icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hello Again, Husband!

Bab 7 Lirikan

Jumlah Kata:1625    |    Dirilis Pada: 02/11/2022

A

ambil memperhatikan mading itu. Fotografi memang

ertarik

Sekilas Hasbi kembali menatap ke arah mading lalu tersenyum kepada Bu Zhoya. "Kema

g, perlombaan diciptakan untuk meningkatkan wawasan dan ilmu kamu. Kamu nggak harus menang, tapi cu

inggu lalu baru saja dipasang anak OSIS. Tentu saja Hasbi tertarik. Pemenang dari perlombaan itu akan

rgiur, s

ndekat kemudian menggenggam kedua bahunya. "K

ari ini mata pelajaran telah selesai. Lantas mata Hasbi kembali menyusuri

n orang, namun tampak berharga ketika kita da

mena

i kesan tengah bergerak

bergerak, bagaim

sekitar. Banyak siswa dan siswi tengah berlalu-lalang. Apa

berjalan tidak memiliki arti tersendiri. La

berada? Apakah mereka berganti tempat? Padahal tadi niatnya Natta hanya penasaran saja objek apa yang akan difoto oleh Hasbi. Sudah lama Natta tidak tahu dan melihat Hasbi ketika memotret sesuatu. Sambil menikmati m

k mencari objek. Saat hendak mengarahkan kameranya, dia menemukan

p mengejutkan bahwa Natta ada di sini sendirian. Biasanya perempuan itu akan bersama dengan teman-temannya. Kenapa sekar

n pemandangan senja. Padahal biasanya manusia cenderung akan kalah cantik dengan pemandangan yang cantik. Namu

i dia bisa memotret objek manusia seindah ini. Hingga tak lama kemudian, Natta menyadari keberadaan Hasbi. Keningnya langs

kat ke lapangan tempat di mana Natta berada. Kemudian ia menyerahkan kamera hasil dari dia mengam

abnya dulu Natta mudah sekali jatuh cinta pada Hasbi. Kalau diingat-ingat pun, sebetulnya dulu Natta lah yang mengejar-ngejar Hasbi, sedangkan Hasbi itu anak yang dingin

eperti yang disampaikan Hasbi tadi, hasil jepretan Hasbi benar-benar bagus. Natt

up dingin. Entah itu di dalam kameranya, atau yang asli, Natta memang cantik.

lamanya mereka tidak pernah berinteraksi, Hasbi membahas hal

k menjelaskan apa penyebab Natta membenci dirinya. "Kalau aja lo mau jelasin ke

u, Natta memutuskan untuk pergi. Di dekat pintu lapangan, ia tidak sengaja berpapasan dengan seorang pria yang tampaknya seumuran dengan dirinya. Ekspresi pri

ni Hasbi sering menceritakannya di belakang bersama laki-laki itu. Natta

agaimana ekspresi Hasbi. Namun, tidak ada y

segera ditahan oleh Hasbi dengan cara menarik lengannya. Natta kaget, sampai dia tidak bisa menyetabilkan bagaimana ekspresinya di depan Ha

i yang ekspresinya tampak sangat ce

langsung menunduk. "Kenapa lo ada di

a perempuan pinter kayak lo bisa-bisanya hampir kesandung dan ngebuat jidatnya kepentok batu yang keras banget. Ka

aka Natta tidak punya alasan untuk mengatakan hal yang kasar kepada Hasbi yang baru s

yelamatin hidup lo. Ini Jadi bikin gue semakin penasaran atas kebencian lo ke gue. Gue mau den

cerdas langsung menahan lengannya agar

an gue dulu!" sentak Hasbi agar dia t

dengan kasar. "Gue benci sa

alasan tanpa sebab dan tiba-tiba benci aja? Lo segabut itu buat benci orang tiba-tiba? Kalau

takdir untuk berjodoh dengan seseorang yang hanya akan menyakiti dirinya di masa depan. Hasbi adalah or

u ngelihat lo lagi

am hidup lo sebenarnya. Apa maksud lo? Apa gue ada di dalam mimpi lo terus gue nyakitin lo dan lai

itu hanya akan memperpanjang pertanyaan Hasbi kepadanya, sedangkan Natta

aa

iba-tiba meminta maaf padahal tidak tah

nci gue tanpa sebab dan menunggu gue untuk minta maaf. Iya, ka

n bayangan dirinya. "Nggak usah sok tahu. Gue cuma n

dan berucap, "Jangan-jangan sebenarnya lo suka sama gue, makanya

ngan tatapan super kes

eberantakan sekarang. Kalau malam itu bibir itu tidak mendarat di bibir orang lain, mungkin situasinya tidak akan me

