icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Hello Again, Husband!

Bab 4 Tersadar

Jumlah Kata:1614    |    Dirilis Pada: 02/11/2022

at dengan coklat. Dia tidak bisa men

nar-benar tau kalau Hasbi alergi, bukan karena cemburu. Namun, per

mua. Melihat Hasbi yang tidak sadarkan diri, Natta jadi teringat saat Hasbi kecelakaan dan koma selama seminggu. Kala i

Natta yang tanpa sadar mendekat lalu duduk di pinggir brankar Hasbi.

lo ng

tan di kening. Jadi gue usa

melongo di tempat. Lagi-lagi tingkah Natta sanga

Yolanda membuat Natta tersadar dan langsung menjauhkan tangannya dari Hasbi. Lagi-lagi

ku sama dia. Jadi, gue udah tau giman

seru mere

an bertanya lagi. "Lo

ka

u saja sebab sudah lama mereka menjadi pasangan kekasih, tapi kali ini Natta kembali ke masa lalu bukan untuk

Jelas Natta peduli pada Hasbi, setidaknya sebagai s

dia tidak lagi punya perasaan apa-apa pada sua

membuat mereka semua percaya bahwa Natta m

ri makan dulu?" tanya Tania yang

hat dengan lebih tenang. Namun, Natta merasa tidak tenang jika harus meninggal

yang sebetulnya sudah sedikit lelah berpura-pura menjadi anak muda lagi. Natta sudah cukup menyukai di

atta jadi berdebar sangat kencang. Perlahan ia berbalik dan akhirnya dapat menghela napas pan

" jawab

ih ...

membangun tembok agar Hasbi tidak sampai jatuh cinta padanya. Semuanya akan kacau kalau

nci sama gue?

idak tega melihat tatapan Hasbi yan

ah, tapi diri lo di masa depan udah m

da salah, gu

n dan Hasbi sudah mematahkan itu. Natta sudah tidak peduli. "Nggak perlu minta maa

nap

emosi dan dirinya sendiri. Jangan sampai terpancing oleh Hasbi. Jelas sosok Hasbi

ninggalkan Has

ng, Natta sempat berpikir apa yang akan terjadi pada mereka kalau 15 tahun lalu tidak mengenal Hasbi? Apakah semuanya akan menjadi lebih ba

bil menutup wajahnya. Dia mu

at

ndongak, itu adalah dada bidang seorang laki-laki. Dengan air m

ang telinga sembari memperhatikannya lekat. Tatapan Natta sendiri tidak beralih dari Ares sedikit

aran," a

eadaan sekarang. Semuanya terlalu tiba-tiba dan Ares seolah berusaha

o pacar

embali ke masa lalu juga untuk mencari pria lain yang lebih baik daripada Hasbi. Maka Natta

roses pacaran paling aneh, tapi setidaknya Natta sadar b

*

dengan Hasbi. Entah mengapa sejak kejadian di rumah sakit waktu itu, Hasbi meminta Doni untuk duduk ber

Natta. Dia memang yang paling suka mengotak-atik rambut temannya. Katanya setelah

ih iya," k

sadar karena selama berpacaran dengan Ares, mereka juga tidak berinteraksi begitu banyak k

a Ares mengirim pesan. Ia pun membukanya. Ternyata

ruang musi

y, N

sik, Natta bisa mendenga

tta

tersenyum. Nata yang memandang Ares sedang memper

itkan anak rambutnya. Ares tertawa. Ia memandang Natta

di lo nggak perlu seformal itu."

erhatikannya dengan saksama. Dia memang selalu kesusahan belajar bermain gitar karena tak ada yang pernah mengajarkannya. Ayahnya terlalu sibuk bekerja dan ibunya sudah tiada. Ia terlalu kesepian be

ntuk mencontohkan Ares membuat ia menutupi sinar matahari dari jendela. Perlahan, Ares memperhat

tta memperhatikan bola mata Ares yang memantulkan dirinya. Ares semakin menatap lekat ke arah Natta yang membuat Natta semakin sulit bernapas. Bibir Ares mendarat di pipi Natta. Natta sangat

pria itu mengepal seiring dengan wajah keduanya yang semakin dekat. Agar mereka sadar dengan

