A
ambil memperhatikan mading itu. Fotografi memang
ertarik
Sekilas Hasbi kembali menatap ke arah mading lalu tersenyum kepada Bu Zhoya. "Kema
g, perlombaan diciptakan untuk meningkatkan wawasan dan ilmu kamu. Kamu nggak harus menang, tapi cu
inggu lalu baru saja dipasang anak OSIS. Tentu saja Hasbi tertarik. Pemenang dari perlombaan itu akan
rgiur, s
ndekat kemudian menggenggam kedua bahunya. "K
ari ini mata pelajaran telah selesai. Lantas mata Hasbi kembali menyusuri
n orang, namun tampak berharga ketika kita da
mena
i kesan tengah bergerak
bergerak, bagaim
sekitar. Banyak siswa dan siswi tengah berlalu-lalang. Apa
berjalan tidak memiliki arti tersendiri. La
berada? Apakah mereka berganti tempat? Padahal tadi niatnya Natta hanya penasaran saja objek apa yang akan difoto oleh Hasbi. Sudah lama Natta tidak tahu dan melihat Hasbi ketika memotret sesuatu. Sambil menikmati m
k mencari objek. Saat hendak mengarahkan kameranya, dia menemukan
p mengejutkan bahwa Natta ada di sini sendirian. Biasanya perempuan itu akan bersama dengan teman-temannya. Kenapa sekar
n pemandangan senja. Padahal biasanya manusia cenderung akan kalah cantik dengan pemandangan yang cantik. Namu
i dia bisa memotret objek manusia seindah ini. Hingga tak lama kemudian, Natta menyadari keberadaan Hasbi. Keningnya langs
kat ke lapangan tempat di mana Natta berada. Kemudian ia menyerahkan kamera hasil dari dia mengam
abnya dulu Natta mudah sekali jatuh cinta pada Hasbi. Kalau diingat-ingat pun, sebetulnya dulu Natta lah yang mengejar-ngejar Hasbi, sedangkan Hasbi itu anak yang dingin
eperti yang disampaikan Hasbi tadi, hasil jepretan Hasbi benar-benar bagus. Natt
up dingin. Entah itu di dalam kameranya, atau yang asli, Natta memang cantik.
lamanya mereka tidak pernah berinteraksi, Hasbi membahas hal
k menjelaskan apa penyebab Natta membenci dirinya. "Kalau aja lo mau jelasin ke
u, Natta memutuskan untuk pergi. Di dekat pintu lapangan, ia tidak sengaja berpapasan dengan seorang pria yang tampaknya seumuran dengan dirinya. Ekspresi pri
ni Hasbi sering menceritakannya di belakang bersama laki-laki itu. Natta
agaimana ekspresi Hasbi. Namun, tidak ada y
segera ditahan oleh Hasbi dengan cara menarik lengannya. Natta kaget, sampai dia tidak bisa menyetabilkan bagaimana ekspresinya di depan Ha
i yang ekspresinya tampak sangat ce
langsung menunduk. "Kenapa lo ada di
a perempuan pinter kayak lo bisa-bisanya hampir kesandung dan ngebuat jidatnya kepentok batu yang keras banget. Ka
aka Natta tidak punya alasan untuk mengatakan hal yang kasar kepada Hasbi yang baru s
yelamatin hidup lo. Ini Jadi bikin gue semakin penasaran atas kebencian lo ke gue. Gue mau den
cerdas langsung menahan lengannya agar
an gue dulu!" sentak Hasbi agar dia t
dengan kasar. "Gue benci sa
alasan tanpa sebab dan tiba-tiba benci aja? Lo segabut itu buat benci orang tiba-tiba? Kalau
takdir untuk berjodoh dengan seseorang yang hanya akan menyakiti dirinya di masa depan. Hasbi adalah or
u ngelihat lo lagi
am hidup lo sebenarnya. Apa maksud lo? Apa gue ada di dalam mimpi lo terus gue nyakitin lo dan lai
itu hanya akan memperpanjang pertanyaan Hasbi kepadanya, sedangkan Natta
aa
iba-tiba meminta maaf padahal tidak tah
nci gue tanpa sebab dan menunggu gue untuk minta maaf. Iya, ka
n bayangan dirinya. "Nggak usah sok tahu. Gue cuma n
dan berucap, "Jangan-jangan sebenarnya lo suka sama gue, makanya
ngan tatapan super kes
eberantakan sekarang. Kalau malam itu bibir itu tidak mendarat di bibir orang lain, mungkin situasinya tidak akan me
tubuh Natta lalu melumat bibir manis itu. Walau kesal dan kecewa, tapi tak munafik bahwa Natta sangat merindukannya. B
ak paham kenapa, tapi Natta langsung mengalihkan pandangan
/0/9210/coverbig.jpg?v=635725120b5e334dd24e213c953a9dc7&imageMogr2/format/webp)