tubuh Natta lalu melumat bibir manis itu. Walau kesal dan kecewa, tapi tak munafik bahwa Natta sangat merindukannya. B

ak paham kenapa, tapi Natta langsung mengalihkan pandangan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hello Again, Husband!
Hello Again, Husband!
“Mengandung Adegan 21+ Natta terkejut saat memergoki suaminya, Hasbi, berselingkuh. Namun, saat menemukan jam misterius di dekat jembatan, hidupnya berubah drastis. Natta tiba-tiba terlempar kembali ke masa SMA mereka, dengan niat awal untuk membalas dendam. Namun, semakin Natta mengenal sisi lain dari Hasbi di masa lalu, dia mulai merasa terpesona dan jatuh cinta lagi. Natta menyadari bahwa ada banyak hal yang selama ini tersembunyi, termasuk kegelapan dan trauma yang Hasbi sembunyikan darinya selama bertahun-tahun. Dalam kebingungannya, Natta dihadapkan pada pertanyaan sulit. Apakah dia akan melanjutkan rencana balas dendamnya ataukah menyadari bahwa semuanya hanya kesalahpahaman? Dalam cerita ini, Natta harus menghadapi dilema antara cinta dan balas dendam. Dia harus menggali kebenaran yang terpendam dan menghadapi konsekuensi dari pilihan-pilihan yang dibuatnya. Bisakah Natta menemukan kebahagiaan dalam rumah tangganya? Follow me ig @hi.shenaaa”
1 Bab 1 Permulaan2 Bab 2 Ketiduran3 Bab 3 Cemburu4 Bab 4 Tersadar5 Bab 5 Terdiam6 Bab 6 Penasaran7 Bab 7 Lirikan8 Bab 8 Pandangan9 Bab 9 Kesempatan10 Bab 10 Tidak tertarik11 Bab 11 Mengangguk12 Bab 12 Memperhatikan13 Bab 13 Kebiasaan14 Bab 14 Bertanya-tanya15 Bab 15 Mengabadikan16 Bab 16 Terpaksa17 Bab 17 Tengah Malam18 Bab 18 Berselingkuh 19 Bab 19 Pelukan20 Bab 20 Canggung21 Bab 21 Khawatir22 Bab 22 Kangen23 Bab 23 Peduli24 Bab 24 Mencari angin25 Bab 25 Perasaan suka26 Bab 26 Pingsan27 Bab 27 Jatuh cinta28 Bab 28 Bingung29 Bab 29 Titah30 Bab 30 Telepon31 Bab 31 Lelah32 Bab 32 Gemetar33 Bab 33 Kejadian Semalam34 Bab 34 Kesal35 Bab 35 Mantan Suami 36 Bab 36 Antusias37 Bab 37 Having sex38 Bab 38 Malam bergairah 39 Bab 39 Tunangan 40 Bab 40 Merajuk41 Bab 41 Periksa42 Bab 42 Keputusan43 Bab 43 Berkecamuk44 Bab 44 Perjodohan45 Bab 45 Kebingungan46 Bab 46 Pernikahan47 Bab 47 Kecemasan48 Bab 48 Membuang pandangan49 Bab 49 Memperhatikan50 Bab 50 Benih cinta51 Bab 51 Kepribadian ganda52 Bab 52 Tangisan53 Bab 53 Membalas 54 Bab 54 Rintihan55 Bab 55 Anak angkat 56 Bab 56 Perjalanan waktu 57 Bab 57 Kebenaran 58 Bab 58 Dari masa depan 59 Bab 59 Kebohongan 60 Bab 60 Masa kini 61 Bab 61 Lintas dimensi 62 Bab 62 Kesadaran 63 Bab 63 Malam Panas 64 Bab 64 Kepergok 65 Bab 65 Sakit hati 66 Bab 66 Terkejut 67 Bab 67 Pertemuan keluarga68 Bab 68 Alasan 69 Bab 69 Bulir keringat 70 Bab 70 Fokus 71 Bab 71 Cinta menyakitkan 72 Bab 72 Jatuh cinta lagi 73 Bab 73 Seruan Suara 74 Bab 74 Meluluhkan hati 75 Bab 75 Kasar 76 Bab 76 Tidak nafsu makan77 Bab 77 Pertanyaan 78 Bab 78 Hang out 79 Bab 79 Mengedarkan pandangan 80 Bab 80 Seperti mimpi 81 Bab 81 Mimpi terdalam 82 Bab 82 Perjalanan waktu