, Kak!" Natta hampir saja membiarkan dirinya dicium pria lain

i. Bukan milik siapa-siapa jadi bebas untuk mengekspresikan diri sesuka hati, tapi entah mengapa ... Natta tetap tidak bi

gakkan tubuhnya. Bodoh sekali dia, padahal lebih tua dari Natta. Haru

sa mencium pria lain. Maka, Natta pun menahan lengan Ares yang hendak menjauh. Dia mengangkat tubuh sedikit jinji

Hasbi? Bibir Hasbi, jauh berkali kali kali lipat le

at Ares otomatis menarik pinggan

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
1 Bab 1 Permulaan2 Bab 2 Ketiduran3 Bab 3 Cemburu4 Bab 4 Tersadar5 Bab 5 Terdiam6 Bab 6 Penasaran7 Bab 7 Lirikan8 Bab 8 Pandangan9 Bab 9 Kesempatan10 Bab 10 Tidak tertarik11 Bab 11 Mengangguk12 Bab 12 Memperhatikan13 Bab 13 Kebiasaan14 Bab 14 Bertanya-tanya15 Bab 15 Mengabadikan16 Bab 16 Terpaksa17 Bab 17 Tengah Malam18 Bab 18 Berselingkuh 19 Bab 19 Pelukan20 Bab 20 Canggung21 Bab 21 Khawatir22 Bab 22 Kangen23 Bab 23 Peduli24 Bab 24 Mencari angin25 Bab 25 Perasaan suka26 Bab 26 Pingsan27 Bab 27 Jatuh cinta28 Bab 28 Bingung29 Bab 29 Titah30 Bab 30 Telepon31 Bab 31 Lelah32 Bab 32 Gemetar33 Bab 33 Kejadian Semalam34 Bab 34 Kesal35 Bab 35 Mantan Suami 36 Bab 36 Antusias37 Bab 37 Having sex38 Bab 38 Malam bergairah 39 Bab 39 Tunangan 40 Bab 40 Merajuk41 Bab 41 Periksa42 Bab 42 Keputusan43 Bab 43 Berkecamuk44 Bab 44 Perjodohan45 Bab 45 Kebingungan46 Bab 46 Pernikahan47 Bab 47 Kecemasan48 Bab 48 Membuang pandangan49 Bab 49 Memperhatikan50 Bab 50 Benih cinta51 Bab 51 Kepribadian ganda52 Bab 52 Tangisan53 Bab 53 Membalas 54 Bab 54 Rintihan55 Bab 55 Anak angkat 56 Bab 56 Perjalanan waktu 57 Bab 57 Kebenaran 58 Bab 58 Dari masa depan 59 Bab 59 Kebohongan 60 Bab 60 Masa kini 61 Bab 61 Lintas dimensi 62 Bab 62 Kesadaran 63 Bab 63 Malam Panas 64 Bab 64 Kepergok 65 Bab 65 Sakit hati 66 Bab 66 Terkejut 67 Bab 67 Pertemuan keluarga68 Bab 68 Alasan 69 Bab 69 Bulir keringat 70 Bab 70 Fokus 71 Bab 71 Cinta menyakitkan 72 Bab 72 Jatuh cinta lagi 73 Bab 73 Seruan Suara 74 Bab 74 Meluluhkan hati 75 Bab 75 Kasar 76 Bab 76 Tidak nafsu makan77 Bab 77 Pertanyaan 78 Bab 78 Hang out 79 Bab 79 Mengedarkan pandangan 80 Bab 80 Seperti mimpi 81 Bab 81 Mimpi terdalam 82 Bab 82 Perjalanan waktu