DIANA, Istriku Cantik di Mata Pria Lain

DIANA, Istriku Cantik di Mata Pria Lain

Amaliyah Aly

5.0
Komentar
8.4K
Penayangan
35
Bab

Aku tak pernah tahu arti sebuah kehilangan, sebelum akhirnya istri yang kusia-sia dan kucampakkan keberadaannya meninggalkanku dari rumah. Dia benar-benar pergi dan tak kembali. Bodohnya aku karena telah salah menilainya. Dia cantik, dia baik, dia juga begitu menjaga kehormatannya, hanya saja karena kenaifanku, aku justru memandangnya sebelah mata. Diana ... aku menyesal menduakanmu. Kau berhak bahagia dengan lelaki yang jauh lebih memuliakanmu daripada aku.

DIANA, Istriku Cantik di Mata Pria Lain Bab 1 1. Kampungan

"Dasar istri katrok! Kampungan! Malu-maluin aja!"

Aku menyentak kasar pegangan Diana. Sebal. Bisa-bisanya ia mempermalukanku di depan teman-teman kantor. Kupikir mendandaninya saja bisa mengcover sedikit sifat kampungannya itu. Ternyata aku salah. Ia tak berubah. Diana tetap kampungan. Bayangkan saja. Ia melepas sendalnya saat masuk aula pesta. Belum lagi saat menaiki lift. Ia menjerit ketakutan. Mengundang gelak tawa teman-temanku. Bodohnya aku yang tak berpikir dua kali untuk mengajak Diana datang kemari.

Aku malu! Istri orang-orang berkelas masa iya kampungan begini? Kalau saja bukan karena Ibu. Mana mau aku nikah sama Diana! Huh!

"Bajunya terlalu terbuka, Mas," ucap Diana sambil menutupi bagian pahanya. Sengaja kupilihkan gaun yang cukup mini dan ada belahan di bagian tengah. Diana itu cantik, tubuhnya bagus, tapi sayang tak pernah dipamerkan. Oh, ayolah. Lihat istri teman-temanku yang tanpa malu memamerkan body goal mereka. Sesekali, aku pun ingin pamer milikku.

"Terbuka apanya sih? Wajar aja kok. Kamu tuh harus bisa menempatkan diri. Masa iya diundang pesta, kamu datang kayak ibu-ibu mau pengajian. Halah!"

"Tapi nggak gini juga, Mas. Aku risih!"

"Udah, deh. Jangan manja dan lebay. Kamu begini malu-maluin suami tauk!"

"Mas, aku risih. Orang-orang melihatku begini. Aku nggak nyaman."

"Makanya jaga sikap! Huh! Menyebalkan!"

Aku membuang napas kasar. Tahu gini, mending bawa Susan aja, sekretarisku di kantor.

"Mas ..."

Diana terus merengek. Sia-sia mencoba berbicara padanya. Kuedarkan pandangan ke sekeliling. Sepi. Tak ada orang. Hanya beberapa petugas catering yang membawai piring. Sengaja kubawa Diana ke halaman belakang gedung.

"Sudahlah, kamu tunggu di mobil saja. Balik ke parkiran sana. Aku mau ke dalam. Malu dilihat teman-teman," ucapku.

Diana menggeleng.

"Takut nyasar, Mas. Aku juga takut kalau sendirian."

"Lah kamu di dalam malu-maluin. Udah sana! Jangan banyak protes!"

Aku membalik badan. Berjalan meninggalkan Diana. Kucoba abai dan terus berjalan.

"Mas ... Mas ..."

Diana menarik ujung jas yang kukenakan. Tepat di anak tangga bagian belakang. Nyaris saja aku jatuh. Kesal, kudorong Diana hingga ia terjerembab ke belakang. Biarlah ia yang jatuh. Bukan aku. Nasib apes sebenarnya punya istri model begini!

"Astagfirullah, Pak! Bapak keterlaluan!"

Seorang pria dengan tergesa berjalan mendekat. Dari pakaian yang ia kenakan. Kentara sekali bahwa ia adalah pegawai catering yang bertugas di sini. Konyolnya lagi, ia bak pahlawan kesiangan, membantu Diana berdiri.

