Can You See Me?

Can You See Me?

Sellova96

4.2
Komentar
26.9K
Penayangan
91
Bab

Bagaimana rasanya dibenci keluarga karena sebuah kesalahan yang tidak pernah kau lakukan? Bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang paling berarti untukmu? Dan... Bagaimana rasanya mengejar seseorang yang hatinya bukan untukmu? Ingin tahu rasanya? Tanyakan saja pada Rallin Natasha. Gadis cantik dengan julukan Most Wanted di SMA Grand Nusa. Gadis cantik yang selalu tampil seperti orang paling bahagia tanpa ada yang tahu sebenarnya dialah yang paling menderita. "Bisakah aku pulang sekarang, Tuhan?"

Bab 1 Prolog

Jrengg!!

Mengapa kau tak membalas cintaku

Mengapa kau abaikan rasaku

Ataukah mungkin hatimu membeku

Hingga kau tak pernah pedulikan aku

"Berisik woi!" Seru seseorang yang tengah tidur diatas tiga bangku yang di susun memanjang.

Seruannya membuat gadis yang baru saja bernyanyi di ambang pintu itu berdecak kesal. Dengan menghentakkan kakinya keras ke lantai, gadis itu berjalan mendekati orang yang tengah tiduran di bangku.

Gadis itu menggeret satu bangku sehingga menimbulkan suara decitan. Gitar yang ia bawa di pangku di atas paha.

Matanya mengedar menatap sekeliling ruangan kelas XI IPS I itu. Sepi memang karena ini adalah waktunya istirahat. Kemudian gadis itu menurunkan pandangannya menatap lelaki yang tengah tiduran dengan lengan yang di tumpu menutupi matanya.

Kedua sudut bibirnya terangkat sempurna. Matanya tak teralihkan barang sedetik pun dari lelaki itu. Lelaki itu tak bergeming. Ia masih setia dengan posisinya tak mempedulikan adanya orang lain selain dirinya.

Jari-jemari gadis itu kembali memetikkan gitar yang berada di pangkuannya. Menghasilkan alunan petikan yang lembut.

Sumpah ku mencintaimu

Sungguh ku gila karena mu

Sumpah mati hatiku untukmu

Tak ada yang lain

"Berisik sumpah!" Seru lelaki itu lagi sambil menegakkan tubuhnya.

Menatap gadis yang baru saja menyanyikan lagu itu dengan garang. Padahal tak bisa di pungkiri, suara gadis itu lembut. Wajar saja, dia adalah vokalis band sekolah dan juga memiliki band sendiri di luar sekolah.

Sementara gadis itu hanya tersenyum bodoh.

"Sengaja. Biar lo bangun terus gue bisa liatin muka lo," ucap gadis itu sambil tersenyum.

Lelaki itu berdecih pelan, lalu bangkit dari duduknya dengan kasar. Meninggalkan gadis itu sendiri.

"Liat aja. Gue bakal buktiin kalo gue bisa bikin lo jatuh cinta sama gue! Denger baik-baik, gue, Rallin Natasha bakal ngedapetin hati lo, Nadiv Dirgantara!" Teriak gadis itu dengan suara lantang.

Lanjutkan Membaca

Buku lain oleh Sellova96

Selebihnya

Buku serupa

Dilema Cinta Penuh Nikmat

Dilema Cinta Penuh Nikmat

Juliana
5.0

21+ Dia lupa siapa dirinya, dia lupa siapa pria ini dan bahkan statusnya sebagai calon istri pria lain, yang dia tahu ialah inilah momen yang paling dia tunggu dan idamkan selama ini, bisa berduaan dan bercinta dengan pria yang sangat dia kagumi dan sayangi. Matanya semakin tenggelam saat lidah nakal itu bermain di lembah basah dan bukit berhutam rimba hitam, yang bau khasnya selalu membuat pria mabuk dan lupa diri, seperti yang dirasakan oleh Aslan saat lidahnya bermain di parit kemerahan yang kontras sekali dengan kulit putihnya, dan rambut hitammnya yang menghiasi keseluruhan bukit indah vagina sang gadis. Tekanan ke kepalanya Aslan diiringi rintihan kencang memenuhi kamar, menandakan orgasme pertama dirinya tanpa dia bisa tahan, akibat nakalnya lidah sang predator yang dari tadi bukan hanya menjilat puncak dadanya, tapi juga perut mulusnya dan bahkan pangkal pahanya yang indah dan sangat rentan jika disentuh oleh lidah pria itu. Remasan dan sentuhan lembut tangan Endah ke urat kejantanan sang pria yang sudah kencang dan siap untuk beradu, diiringi ciuman dan kecupan bibir mereka yang turun dan naik saling menyapa, seakan tidak ingin terlepaskan dari bibir pasangannya. Paha yang putih mulus dan ada bulu-bulu halus indah menghiasi membuat siapapun pria yang melihat sulit untuk tidak memlingkan wajah memandang keindahan itu. Ciuman dan cumbuan ke sang pejantan seperti isyarat darinya untuk segera melanjutkan pertandingan ini. Kini kedua pahanya terbuka lebar, gairahnya yang sempat dihempaskan ke pulau kenikmatan oleh sapuan lidah Aslan, kini kembali berkobar, dan seakan meminta untuk segera dituntaskan dengan sebuah ritual indah yang dia pasrahkan hari ini untuk sang pujaan hatinya. Pejaman mata, rintihan kecil serta pekikan tanda kaget membuat Aslan sangat berhati hati dalam bermanuver diatas tubuh Endah yang sudah pasrah. Dia tahu menghadapi wanita tanpa pengalaman ini, haruslah sedikit lebih sabar. "sakit....???"

Bab
Baca Sekarang
Unduh Buku