Petaka Dua Garis

Petaka Dua Garis

Dheasy

5.0
Komentar
590
Penayangan
14
Bab

Arimbi, gadis cantik yang pintar harus mengakhiri pendidikannya ketika ia menyadari telah berbadan dua. Sayangnya, ia tidak pernah tahu siapa lelaki yang telah menyumbangkan benih di rahimnya. Arimbi memutuskan untuk berhenti kuliah, ketika seorang Mahesa--dosennya--yang tampak tak asing mulai mendekatinya. Ada rasa takut mengenal sosok lelaki, tanpa terkecuali. Baginya, lelaki seperti binatang buas yang siap menerkam. Arimbi tidak ingin jatuh di lubang yang sama.

Petaka Dua Garis Bab 1 Garis Dua

"Sial!" Arimbi menggerutu kesal setelah melihat kemunculan dua garis merah pada alat deteksi kehamilan. Dia melemparkan hasil tes itu ke pintu kamar mandi kampus. Dia menangis, menyadari kesalahannya.

"Tante Mona, kamu brengsek!" maki Arimbi kesal.

Arimbi mampu mengingat dengan jelas kejadian satu bulan sebelumnya, saat tante Mona memintanya untuk menemani pelanggannya seperti biasa. Namun kali ini Arimbi ditawari dengan bayaran yang lebih besar. Arimbi segera menerima tawaran itu karena sudah waktunya dia harus segera melunasi tagihan pembayaran uang semesteran.

Tanpa Arimbi sadari bahwa malam itu merupakan jebakan baginya. Tante Mona memanfaatkannya, dan menyerahkan Arimbi pada lelaki hidung belang yang telah menodainya. Yang Arimbi ingat adalah pagi harinya dia sudah berada di kamar hotel dengan seorang pria yang tak dikenalnya. Dan yang membuatnya shock adalah, tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya.

Tok tok tok. Tiba-tiba Arimbi dikagetkan suara ketukan dari luar kamar mandi di tempat dia berada. "Siapa ya di dalam. Bisa gantian tidak?" suara seorang pria terdengar di luar. Arimbi segera menyimpan test pact yang digunakannya tadi di dalam tasnya kemudian memperbaiki jilbab yang dipakainya. Setelah itu segera keluar dari kamar mandi. Di depan kamar mandi, berdirilah sosok Dimas tepat didepan pintu kamar mandi. Arimbi hampir saja menabraknya.

"Kamu bertelor didalam? Lama amat sih?" sindir Dimas. Arimbi hanya diam mendengarkan sindiran Dimas.

Dimas adalah seniornya di kampus. Punya wajah ganteng, gaya yang cool, keren, tajir pula. Siapa sih yang tidak kenal Dimas. Tahun ini dia didapuk menjadi Senat Mahasiswa pula selain kegiatannya sebagai ketua BEMFA. Tidak ada yang cela sebenarnya.

Tapi tidak keren bagi Arimbi. Dimas hanya sosok menyebalkan yang suka iseng menjahilinya. Dimas memang tidak pernah menyatakan isi hatinya secara langsung, namun Arimbi sempat mendengar rencana Dimas untuk proklamirkan cintanya pada Arimbi lewat Helmi sahabat Dimas. Mendengar cerita itu, membuat Arimbi selalu menghindar bila Dimas mendekatinya.

"Kamu sakit? Kok pucat?" Tanya Dimas menunjukkan perhatiannya.

"Tidak, aku ga papa kok. Aku masuk dulu ya, Mas." Jawab Arimbi segera meninggalkan Dimas.

Arimbi segera melihat jadwal mata kuliah hari ini. Mata kuliah Psikologi Kepribadian. Sebenarnya Arimbi suka sekali dengan mata kuliah ini, namun karena pikirannya sedang tidak karuan membuatnya tidak bersemangat untuk mengikuti kelas.

Tiba di kelas, Arimbi mengambil posisi duduk di baris paling belakang. Rasa pusing menyerang kepalanya mengingat garis dua yang muncul di test pack yang di belinya tadi siang. Arimbi tidak menyadari saat Dimas duduk tepat disebelahnya.

"Selamat pagi, semuanya!"

"Selamat pagi, Pak!"

"Perkenalkan, saya Mahesa. Mulai semester ini saya akan memberikan kuliah mengenai Psikologi kepribadian. Mohon dicermati peraturan selama perkuliahan berlangsung. Pertama, saya tidak bisa mentolerir kehadiran dibawah 85 persen. Itu artinya kalian hanya saya beri toleransi tidak mengikuti perkuliahan saya maksimal tiga kali. Saya sangat menghargai setiap kehadiran dan keaktifan kalian selama perkuliahan berlangsung." Dosen baru itu mulai berbicara mengenai peraturan yang wajib diikuti mahasiswanya.

