icon 0
icon Pengisian Ulang
rightIcon
icon Riwayat Membaca
rightIcon
icon Keluar
rightIcon
icon Unduh Aplikasi
rightIcon

Cinta Bukan Sepenggal Dusta

Bab 9 Bimbang

Jumlah Kata:709    |    Dirilis Pada: 28/11/2022

baik," tuan besar Sahu Mea Malawi sangat lega mendapati menantunya adalah marga Aram

ter Felix Aram berkunjung mengurus Balai Pengobatan di St Martin," Sahu Mea M

luarga Mea Malawi sangat sibuk mempers

bersalah telah membuat ayahnya bersedih. "Ayah, maafkan

anak perempuannya. "Jika kelak Amar Mea Malawi tidak memperlakukanmu dengan baik, pulangl

yah tenang," Mary Aram berusaha menahan g

engan Abee Bong Moja?" Mary Aram menatap sendu wajah ay

alkanmu tanpa kabar berita," tuan besar Felix Aram mengecup rambut anaknya, hatinya kesal juga terhadap Abee Bong Moja, "Kau

Bong Moja," Mary Aram menatap m

Mea Malawi, jangan merendahkan martabat sendiri," tuan bes

diri untuk ritual pernikahan," nona P

nangis memeluk ayahnya erat. Hati tuan besar bagai

daninya secara sederhana. Meski hanya mengenakan bedak

t menjadi satu pada bagian tengkuk menggunakan pita merah. Baru kemudian memakaik

yonya muda," nona Patrice menatap kagum pada Mary Aram. Pengantin di hadapannya

dah serasi dengan bibirnya yang merah merekah alami. Nona Patric

ati Mary Aram berdebar gelisah. Ingin rasanya ia lari dari pernikahan, namun apa

jenak di kebun belakang," Mary Aram menata

arena hari menjelang petang," Nona Patrice me

ry Aram menenangkan diri sejenak di kebun be

g Moja," Mari Aram mengusap air di sudut matanya. "Apakah aku akan baha

menandakan ritual pernikahan adat akan segera dilaksanakan. Jantu

uju ke arah sungai. 'Jika menyusuri pinggiran sungai

matahari terbenam. Melewati pintu pagar pembatas tanah kediaman Mea Mala

puti perasaan tidak nyaman. "Tidak! Ini tidak benar

Mea Malawi secara bergantian dengan bingung. Sambil menangis Mary Aram terus be

Buka APP dan Klaim Bonus Anda

Buka
Cinta Bukan Sepenggal Dusta
Cinta Bukan Sepenggal Dusta
“Kecantikan adalah suatu anugerah. Namun tidak selamanya kecantikan membawa kepada kebahagiaan. Mary Aram wanita cantik dari muara Mua justru terbelenggu dan terpenjara oleh kecantikannya sendiri. Kelicikan, keculasan, keserakahan berkuasa atas dirinya menjadikan dirinya hanya sebagai boneka hidup. Namun cinta itu bukan cuma sepenggal dusta, yang memampukan dia untuk tetap bertahan memperjuangkan hidupnya sendiri.”