Bella Storm
3 Buku yang Diterbitkan
Buku dan Cerita Bella Storm
Putra Rahasia Sang CEO dan Istri Dokternya
Romantis Kehidupan rahasia suamiku masuk ke ruang kerjaku di hari pertamaku sebagai Kepala Residen: seorang anak laki-laki berusia empat tahun dengan mata ayahnya dan alergi turunan langka yang sangat kukenal.
Bramantyo, pria yang kunikahi, saingan brilian yang bersumpah tidak bisa hidup tanpaku, ternyata punya keluarga lain.
Di pesta ulang tahun perusahaannya, putranya secara terang-terangan menyebutku perempuan jahat yang mencoba merebut ayahnya. Saat aku melangkah mendekati anak itu, Bramantyo mendorongku hingga jatuh ke lantai untuk melindunginya. Kepalaku terbentur, dan saat nyawa calon anak kami mengalir keluar dari tubuhku, dia pergi begitu saja tanpa menoleh sedikit pun.
Dia tidak pernah menjengukku di rumah sakit. Dia membiarkanku menghadapi kehilangan bayi kami sendirian. Saat itulah aku tahu pria yang kucintai benar-benar telah tiada, dan lima tahun pernikahan kami adalah sebuah kebohongan.
Selingkuhannya mencoba menyelesaikan pekerjaan itu, mendorongku dari tebing ke laut. Tapi aku selamat. Dan saat dunia berduka atas kematian Alina Wijaya, aku naik pesawat ke Zurich, siap memulai hidup baruku. Pengorbanannya, Kebencian Butanya
xuanhuan Bosku, Baskara Aditama, memaksaku mendonorkan sumsum tulang belakang untuk tunangannya. Wanita itu takut bekas luka.
Selama tujuh tahun, aku menjadi asisten bagi anak laki-laki yang tumbuh bersamaku, pria yang kini membenciku setengah mati. Tapi tunangannya, Rania, menginginkan lebih dari sekadar sumsum tulangku; dia ingin aku lenyap.
Dia menjebakku karena menghancurkan hadiah senilai lima puluh miliar rupiah, dan Baskara membuatku berlutut di atas pecahan kristal sampai lututku berdarah. Dia menjebakku atas penyerangan di sebuah pesta, dan dia membuatku ditangkap, di mana aku dipukuli sampai babak belur di dalam sel tahanan.
Lalu, untuk menghukumku atas video seks yang tidak pernah aku sebarkan, dia menculik orang tuaku.
Dia membuatku menonton saat dia menggantung mereka dari sebuah derek di gedung pencakar langit yang belum selesai, ratusan meter di udara. Dia meneleponku, suaranya dingin dan angkuh.
"Sudah dapat pelajaranmu, Cora? Siap untuk minta maaf?"
Saat dia berbicara, tali itu putus. Orang tuaku jatuh terempas ke dalam kegelapan.
Anehnya, ketenangan yang mengerikan menyelimutiku. Rasa darah memenuhi mulutku, gejala penyakit yang tidak pernah dia ketahui kumiliki.
Dia tertawa di seberang telepon, suara yang kejam dan buruk rupa. "Lompat saja dari atap itu kalau memang sesakit itu. Itu akan menjadi akhir yang pantas untukmu."
"Baiklah," bisikku.
Dan kemudian, aku melangkah dari tepi gedung, menuju udara yang hampa. Janji untuk Berpisah
Romantis Vivian berdiri di depan pintu kantor Darren, menggenggam kontrak yang didesak oleh bagian hukum untuk segera ditandatangani.
Karena kebiasaan, dia hampir mendorong pintu terbuka tanpa mengetuk.
Semua orang di perusahaan mengetahui hubungannya dengan Darren, dan mereka biasa melewati protokol kantor yang umum.
Namun, hari ini, jarinya ragu sejenak di panel pintu sebelum dia mengetuk dengan lembut.
Dari dalam kantor, terdengar suara gemerisik, bercampur dengan tawa pelan seorang wanita.