Arimbi yang sedang tidak konsentrasi mengetuk-ngetuk mejanya yang menimbulkan suara berisik membuat Mahesa menegurnya.

"Kamu yang dibelakang, yang pakai kacamata. Ada yang mau ditanyakan?" Mahesa mengajukan pertanyaan dadakan pada Arimbi dengan alis ditekuk. Dimas menyenggol tangan Arimbi yang mengetuk meja, membuat Arimbi tersadar. Dimas memberikan isyarat mata pada Arimbi agar mengalihkan perhatiannya pada Dosen baru itu. Arimbi kemudian mengikuti arah mata Dimas kearah Mahesa. Tiba-tiba saja mulut Arimbi terbuka melihat pria yang mendekatinya itu.

"Siapa nama kamu?" Tanya Mahesa.

"Saya Arimbi Prameswari, Pak!" jawab Arimbi masih tak mampu menyembunyikan keterkejutannya pada sosok Mahesa yang merupakan Dosennya. Mahesa memicingkan matanya menatap Arimbi.

"Kamu keberatan mengikuti perkuliahan saya?" Tanya Mahesa lagi.

"Tidak, Pak. Mohon maafkan saya." Jawab Arimbi dengan dada bergemuruh.

"Setelah jam perkuliahan habis, segera temui saya di ruangan saya!"

"Baik, Pak." Jawab Arimbi.

Mahesa kemudian berbalik menuju ke depan kelas melanjutkan perkuliahan. Sementara Arimbi masih shock dengan penampakan Mahesa di depan mata kepalanya sendiri. Dia adalah si pria hidung belang yang menodainya. Arimbi

"Tante Mona kamu brengsek!" Arimbi bergumam lirih.

*****

Selesai memberikan kuliah di kelasnya Arimbi, Mahesa segera keluar menuju ruangannya yang berada satu lantai diatas ruang kuliah, Mahesa mencoba mengingat sesuatu tentang gadis yang bernama Arimbi Prameswari yang ditegurnya tadi.

"Mengapa wajahnya mirip sekali dengan gadis itu? Mungkinkah itu dia? Aku harus segera mencari tahu."

Mahesa menekan tombol panggil pada ponselnya. Terdengar nada panggil di seberang sana. Tidak ada jawaban. Kemudian Mahesa menghubungi nomor lain yang segera terdengar suara jawaban diseberang sana.

"Adam, tolong pertemukan saya dengan Mona. Ada yang harus saya tanyakan padanya." Mahesa segera mengakhiri teleponnya dengan pria yang bernama Adam.

"Apakah sebaiknya kutanyakan saja langsung padanya?"

Tok tok tok. Lamunan mahesa buyar saat terdengar ketukan dipintu ruangannya.

"Masuk!"

"Permisi, Pak. Bapak tadi memanggil saya."

"Silakan duduk."

"Terima kasih."

"Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?"

Arimbi menggelengkan kepalanya. Bukan karena ingin berbohong namun Arimbi perlu memastikan sesuatu. Namun dari jarak yang begitu dekat, Arimbi dapat melihat tahi lalat kecil di ujung hidung Mahesa. Hanya itu tanda yang dikenalinya.

"Tapi, saya merasa familiar dengan wajah kamu. Yakin kita tidak pernah bertemu?"

"Mungkin bapak pernah melihat yang mirip seperti saya."

"Ataukah kamu berbohong?" Tanya Mahesa sambil memajukan kepalanya mendekati Arimbi membuatnya merasakan sesak nafas. Jarak wajah mereka hanya berada sejengkal saja.

"Untuk apa saya berbohong, Pak. Ada baiknya bapak memastikannya terlebih dahulu. Memangnya bapak pernah ketemu saya dimana?" Tanya Arimbi sambil memundurkan kepalanya,

Mendengar pertanyaan Arimbi, Mahesa langsung terdiam. Kemudian menarik kembali kepalanya ke posisi semula.

"Berikan pada saya nomor ponselmu. Catat disini." Lanjut Mahesa sembari memberikan selembar kertas dan pena. Arimbi semula ragu untuk menuliskan nomor ponselnya. Namun akhirnya ditulisnya juga beberapa digit angka di selembar kertas itu.

"Besok pagi ada kuliah?" Tanya Mahesa lagi. Tangannya mengambil kertas bertuliskan nomor ponsel Arimbi.

