icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Bukan Sepenggal Dusta

Bab 8 Meredakan Amarah Naga

Jumlah Kata:743    |    Dirilis Pada: 28/11/2022

nya Mary Aram akan menjadi istri yang baik dan menjadi dokter kebanggaan Ayah,

ahu jika ada seorang menantu di ruma

alawi bangkit untuk men

x Aram mereda, Mary Aram membawa ay

membuatkan teh bunga Rosella untuk ayahnya. Kemudian dengan penuh rasa say

uk punggung tangan anaknya. "Mendengar kau akan menikah sor

rselesaikan?" Mary Aram memeluk ayahnya, hati Mary

fokus pada pendidikan. Ayah sedang membangun rumah sakit di Muara Mua, kelak kau y

y Aram. Tuan besar Felix Aram tersen

ari mobil itu turun seorang pria sebaya dengan Felix Aram. Pria itu terus berjala

g," Mary Aram menggenggam erat punggung tangan aya

r Mea Malawi yang datang kemari menemui kita," tuan besar Felix Aram ter

t-kilat jahil?" Mary Aram mena

Felix Aram tersenyum menep

anya tersenyum menikmat

besar Sahu Mea Malawi sangat gusar. "Berkali-kali Ayah peringatkan, jauhi perempuan Aram itu

ati padanya, dan ingin menikah dengannya," Amar Mea Malawi berusaha

ng menemui Ayah, bukan malah sebaliknya. Tidak punya tata kra

al dan malu atas perbuatan anakmu," tuan besar Felix Aram meminum tehnya dengan santa

Tuan besar Sahu Mea Malawi terte

kan cangkir teh, lalu menatap tuan besar Sahu Mea Malawi.

kmu menculik, dan melakukan penghinaan atas anak perempuanku. Jika kau tidak

n. Aku pikir marga Aram yang lain," w

Dan anakmu telah melecehkannya," tuan besar Felix Aram memeluk Mary Aram untuk membes

ahkan semua usahamu dari tanahku. Aku hen

rga kita dengan kepala dingin," tuan besar Sahu Mea Malawi

an pengikatan hubungan keluarga," ayah Amar Mea Malawi berusaha memp

tuan besar Sahu Mea Malawi tajam. "Perusahaanmu itu berada di tangan anak

alah besar. Sebab Amar Mea putranya itu telah menjebak 'Anak Naga'. Jika

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Bukan Sepenggal Dusta
Cinta Bukan Sepenggal Dusta
“Kecantikan adalah suatu anugerah. Namun tidak selamanya kecantikan membawa kepada kebahagiaan. Mary Aram wanita cantik dari muara Mua justru terbelenggu dan terpenjara oleh kecantikannya sendiri. Kelicikan, keculasan, keserakahan berkuasa atas dirinya menjadikan dirinya hanya sebagai boneka hidup. Namun cinta itu bukan cuma sepenggal dusta, yang memampukan dia untuk tetap bertahan memperjuangkan hidupnya sendiri.”