022

31

Bab 31 Lelah

11/12/2022

32

Bab 32 Gemetar

12/12/2022

33

Bab 33 Kejadian Semalam

13/12/2022

34

Bab 34 Kesal

15/12/2022

35

Bab 35 Mantan Suami

16/12/2022

36

Bab 36 Antusias

19/12/2022

37

Bab 37 Having sex

20/12/2022

38

Bab 38 Malam bergairah

21/12/2022

39

Bab 39 Tunangan

01/01/2023

40

Bab 40 Merajuk

15/01/2023