Hati Vivian terasa seperti disiram air dingin, tetapi dia tidak bisa menahan diri untuk tidak mendorong pintu terbuka.
Adegan di dalam kantor terasa seperti kejutan dingin.
Darren bersandar di meja, dengan Khloe hampir bersandar di pelukannya, jemarinya yang lincah dengan cekatan memperbaiki dasi Darren.
Sinar matahari menerobos melalui jendela besar, memancarkan bayangan keintiman mereka.
"Darren, dokumen-dokumen ini..." Suara Vivian terhenti di tenggorokan. Suara Vivian terhenti,
Baik Darren maupun Khloe menoleh. Anda mungkin suka
Gairah Nikmat Kopi Susu
Juliana 21+
"Pantas belum jalan, ada maunya ternyata" Ujar Fany
"hehehehe... Yuk..." Ujar Alvin sambil mencium tengkuk istrinya.
Fany segera membuka handuknya. Buah dadanya menggantung indah, perutnya yang rata dan mulus, serta area kemaluannya yang ditutupi rambut hitam langsung muncul. Alvin segera memeluk Fany dan melumat buah dadanya dengan rakus.
"Pintu sudah dikunci? " Tanya Fany
"Sudah...." Jawab Alvin disela mulatnya sedang mengenyot puting pink milik Fany
"nyalain Ac dulu" suruh Fany lagi
Sambil melepas sedotannya, Alvin mencomot remote AC lalu memencet tombol ON.
Kembali dia melumat buah dada Fany bergantian kiri dan kanan, buah dada yang putih dan terlihat urat-urat merah dan biru di buah dada putihnya, membuat Alvin makin rakus melumatnya.
Sambil menrunkan celana pendek dan celana dalamnya, dia membuka kaosnya, lalu merenggangkan paha Fany, ujung kontolnya yang belum tegak sempurna diberi ludah lewat jari tengahnya di bagian kepala, lalu menggosok gosok pelan di bibir vagina Fany.
Fany mendesah dan merasakan mulai ada rangsangan di bibir kemaluannya, lalu tiba-tiba masuk batang berurat milik Alvin di vagina Fany yg belum begitu siap dan basah, pelan2 lelehan cairan membasahi dinding vaginanya, Alvin mulai menggoyang dan naik turun, Fanny memeluk bagian pinggul suaminya, pahanya dibuka lebar.
Tidak lama kemudian..... Perselingkuhan Liar Istriku
Gemoy N Nafas Dokter Mirza kian memburu saat aku mulai memainkan bagian bawah. Ya, aku sudah berhasil melepaskan rok sekalian dengan celana dalam yang juga berwarna hitam itu. Aku sedikit tak menyangka dengan bentuk vaginanya. Tembem dan dipenuhi bulu yang cukup lebat, meski tertata rapi. Seringkali aku berhasil membuat istriku orgasme dengan keahlihanku memainkan vaginanya. Semoga saja ini juga berhasil pada Dokter Mirza.
Vagina ini basah sekali. Aku memainkan lidahku dengan hati-hati, mencari di mana letak klitorisnya. Karena bentuknya tadi, aku cukup kesulitan. Dan, ah. Aku berhasil. Ia mengerang saat kusentuh bagian itu.
"Ahhhh..."
Suara erangan yang cukup panjang. Ia mulai membekap kepalaku makin dalam. Parahnya, aku akan kesulitan bernafas dengan posisi seperti ini. Kalau ini kuhentikan atau mengubah posisi akan mengganggu kenikmatan yang Ia dapatkan. Maka pilihannya adalah segera selesaikan. Kupacu kecepatan lidahku dalam memainkan klitorisnya. Jilat ke atas, sapu ke bawah, lalu putar. Dan aku mulai memainkan jari-jariku untuk mengerjai vaginanya. Cara ini cukup efektif. Ia makin meronta, bukan mendesah lagi.
"Mas Bayuu, oh,"