Karma Masalalu
5.0
Komentar
513
Penayangan
26
Bab

Aku bertemu dengan Barikli yang membuatku jatuh cinta bahkan sampai rela melepas kesucianku untuknya. Menolak lamaran Adza karena percaya dengan janji Barikli yang akan menikahiku setelah tau bahwa aku hamil. Tapi, janji itu palsu. Dengan nggak tau diri, Barikli meninggalkanku tanpa pamit dan ternyata dia pergi untuk mengejar mimpi menjadi TNI. Enam tahun kemudian, aku menikah dengan Yusuf karena wasiat bapakku. Aku ragu karena dia laki-laki yang baru saja kukenal dari Ratna, temanku. Aku akan berusaha mencintainya seperti dia yang mencintaiku. Lalu setelah aku benar-benar jatuh cinta, sifat aslinya keluar. Padahal aku menganggap dia baik dan tulus, tapi ternyata itu palsu. Aku meminta cerai karena nggak tahan dengan kekerasan yang dia lakukan. Laki-laki itu psikopat dengan dua kepribadian. Kadang seperti dajjal, kadang seperti pangeran berkuda putih yang baik hati. Setelah semuanya berlalu, Adza kembali datang menawarkan pernikahan. Ketika lamaran itu kuterima, nyatanya hidupku gak sepenuhnya bahagia karena masih ada sesuatu yang kusembunyikan, yang siapapun nggak ada yang tau. Sebuah rahasia besar, yang lima tahun berhasil kusimpan rapat-rapat. Saat rahasia itu terkuak, aku yakin, aku sudah hilang menuju kematian.

Karma Masalalu Bab 1 Prolog

Apes. Harusnya aku sudah haha-hihi bersama teman-temanku sekarang, kalo saja aku nggak terbelenggu di tempat kerja berhadapan dengan cowok yang menghancurkan rencanaku.

"Kamu bodoh apa gila sih Sa," cercaku pada Irsa atas semua pengakuannya yang sama sekali nggak masuk akal.

"Dua-duanya Mbak. Aku bodoh dan gila karena dia. Dia satu-satunya penawar dari kebodohan dan kegilaanku Mbak,"

Menghela nafas berat, aku mencoba menahan amarahku agar nggak meledak. Sejak kedatangannya tadi, moodku sudah nggak baik karena dia berhasil menghentikanku untuk have fun dengan temanku. Ditambah lagi setelah mendengar alasannya datang menemuiku, membuat darahku mendidih.

"Kamu edan. Kamu kena guna-guna. Besok ikut Mbak pergi ke dukun," Memilih mengakhiri pembicaraan tanpa ada penyelesaian, seenggaknya bisa menyumbat kekesalanku. Meraih tasku di meja, aku bersiap untuk pergi.

"Aku gak kena guna-guna Mbak. Ini normal. Cinta bisa tumbuh kapan saja dan pada siapa saja. Ini anugerah, bukan musibah. Besok aku pulang dan ngomongin ini sama Ibu dan Bapak,"

Gerakanku terhenti, menatap Irsa yang menatapku serius aku kembali terduduk. "Jangan berani bilang ini ke Ibu, atau kamu bakal menyesal seumur hidup."

"Aku gak peduli Mbak,"

Brak. Satu gebrakan di meja sebagai pelampiasan amarahku, membuat Irsa terkejut. Mataku berpendar tajam, menghunus matanya yang menyiratkan kegelisahan.

"Ibu bakalan terkena serangan jantung kalo kamu berani ngomong ini,"

Usai mengucapkan itu, aku pergi. Ada rasa sesak di dada mengingat bahwa dia adalah adikku sendiri. Yang berhasil mengecewakan setelah orangtua kami berjuang mati-matian demi bisa membesarkannya sampai sekarang.

Tentang semua pengakuannya, itu nggak salah. Hanya saja menjadi kesalahan terbesar saat pengakuan itu diucapkannya diwaktu sekarang. Ini bukan saat yang tepat untuk dia melakukan keinginannya itu. Keinginan yang bahkan belum bisa kulakukan juga sampai detik ini.

"Aku ingin nikah Mbak,"

Terkejut setengah mati saat mendengar kalimat itu dari seorang anak SMA kelas sebelas. Bagaimana bisa dia mengucapkan kalimat itu dengan tanpa beban? Ya Allah, apa dia fikir menikah itu enak?