"Hey, jangan pegang-pegang istri saya!" sentakku sambil menatapnya tajam, tak suka. Ikut campur urusan orang saja. Lagi pula, aku sama sekali tak mengenalnya.

"Lah Bapak nggak nolongin. Mana tadi istrinya jatuh gara-gara Bapak juga." Pria itu menyindirku.

"Bukan urusanmu! Cepat pergi sana atau kulaporkan pada atasanmu! Tuh, banyak piring kotor di dalam." Aku mengancam.

"Mas, sudahlah." Diana menengahi.

"Sudah apanya? Semua juga gara-gara kamu. Ayo. Pergi sana ke parkiran!" ketusku pada Diana.

"Kamu juga. Kenapa masih diam di sini? Sana pergi!" bentakku pada petugas catering.

"Dasar lelaki sinting!" gumamnya yang terdengar jelas di telingaku.

"Apa kamu bilang?"

Petugas catering tak menjawab. Ia melengos pergi. Diana pun begitu. Kali ini tanpa penolakan, ia membalik badan. Berjalan menuju parkiran. Seperti perintahku.

Masa bodoh dengan Diana. Kini saatnya menemui rekan-rekan kantor di dalam. Kucoba menghubungi nomor Susan. Ia pasti datang malam ini. Setidaknya, meski hanya melihatnya saja, aku bisa meredamkan emosiku.

"Pak!"

Binggo!

Baru saja aku memikirkan, Susan ternyata datang. Aku sengaja memutar jalan. Hingga kini berada di depan pintu utama dan akhirnya bertemu dengan Susan.

Kuamati penampilan Susan dari ujung kepala hingga kaki. Rambutnya diikat ke atas. Menampilkan lehernya yang jenjang nan putih. Sepasang anting bertengger di telinga. Ia juga memakai kalung berbentuk V. Gaun malam yang ia kenakan didominasi warna biru elektrik. Tanpa lengan, dengan belahan di bagian depan dada. Kain bawahnya panjang menyentuh lantai, tapi ada belahan hingga sebatas paha. Tanpa sadar aku menelan ludah. Indah sekali.

"Sendirian aja, Pak?" tanya Susan yang seketika membuyarkan lamunanku. Ia celingak-celinguk. "Ibu nggak ikut?" tanyanya lagi.

"Tadi ikut, sekarang menunggu di mobil. Kamu tahu kan, istri saya itu kurang suka jika diajak ke pesta." Aku menjawab tanpa menutup-nutupi.

"Ouh, begitu. Jadi ... Bapak mau ke dalam sendiri?"

"Enggak lah. Ngapain juga sendiri. Kan ada kamu sekarang. Kita barengan."

Aku tersenyum penuh arti. Susan mengangguk lalu membalik badan. Ia menyelipkan tangannya dan menggamit lenganku. Tanpa ragu, tanpa malu, kami berjalan beriringan, sama seperti hari-hari sebelumnya. Saat kami hanya berdua saja di kantor.

Bersambung ....

