icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hello Again, Husband!

Bab 9 Kesempatan

Jumlah Kata:1685    |    Dirilis Pada: 02/11/2022

beruntung banget!" seru Syifa

dan sedikit menjauhkan diri karena dek

Syifa yang begitu memuja Natta seolah kehidupan Natta begitu indah tanpa hambatan. Kalau saja Syifa tau apa y

ah dan yang menurut lo buruk, belum tentu bagi gue buruk," kata Natta seraya melirik ke arah Syif

i apa yang dilakukan Hasbi tidak merugikannya jadi ia biarkan saja. "Lo tau nggak Nat? Kalau ketika

gangguk.

harusn

Hasbi dengan dagunya. Kemudian Hasbi meng

gue itu ngerasa lo punya segudang rahasia yang nggak diketahui siapa pun dan cuma lo

seorang yang menyelidiki dirinya, maka akan semakin mudah untuk rahasianya terbongkar. Yang penti

tu tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya. Seper

s itu tampan, meski tidak setampan Hasbi kalau menurut Natta. Di tengah perkumpulan mereka, Natt

," ucap

ihat Natta betul-betul bucin pada seseorang. Selama ini Natta adalah sosok yang dewasa, cuek, da

ak sakit?" t

tampak menampilkan ekspresi yang tidak bisa mereka

ilang apa?" tanya Ares y

is. "Kenapa lo gant

"Ini bukan Natta! Ayo cari N

spon konyol teman-teman Natta karena kali pertama mendengar kata-ka

alagi ekspresi yang dikeluarkan Natta begitu serius padahal

potongan melon di garpu itu. Kalau Hasbi setu

padanya atau sedang memiliki suasana hati yang tidak baik. Namun, saat Indira amati

ira memberikan minuman untuk Hasbi, pria itu langsung menerimanya dan hendak meneguknya. Spon

ndira karena merasa apa yang sud

uan, Nat," kata Doni yang

a, Natta menarik kerah Hasbi dengan kasa

tadi lagi. Warna airnya coklat, itu berarti ...

nya Yolanda, seketika dia merasa bersalah ka

ari mulutnya, yang malah semakin menantang Natta. Mendengar itu, Natta j

upa," kata Natta seolah memberikan amanah sekaligus cibiran pada Indira.

sedangkan Tania masih terdiam di tempat karena memilih menemani I

Gue masih heran sama Natta. Dia kayaknya tsundere ng

ang sengaja agar Natta cemas padanya. Sontak Doni menabok bag

ci sama gue," ucap Hasbi yang dari ta

sa semua temannya sudah berada di lapangan, Natta masuk kelas begitu saja tanpa tau ada Hasbi yang m

sbi. Sebab anak mereka, Yovi, tidak mungkin bisa terlahir sendiri. "Ganti baju a

hingga tubuh Natta berputar dan tepat menghadap Has

ingatan itu hanya tersimpan oleh Natta, tidak bagi Hasbi. Pria ini tidak tau apa-apa, bahkan tidak tau masa depannya mau jadi apa. Kalau Natta cerita bagaimana Hasbi sukses di masa depan, a

ab Natta tan

nar apatis,"

ia itu. "Orang yang apatis ini

bisa memikirkan alasan lo tiba-tiba benci dan nggak suka sama gue. Apa lo mendengarkan sesu

engenali Hasbi sebagai suaminya. Kalau diberikan kesempatan bertemu Hasbi versi dewasa yang telah berselingkuh, ada terlalu banyak pertanyaan yang i

a indikasi selingkuh ketika punya

ar, sepertinya alasan itu nggak cukup buat benci

n. "Tetap aja, gue nggak mau berteman deng

erti mengapa Natta menangis dan kata-kata atau perbuatan apa yang membuat Natta

udah seyakin itu soal pikirannya mengenai Hasbi. "Kalau gitu, gue nggak b

ke

ia sudah bertekad dikesempatan kali ini tidak akan membiarkan hatinya hancur oleh siapa pun. I

t. Wanita itu tampak memunculkan kepalanya di salah satu

ta pun terh

n Natta lalu digenggamnya. "Gue m

e hukum di sini? pikir Natta sebelum akhirnya

rubah. Lantas Natta membalas genggaman Indira. "Gue tau lo suka banget sama Hasbi, tapi saran gue kalau lo mulai tertarik sama seseorang lo harus mempelajari dasa

yak

saja jika temannya salah paham dan Natta bersedia dengan senang hati untuk memperbaiki a