"Dia butuh kejelasan Mbak, dan kejelasan itu adalah dengan menikahinya. Aku cinta sama dia, aku gak mau kehilangan dia gara-gara aku terlambat melangkah,"

Keputusan yang baik kalo dia memutuskan itu nanti sepuluh tahun lagi setelah dia sukses membangun bisnisnya sendiri. Sangat gila seorang anak berusia tujuh belas tahun ingin menikahi gadis pujaannya.

Semakin kuat keinginanku untuk membawa dia ke dukun. Atau kalo enggak ke psikiater karena sepertinya psikisnya terganggu. Bukannya belajar dengan sungguh-sungguh agar bisa membahagiakan keluarga, malah ingin membangun keluarga sendiri. Dasar anak zaman milenial. Dia disekolahkan agar pintar, bukan untuk mencari pacar.

"Mbak Ca, ada customer komplain Mbak,"

Berhasil menginjakkan kaki di lantai bawah, aku disambut dengan laporan Yuli yang nggak mengenakkan hati. Ada apa dengan hari ini? Satu masalah datang, satu masalah lagi menghampiri.

"Cust yang minggu lalu ," Penjelasan Yuli membuat alisku bertaut.

"Loh, bukannya orderannya udah kita kirim ya?" tanyaku.

"Iya Mbak. Produknya udah nyampe, cuma katanya datang dengan keadaan rusak."

Menelaah kalimat Yuli, aku berkata lagi, "Produk nyampe dengan keadaan rusak bukan kesalahan dari kita. Produk dari kita sempurna, gak bakal ngirim barang riject. Kalopun rusak itu kesalahan ekspedisi, kita juga udah packing dengan aman,"

"Gak tau Mbak. Orangnya tetap komplain, dia minta ketemu sama Mbak,"

Aku menghela nafas. "Dimana orangnya?" Tanyaku. Percuma menjelaskan panjang lebar kalo nggak di depan orangnya sendiri.

"Dia di ruang tamu Mbak," info Yuli lagi. Aku bergegas melangkah ke ruang tamu.

Berkali-kali menarik hembuskan nafas, menyiapkan mentalku untuk menghadapi customer yang sudah sempat meluangkan waktunya mampir ke outlet untuk komplain.

Setelah melongokkan kepalaku ke ruang tamu, aku hanya menemukan seorang laki-laki yang duduk membelakangi pintu. Nggak kutemukan customer wanita seperti yang kulihat waktu video call minggu lalu saat merundingkan souvernir jenis apa yang diinginkannya.

"Orang yang katanya mau komplain dimana Yan?" tanyaku pada Iyan yang kebetulan lewat di depanku.

"Itu Mbak, di ruang tamu," jawab Iyan sembari menunjuk ke sosok laki-laki tadi.

Melangkah dengan berwibawa aku memasuki ruang tamu, menyapa dengan ucapan selamat malam, sebelum akhirnya duduk di kursi berhadapan dengan laki-laki yang kini bisa kulihat keseluruhan wajahnya.

Sepersekian detik aku terdiam memaku tatapan padanya, mataku panas. Mengalihkan pandang dengan cepat, secepat juga dentuman jantungku berpacu di dalam sana.

Ini gila.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh ratu_rebahan

Selebihnya

Buku serupa

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Puncak Nafsu Ayah Mertua

Cerita _46
5.0

Aku masih memandangi tubuhnya yang tegap, otot-otot dadanya bergerak naik turun seiring napasnya yang berat. Kulitnya terlihat mengilat, seolah memanggil jemariku untuk menyentuh. Rasanya tubuhku bergetar hanya dengan menatapnya. Ada sesuatu yang membuatku ingin memeluk, menciumi, bahkan menggigitnya pelan. Dia mendekat tanpa suara, aura panasnya menyapu seluruh tubuhku. Kedua tangannya menyentuh pahaku, lalu perlahan membuka kakiku. Aku menahan napas. Tubuhku sudah siap bahkan sebelum dia benar-benar menyentuhku. Saat wajahnya menunduk, bibirnya mendarat di perutku, lalu turun sedikit, menggodaku, lalu kembali naik dengan gerakan menyapu lembut. Dia sampai di dadaku. Salah satu tangannya mengusap lembut bagian kiriku, sementara bibirnya mengecup yang kanan. Ciumannya perlahan, hangat, dan basah. Dia tidak terburu-buru. Lidahnya menjilat putingku dengan lingkaran kecil, membuatku menggeliat. Aku memejamkan mata, bibirku terbuka, dan desahan pelan keluar begitu saja. Jemarinya mulai memijit lembut sisi payudaraku, lalu mencubit halus bagian paling sensitif itu. Aku mendesah lebih keras. "Aku suka ini," bisiknya, lalu menyedot putingku cukup keras sampai aku mengerang. Aku mencengkeram seprai, tubuhku menegang karena kenikmatan itu begitu dalam. Setiap tarikan dan jilatan dari mulutnya terasa seperti aliran listrik yang menyebar ke seluruh tubuhku. Dia berpindah ke sisi lain, memberikan perhatian yang sama. Putingku yang basah karena air liurnya terasa lebih sensitif, dan ketika ia meniup pelan sambil menatapku dari bawah, aku tak tahan lagi. Kakiku meremas sprei, tubuhku menegang, dan aku menggigit bibirku kuat-kuat. Aku ingin menarik kepalanya, menahannya di sana, memaksanya untuk terus melakukannya. "Jangan berhenti..." bisikku dengan napas yang nyaris tak teratur. Dia hanya tertawa pelan, lalu melanjutkan, makin dalam, makin kuat, dan makin membuatku lupa dunia.

