icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon
closeIcon

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka

Buku Anak muda untuk Wanita

Paling laku Berlangsung Tamat
Cinta Karena Kesalahan

Cinta Karena Kesalahan

Setahu Keira Kastari Naryadinata, ia hanya punya Ibu dalam 17 tahun hidupnya. Berjuang selama bertahun-tahun utnuk tetap bisa bersekolah demi bisa memberikan kehidupan yang layak di masa depan. Akan tetapi semua kerja keras Keira hancur seketika, kala Ibu pergi untuk selama-lamanya.  Meninggalkannya seorang diri, melawan dunia yang mengerikan. Keira sempat berpikir kalau Tuhan pasti membencinya.  Sejak dilahirkan, Keira sudah membawa kepedihan dalam hidupnya. Ia tumbuh di keluarga yang kurang bahagia. Semua karena Ayah kandungnya yang egois dan angkuh, Kastara Naryadinata. Pria yang paling ia benci itu selalu mengabaikannya dan tak pernah menganggap Keira ada, hanya karena ia seorang anak perempuan. Berbanding terbalik dengan adik laki-laki Keira yang selalu dibanggakan.  Puncaknya 11 tahun lalu, Ayah menceraikan Ibu dan mengusirnya bersama Keira dari rumah. Mereka dipaksa Ayah dengan kekuatan keluarganya yang besar untuk membuat Keira dan Ibu pergi sejauh mungkin dari Ibu kota.  Meskipun sudah bertahun-tahun berlalu namun rasa sakit itu tetap Keira rasakan. Terlebih sekarang ia sudah sendirian. Tuhan membencinya, kan? Namun, siapa yang Tuhan kirimkan ke rumahnya malam-malam? Ayah dan adik laki-lakinya. Ayah datang pada Keira, meminta maaf atas perilakunya bertahun-tahun lalu. Juga mengajak Keira tinggal bersamanya dan memberi harapan membangun kembali keluarga mereka meski tak seutuh dulu. Mengapa seseorang yang egois dan angkuh seperti Ayah bisa tiba-tiba mengakui kesalahannya? Apakah Keira menerima ajakkan Ayah?
Terlambat Menyesal: Adik Tiriku Kini Sang Pewaris

Terlambat Menyesal: Adik Tiriku Kini Sang Pewaris

Selama sepuluh tahun, aku hidup di bawah perlindungan kakak tiriku, Baskara Mahardika. Dia adalah matahari di duniaku yang hancur. Namun, saat aku menyerahkan buku harian dan surat cinta di hari ulang tahunku yang ketujuh belas, dia meledak dalam amarah dan merobek perasaanku berkeping-keping. "Jelita Kusuma, apa kamu sakit? Aku ini kakakmu!" Tak lama setelah itu, dia membawa pulang seorang wanita bernama Citra Erlangga dan menyuruhku memanggilnya "kakak ipar". Sejak saat itu, pria yang berjanji akan selalu melindungiku berubah menjadi sosok yang paling kejam. Dia memberikan semua kelembutan yang dulu milikku kepada Citra, mengabaikan alergi parahku, dan membiarkan aku kedinginan di tengah hujan. Bahkan ketika aku difitnah mencoba merayunya, ibuku sendiri menelepon hanya untuk memakiku sebagai beban yang tidak tahu malu dan menyuruhku angkat kaki dari rumah itu. Sembilan puluh sembilan langkah berdarah yang kutempuh untuk mendekatinya ternyata tidak ada artinya. Cinta mendalam ini kini hanya menjadi api yang membakarku hidup-hidup, sementara dia sibuk merencanakan pernikahan mewahnya. Sekarang, aku mengerti. Aku harus memadamkan api itu sendiri. Delapan belas hari setelah menyerah pada Baskara, aku memotong rambutku yang sepanjang pinggang. Aku membuang semua kenangan tentangnya ke dalam tempat sampah, mereset ponselku, dan diam-diam naik pesawat ke kota yang berjarak ribuan mil jauhnya. Mawar tidak boleh basah kuyup, tetapi mulai hari ini, aku akan menjadi bunga matahariku sendiri.