ue ngerasa ada sesuatu," kata Indira

in dijelaskan itu rewel begini. "Ya udah. Terserah lo, deh. Yang penti

sbi. Pria itu juga terkejut saat melihat Natta habis dari toilet. Maka pertemuan pand

a Natta tak asing dengan punggung keduanya, tapi dia juga tidak ingin menyapa mereka karena mera

aku y

ifa," ja

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Hello Again, Husband!
Hello Again, Husband!
“Mengandung Adegan 21+ Natta terkejut saat memergoki suaminya, Hasbi, berselingkuh. Namun, saat menemukan jam misterius di dekat jembatan, hidupnya berubah drastis. Natta tiba-tiba terlempar kembali ke masa SMA mereka, dengan niat awal untuk membalas dendam. Namun, semakin Natta mengenal sisi lain dari Hasbi di masa lalu, dia mulai merasa terpesona dan jatuh cinta lagi. Natta menyadari bahwa ada banyak hal yang selama ini tersembunyi, termasuk kegelapan dan trauma yang Hasbi sembunyikan darinya selama bertahun-tahun. Dalam kebingungannya, Natta dihadapkan pada pertanyaan sulit. Apakah dia akan melanjutkan rencana balas dendamnya ataukah menyadari bahwa semuanya hanya kesalahpahaman? Dalam cerita ini, Natta harus menghadapi dilema antara cinta dan balas dendam. Dia harus menggali kebenaran yang terpendam dan menghadapi konsekuensi dari pilihan-pilihan yang dibuatnya. Bisakah Natta menemukan kebahagiaan dalam rumah tangganya? Follow me ig @hi.shenaaa”
1 Bab 1 Permulaan2 Bab 2 Ketiduran3 Bab 3 Cemburu4 Bab 4 Tersadar5 Bab 5 Terdiam6 Bab 6 Penasaran7 Bab 7 Lirikan8 Bab 8 Pandangan9 Bab 9 Kesempatan10 Bab 10 Tidak tertarik11 Bab 11 Mengangguk12 Bab 12 Memperhatikan13 Bab 13 Kebiasaan14 Bab 14 Bertanya-tanya15 Bab 15 Mengabadikan16 Bab 16 Terpaksa17 Bab 17 Tengah Malam18 Bab 18 Berselingkuh 19 Bab 19 Pelukan20 Bab 20 Canggung21 Bab 21 Khawatir22 Bab 22 Kangen23 Bab 23 Peduli24 Bab 24 Mencari angin25 Bab 25 Perasaan suka26 Bab 26 Pingsan27 Bab 27 Jatuh cinta28 Bab 28 Bingung29 Bab 29 Titah30 Bab 30 Telepon31 Bab 31 Lelah32 Bab 32 Gemetar33 Bab 33 Kejadian Semalam34 Bab 34 Kesal35 Bab 35 Mantan Suami 36 Bab 36 Antusias37 Bab 37 Having sex38 Bab 38 Malam bergairah 39 Bab 39 Tunangan 40 Bab 40 Merajuk41 Bab 41 Periksa42 Bab 42 Keputusan43 Bab 43 Berkecamuk44 Bab 44 Perjodohan45 Bab 45 Kebingungan46 Bab 46 Pernikahan47 Bab 47 Kecemasan48 Bab 48 Membuang pandangan49 Bab 49 Memperhatikan50 Bab 50 Benih cinta51 Bab 51 Kepribadian ganda52 Bab 52 Tangisan53 Bab 53 Membalas 54 Bab 54 Rintihan55 Bab 55 Anak angkat 56 Bab 56 Perjalanan waktu 57 Bab 57 Kebenaran 58 Bab 58 Dari masa depan 59 Bab 59 Kebohongan 60 Bab 60 Masa kini 61 Bab 61 Lintas dimensi 62 Bab 62 Kesadaran 63 Bab 63 Malam Panas 64 Bab 64 Kepergok 65 Bab 65 Sakit hati 66 Bab 66 Terkejut 67 Bab 67 Pertemuan keluarga68 Bab 68 Alasan 69 Bab 69 Bulir keringat 70 Bab 70 Fokus 71 Bab 71 Cinta menyakitkan 72 Bab 72 Jatuh cinta lagi 73 Bab 73 Seruan Suara 74 Bab 74 Meluluhkan hati 75 Bab 75 Kasar 76 Bab 76 Tidak nafsu makan77 Bab 77 Pertanyaan 78 Bab 78 Hang out 79 Bab 79 Mengedarkan pandangan 80 Bab 80 Seperti mimpi 81 Bab 81 Mimpi terdalam 82 Bab 82 Perjalanan waktu