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku
Karma Masalalu Karma Masalalu ratu_rebahan Romantis
“Aku bertemu dengan Barikli yang membuatku jatuh cinta bahkan sampai rela melepas kesucianku untuknya. Menolak lamaran Adza karena percaya dengan janji Barikli yang akan menikahiku setelah tau bahwa aku hamil. Tapi, janji itu palsu. Dengan nggak tau diri, Barikli meninggalkanku tanpa pamit dan ternyata dia pergi untuk mengejar mimpi menjadi TNI. Enam tahun kemudian, aku menikah dengan Yusuf karena wasiat bapakku. Aku ragu karena dia laki-laki yang baru saja kukenal dari Ratna, temanku. Aku akan berusaha mencintainya seperti dia yang mencintaiku. Lalu setelah aku benar-benar jatuh cinta, sifat aslinya keluar. Padahal aku menganggap dia baik dan tulus, tapi ternyata itu palsu. Aku meminta cerai karena nggak tahan dengan kekerasan yang dia lakukan. Laki-laki itu psikopat dengan dua kepribadian. Kadang seperti dajjal, kadang seperti pangeran berkuda putih yang baik hati. Setelah semuanya berlalu, Adza kembali datang menawarkan pernikahan. Ketika lamaran itu kuterima, nyatanya hidupku gak sepenuhnya bahagia karena masih ada sesuatu yang kusembunyikan, yang siapapun nggak ada yang tau. Sebuah rahasia besar, yang lima tahun berhasil kusimpan rapat-rapat. Saat rahasia itu terkuak, aku yakin, aku sudah hilang menuju kematian.”
1

Bab 1 Prolog

07/02/2022

2

Bab 2 Ikuti Alurnya Saja

07/02/2022

3

Bab 3 Panggil Saja Caca

07/02/2022

4

Bab 4 Perasaan Apa Ini

08/02/2022

5

Bab 5 Perpisahan atau Permulaan

08/02/2022

6

Bab 6 Kebetulan Yang Menyenangkan

08/02/2022

7

Bab 7 Dua Laki-laki Mengaku

08/02/2022

8

Bab 8 Bersamamu

08/02/2022

9

Bab 9 Melepas Kesucian

08/02/2022

10

Bab 10 Testpack

08/02/2022

11

Bab 11 Gak Mungkin Aku Hamil

18/02/2022

12

Bab 12 Aku Berharap Mati

19/02/2022

13

Bab 13 Kenapa Harus Kembali

21/02/2022

14

Bab 14 Dia Anak Kita (a)

23/02/2022

15

Bab 15 Mantan Calon Mertua

25/02/2022

16

Bab 16 Dia Anak Kita (b)

27/02/2022

17

Bab 17 Bukan Anak Kamu

01/03/2022

18

Bab 18 Keluarga Palsu

03/03/2022

19

Bab 19 Kalo Butuh Ya Cari

05/03/2022

20

Bab 20 Suami SNI

07/03/2022

21

Bab 21 Proposal Ta'aruf

09/03/2022

22

Bab 22 Ambang Batas

11/03/2022

23

Bab 23 Hidup Dan Rahasia

13/03/2022

24

Bab 24 Banyak Tanda Tanya

15/03/2022

25

Bab 25 Mobil Goyang

17/03/2022

26

Bab 26 Aku Mulai Jatuh Cinta

19/03/2022