icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Bukan Sepenggal Dusta

Bab 2 Kepanikan Melanda

Jumlah Kata:726    |    Dirilis Pada: 28/11/2022

Malawi, dokter Adam Mizeaz memindahka

. Ketika terbangun, ia sudah berada di sebuah ruangan kamar yang sangat luas dan harum.

Gadis itu bingung dengan suasana barunya, kepalanya masi

ang pelayan tersenyum ramah

Mary Aram berus

tinggal di rumah ini," pelayan itu mengambil segelas air,

ng mendengarnya, ia berusaha fokus

luruh barang Anda dari asrama," pelayan itu

ng tidak dikenal?" Mary Aram berusaha bangkit. Namun kondisi tubuhnya tidak mau di

gin dekat dengan tuan muda, hanya Nona yang mendapat perhatian dari Tuan

da Amar Mea Malawi, dan aku tidak pernah ingi

berada di ambang pintu, tampak berwibawa meski mengenakan piyama dan mantel

ami. Kami akan makan malam di kamar saja," Amar

li pukul tujuh," pelayan itu segera membereska

pati dirinya hanya berdua di dalam

mah, namun dirinya sangat takut. Dirinya tidak mengenal pria itu, dan tidakla

alawi naik ke atas tempat tidur. Sambil berbaring miring, den

Mary Aram semakin takut. Gadis itu meng

a dan wanita tanpa ikatan apapun berada di ruangan tertut

mendaftarkan pernikahan kita di balai pernika

bisa mendaftarkan pernikahan," Mary Aram membuka m

tik Mary Aram, "Tentu saja bisa, aku menemukan salinan surat-surat pent

emburat merah padam, ia sangat marah. "Aku telah memiliki tunangan, kau me

mpaklah sangat mengesankan menggugah hasrat jiwa," telunjuk jari Amar M

cara, pria itu mengeluarkan sapu tangan putih dan sebotol kecil b

dung Mary Aram. Dengan penuh kecemasan Mary Aram berusaha menahan tangis. Andai dir

m berusaha untuk bergerak me

ecara hukum adat dan negara," perlahan Amar Mea Malawi membuka satu persatu pita pengikat blou

i tubuh polosnya dengan selimut. Kepanikan mula

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Bukan Sepenggal Dusta
Cinta Bukan Sepenggal Dusta
“Kecantikan adalah suatu anugerah. Namun tidak selamanya kecantikan membawa kepada kebahagiaan. Mary Aram wanita cantik dari muara Mua justru terbelenggu dan terpenjara oleh kecantikannya sendiri. Kelicikan, keculasan, keserakahan berkuasa atas dirinya menjadikan dirinya hanya sebagai boneka hidup. Namun cinta itu bukan cuma sepenggal dusta, yang memampukan dia untuk tetap bertahan memperjuangkan hidupnya sendiri.”