icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Karma Masalalu

Bab 3 Panggil Saja Caca

Jumlah Kata:1228    |    Dirilis Pada: 07/02/2022

uruk untuk memulai

kalo pelatihan dimulai jam delapan pagi ini. Sepupuku itu masih sempat membela diri, katanya tadi

g bersiap diri. Mengambil pakaian dari keranjang kotor yang untun

panggil

mulai per

Apalagi ada lima cowok disana yang menatapku dengan tatapan intimidasi. Rasanya, ingi

lahan merah karena menahan malu. Salahkan kemalasanku yang kalo mencuci baju menunggu dulu hingga menu

aju warna hijau, dan

ang berinteraksi dengan orang banyak, rasanya canggun

mendadak bobrok saat bersama dengan orang yang kukenal. Kepribadian seperti it

fb ku y

ilaunya matahari siang hari. Kedua alisku bertaut, mengamati sosok ya

etelah menyadari bahwa d

lkan diri, aku terlalu sibuk meredakan detakan ja

empermasalahkan hal itu. Dan nenyerahkan semuanya pada emak-emak yang menjadi mayoritas menjadi pes

cowok yang lain. Mungkin karena tubuhnya yang

g mushola yang terdapat kelas kelas jurusan lain. Paling pojok adalah kelas jurusan mesin, bisa ditebak dari penghuninya yang seluruhnya ada

angguran. Dengan begini, Ibu tidak lagi khawatir karena aku gak lagi rebahan malas-malasan di kamar karena gak ada ke

uh beda. Mbak Kar, dan Mbak Rita. Senang sekali mendapat teman baru di hari pertam

cowok yang berdiri ga

r dan Mbak Rita yang sudah tancap gas duluan, aku masih sibuk berusah

apa motorku jadi yang terdepan. Dengan tubuh seringki

" kataku p

mati sekitar, lalu bertan

uk dimana mot

h nunggu aja sampe

rnyata malah memberi keputusan yang sebenarnya akan

ngat

han di wajahnya, namanya kalo gak salah adalah Tino. Datang paling tela

ku begitu melihat dia gak kunjung tan

gan handphone dita

bnya lalu kembali terp

siapa? Tem

ya terangkat saat seorang co

gkelnya," katanya yang kutebak ditu

i yang menjabat sebagai ketua kelas, memiliki nama yang baru saja kutau. Bisa-bisanya aku gak tau

, lalu berkata, "J

apaan selamat tinggalnya dengan anggukan, aku masih terpaku. Lalu sadar, kalo motorku m

#

inta ai

. Membilas piring terakhir

nya nganggur," responku la

sebelah sudah antri pinjam kompor untu

eperti ini. Kayaknya, jurusan sebelah

lagi ada Andri, salah satu cowok yang mereka kenal menjadi peserta di kelask

minta air panas gak masalah. Kadang, salah satu mereka gak ge

u yang tadinya good, b

ku dengan mata terbel

asyik berghibah dengan emak-emak, mengul

embali dengan aksi per-ghibahan setelah aku menerima pe

mentara aku meratapi sepotong paha ayam goreng

gak tau apa maksud dibalik pemberiannya kepadaku. Dia baik, kar

ang malah satu kelompok sama dia. Tapi kenapa malah aku yang gak a

eh

as depan kelas. Menyaksikan anak-anak kelas lain berbondong-bondong menuju ke mush

sa sekolah dulu bersama Mbak Kar, mengulang memori masa

bak Kar begitu para cowok t

g gak?" kata Ilham yang membuat kami refleks

mendadak dia menepuk bahuku,

meno

nap

yak

atanya seraya menunjuk

Tino. Berjalan dengan bingung, hingga cowok itu mendahuluiku. Dalam

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Karma Masalalu
Karma Masalalu
“Aku bertemu dengan Barikli yang membuatku jatuh cinta bahkan sampai rela melepas kesucianku untuknya. Menolak lamaran Adza karena percaya dengan janji Barikli yang akan menikahiku setelah tau bahwa aku hamil. Tapi, janji itu palsu. Dengan nggak tau diri, Barikli meninggalkanku tanpa pamit dan ternyata dia pergi untuk mengejar mimpi menjadi TNI. Enam tahun kemudian, aku menikah dengan Yusuf karena wasiat bapakku. Aku ragu karena dia laki-laki yang baru saja kukenal dari Ratna, temanku. Aku akan berusaha mencintainya seperti dia yang mencintaiku. Lalu setelah aku benar-benar jatuh cinta, sifat aslinya keluar. Padahal aku menganggap dia baik dan tulus, tapi ternyata itu palsu. Aku meminta cerai karena nggak tahan dengan kekerasan yang dia lakukan. Laki-laki itu psikopat dengan dua kepribadian. Kadang seperti dajjal, kadang seperti pangeran berkuda putih yang baik hati. Setelah semuanya berlalu, Adza kembali datang menawarkan pernikahan. Ketika lamaran itu kuterima, nyatanya hidupku gak sepenuhnya bahagia karena masih ada sesuatu yang kusembunyikan, yang siapapun nggak ada yang tau. Sebuah rahasia besar, yang lima tahun berhasil kusimpan rapat-rapat. Saat rahasia itu terkuak, aku yakin, aku sudah hilang menuju kematian.”