"Kalau pagi, ada pak. Full. Sampai jam 12 siang." Jawab Arimbi lagi.

"Baiklah kalau begitu. Pulang kuliah segera datang ke kantor saya di Biro Layanan Psikologi "Brain Your Mind". Jangan lewat dari jam 1 siang." Ucap Mahesa lagi. Arimbi hanya melongo mendengar perintah Mahesa.

"Silakan kembali ke kelasmu. Praktikum bulan depan saya minta kamu menjadi asisten saya. Oke?!" lanjut Mahesa membuat Arimbi semakin bingung.

"Baik, Pak. Permisi." Arimbi segera meninggalkan ruang Pak Mahesa masih dengan rasa bingung.

"Apaan sih dia? Lagian kalau benar dia pria itu? Aku harus bagaimana?" gumam Arimbi sambil meninju kepalanya sendiri.

***

Lanjutkan Membaca

Buku serupa

Cinta yang Tersulut Kembali

Cinta yang Tersulut Kembali

Calli Laplume
4.9

Dua tahun setelah pernikahannya, Selina kehilangan kesadaran dalam genangan darahnya sendiri selama persalinan yang sulit. Dia lupa bahwa mantan suaminya sebenarnya akan menikahi orang lain hari itu. "Ayo kita bercerai, tapi bayinya tetap bersamaku." Kata-katanya sebelum perceraian mereka diselesaikan masih melekat di kepalanya. Pria itu tidak ada untuknya, tetapi menginginkan hak asuh penuh atas anak mereka. Selina lebih baik mati daripada melihat anaknya memanggil orang lain ibu. Akibatnya, dia menyerah di meja operasi dengan dua bayi tersisa di perutnya. Namun, itu bukan akhir baginya .... Bertahun-tahun kemudian, takdir menyebabkan mereka bertemu lagi. Raditia adalah pria yang berubah kali ini. Dia ingin mendapatkannya untuk dirinya sendiri meskipun Selina sudah menjadi ibu dari dua anak. Ketika Raditia tahu tentang pernikahan Selina, dia menyerbu ke tempat tersebut dan membuat keributan. "Raditia, aku sudah mati sekali sebelumnya, jadi aku tidak keberatan mati lagi. Tapi kali ini, aku ingin kita mati bersama," teriaknya, memelototinya dengan tatapan terluka di matanya. Selina mengira pria itu tidak mencintainya dan senang bahwa dia akhirnya keluar dari hidupnya. Akan tetapi, yang tidak dia ketahui adalah bahwa berita kematiannya yang tak terduga telah menghancurkan hati Raditia. Untuk waktu yang lama, pria itu menangis sendirian karena rasa sakit dan penderitaan dan selalu berharap bisa membalikkan waktu atau melihat wajah cantiknya sekali lagi. Drama yang datang kemudian menjadi terlalu berat bagi Selina. Hidupnya dipenuhi dengan liku-liku. Segera, dia terpecah antara kembali dengan mantan suaminya atau melanjutkan hidupnya. Apa yang akan dia pilih?

My Doctor genius Wife

My Doctor genius Wife

Amoorra
4.8

Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Petaka Dua Garis Petaka Dua Garis Dheasy Romantis
“Arimbi, gadis cantik yang pintar harus mengakhiri pendidikannya ketika ia menyadari telah berbadan dua. Sayangnya, ia tidak pernah tahu siapa lelaki yang telah menyumbangkan benih di rahimnya. Arimbi memutuskan untuk berhenti kuliah, ketika seorang Mahesa--dosennya--yang tampak tak asing mulai mendekatinya. Ada rasa takut mengenal sosok lelaki, tanpa terkecuali. Baginya, lelaki seperti binatang buas yang siap menerkam. Arimbi tidak ingin jatuh di lubang yang sama.”
1

Bab 1 Garis Dua

20/04/2022

2

Bab 2 Dunia Malam

20/04/2022

3

Bab 3 Siapa Dia

20/04/2022

4

Bab 4 Mahameru

21/04/2022

5

Bab 5 Kesepakatan

21/04/2022

6

Bab 6 Ini Pilihanku

21/04/2022

7

Bab 7 Mencarinya

21/04/2022

8

Bab 8 Kehilangan Tanpa Memiliki

22/04/2022

9

Bab 9 Gadis Itu Hamil

22/04/2022

10

Bab 10 Ingin Menemukannya

22/04/2022

11

Bab 11 Perkelahian

27/04/2022

12

Bab 12 Terus Mencari

28/04/2022

13

Bab 13 Keras Hati

06/05/2022

14

Bab 14 Masih Mencari

08/05/2022