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Gairah Liar Ayah Mertua

Gairah Liar Ayah Mertua

Gemoy

Aku melihat di selangkangan ayah mertuaku ada yang mulai bergerak dan mengeras. Ayahku sedang mengenakan sarung saat itu. Maka sangat mudah sekali untuk terlihat jelas. Sepertinya ayahku sedang ngaceng. Entah kenapa tiba-tiba aku jadi deg-degan. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan. Untuk menenangkan perasaanku, maka aku mengambil air yang ada di meja. Kulihat ayah tiba-tiba langsung menaruh piringnya. Dia sadar kalo aku tahu apa yang terjadi di selangkangannya. Secara mengejutkan, sesuatu yang tak pernah aku bayangkan terjadi. Ayah langsung bangkit dan memilih duduk di pinggiran kasur. Tangannya juga tiba-tiba meraih tanganku dan membawa ke selangkangannya. Aku benar-benar tidak percaya ayah senekat dan seberani ini. Dia memberi isyarat padaku untuk menggenggam sesuatu yang ada di selangkangannya. Mungkin karena kaget atau aku juga menyimpan hasrat seksual pada ayah, tidak ada penolakan dariku terhadap kelakuan ayahku itu. Aku hanya diam saja sambil menuruti kemauan ayah. Kini aku bisa merasakan bagaimana sesungguhnya ukuran tongkol ayah. Ternyata ukurannya memang seperti yang aku bayangkan. Jauh berbeda dengan milik suamiku. tongkol ayah benar-benar berukuran besar. Baru kali ini aku memegang tongkol sebesar itu. Mungkin ukurannya seperti orang-orang bule. Mungkin karena tak ada penolakan dariku, ayah semakin memberanikan diri. Ia menyingkap sarungnya dan menyuruhku masuk ke dalam sarung itu. Astaga. Ayah semakin berani saja. Kini aku menyentuh langsung tongkol yang sering ada di fantasiku itu. Ukurannya benar-benar membuatku makin bergairah. Aku hanya melihat ke arah ayah dengan pandangan bertanya-tanya: kenapa ayah melakukan ini padaku?

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
DIANA, Istriku Cantik di Mata Pria Lain DIANA, Istriku Cantik di Mata Pria Lain Amaliyah Aly Romantis
“Aku tak pernah tahu arti sebuah kehilangan, sebelum akhirnya istri yang kusia-sia dan kucampakkan keberadaannya meninggalkanku dari rumah. Dia benar-benar pergi dan tak kembali. Bodohnya aku karena telah salah menilainya. Dia cantik, dia baik, dia juga begitu menjaga kehormatannya, hanya saja karena kenaifanku, aku justru memandangnya sebelah mata. Diana ... aku menyesal menduakanmu. Kau berhak bahagia dengan lelaki yang jauh lebih memuliakanmu daripada aku.”
1

Bab 1 1. Kampungan

26/06/2022

2

Bab 2 2. Pria Asing

26/06/2022

3

Bab 3 3. Memberi Kejutan

26/06/2022

4

Bab 4 4. Belitan Nafsu

26/06/2022

5

Bab 5 5. Bagaimana Rasanya

26/06/2022

6

Bab 6 6. Pergi Saja

26/06/2022

7

Bab 7 7. Sampah!

26/06/2022

8

Bab 8 8. Temuan di Kantor

26/06/2022

9

Bab 9 9. Bawa Ke Rumah

26/06/2022

10

Bab 10 10. Pertemuan Dengan William

26/06/2022

11

Bab 11 11. Rencana William

16/07/2022

12

Bab 12 12. Rahasia Susan

18/07/2022

13

Bab 13 13. Aset Penting

19/07/2022

14

Bab 14 14. Kejutan Pertama

20/07/2022

15

Bab 15 15. Selamat Tinggal

15/08/2022

16

Bab 16 16. Tawaran Kerja

16/08/2022

17

Bab 17 17. Kembalikan

17/08/2022

18

Bab 18 18. Perawan atau Janda

18/08/2022

19

Bab 19 19. Kecupan di Pipi

19/08/2022

20

Bab 20 20. Sepertinya Kenal

20/08/2022

21

Bab 21 21. Saya Mohon

22/08/2022

22

Bab 22 22. Bapak Mau Apa

10/09/2022

23

Bab 23 23. Cemburu

12/09/2022

24

Bab 24 24. Hai, Cantik!

13/09/2022

25

Bab 25 25. Jaga Jarak

14/09/2022

26

Bab 26 26. Duka Masa Lalu

21/09/2022

27

Bab 27 27. Kegaduhan di Apartemen

09/02/2023

28

Bab 28 28. Kekasih Bapak

10/02/2023

29

Bab 29 29. Dendam Wira

11/02/2023

30

Bab 30 30. Tigapuluh

12/02/2023

31

Bab 31 31. Tiga Puluh Satu

13/02/2023

32

Bab 32 32. Tigapuluhdua

14/02/2023

33

Bab 33 33. Tigapuluhtiga

15/02/2023

34

Bab 34 34. Tigapuluhempat

17/02/2023

35

Bab 35 35. Tigapuluhlima

20/02/2023